Momentum 1 Muharram 1448 H, Khanza Haryati Ajak Masyarakat Maknai Hijrah sebagai Perbaikan Diri dan Kebermanfaatan

- Kontributor

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukoharjo, Tribuncakranews.com  – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah. Momen ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Jurnalis media online Tribuncakranews.com, Khanza Haryati, menilai bahwa Muharram merupakan waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan hidup sekaligus mengevaluasi sejauh mana kualitas keimanan dan amal yang telah dilakukan.

“Pergantian tahun hijriah sejatinya bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga berkurangnya jatah waktu hidup yang Allah berikan kepada kita. Karena itu, Muharram harus dimaknai sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik,” ujar Khanza Haryati, Sabtu (20/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, makna hijrah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tempat sebagaimana sejarah Rasulullah SAW, tetapi lebih kepada perubahan sikap, perilaku, dan hati menuju kebaikan.

Hijrah, lanjut Khanza, dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar memaafkan, mengurangi sifat egois, memperbanyak rasa syukur, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia menegaskan bahwa hijrah juga tidak boleh dimaknai sebatas keberhasilan meraih kesuksesan duniawi maupun pencapaian materi. Lebih dari itu, hijrah sejati adalah bagaimana seseorang mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya dan memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain.

“Hijrah bukan sekadar tentang bertambahnya harta, jabatan, atau pencapaian dunia. Ukuran keberhasilan seorang manusia tidak hanya dinilai dari apa yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Sebab dalam kehidupan ini, menjaga hubungan baik dengan manusia atau hablum minannas menjadi bagian penting sebelum kita berharap mencapai kesempurnaan hubungan dengan Allah SWT atau hablum minallah,” tuturnya.

Baca Juga:  Lansia Asal Tegal Tersesat Usai Berwisata di Celosia, Ditemukan Selamat di Alun-alun Lama Ungaran.

Menurut Khanza, seseorang tidak dapat mengaku dekat dengan Allah apabila masih gemar menyakiti, merendahkan, atau mengabaikan hak-hak sesama manusia. Karena itu, momentum Muharram menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang renggang, menghapus dendam, memperbanyak silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Sering kali kita terlalu sibuk mengejar urusan dunia hingga lupa memperbaiki hati dan memperkuat hubungan dengan sesama. Padahal keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari harta, jabatan, atau popularitas, tetapi juga dari berapa banyak hati yang kita bahagiakan dan berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki luka, perjuangan, dan ujian hidup yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Namun, Allah SWT senantiasa mengetahui setiap kesedihan, kelelahan, dan doa yang tersimpan dalam hati hamba-Nya.

Karena itu, momentum Tahun Baru Islam diharapkan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan amal saleh serta akhlak yang lebih baik.

“Kita mungkin tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depan. Selama napas masih berhembus, belum ada kata terlambat untuk berubah, memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan kembali mendekat kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Di penghujung refleksinya, Khanza berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal hijrah terbaik bagi seluruh umat Islam.

“Semoga tahun ini bukan hanya menjadi pergantian waktu, tetapi menjadi momentum lahirnya pribadi-pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, lebih peduli, lebih bermanfaat bagi sesama, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Sebab yang paling berharga bukanlah berapa lama kita hidup, melainkan untuk apa hidup itu kita gunakan,” pungkasnya.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Bapas Pati Mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Tahun 2026 di Jakarta
Propam Polda Jateng Distribusikan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Tangen Sragen
Dugaan Pungli dan Birokrasi Berbelit di Samsat Kabupaten Pekalongan Dikeluhkan Warga
DPD KNPI Kota Siantar: Mengajak Pemuda Bersatu dan Jadi Rumah Bersama
Srikandi Menyapa Warnai CFD Purworejo, Polisi Hadir dengan Pendekatan Humanis
Viral ! Pemerhati Hukum Desak Kapolres Tebingtinggi, lakukan upaya RJ dugaan Pencurian dua Buah Tandan Sawit di Kebun Manako
GEMPAR! QARI TUNA NETRA CIGEDUG RUKYATKAN EMAS MTQ NASIONAL 2026, JAWA BARAT DIBUAT BANGGA!
Kongres I GAMPERA Tetapkan Armada–Elshaddai, Nahkoda Baru Periode 2026–2029
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 11:15 WIB

Kepala Bapas Pati Mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Tahun 2026 di Jakarta

Senin, 21 September 2026 - 11:08 WIB

Propam Polda Jateng Distribusikan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Tangen Sragen

Senin, 21 September 2026 - 08:56 WIB

Dugaan Pungli dan Birokrasi Berbelit di Samsat Kabupaten Pekalongan Dikeluhkan Warga

Senin, 21 September 2026 - 08:24 WIB

DPD KNPI Kota Siantar: Mengajak Pemuda Bersatu dan Jadi Rumah Bersama

Minggu, 20 September 2026 - 23:16 WIB

Srikandi Menyapa Warnai CFD Purworejo, Polisi Hadir dengan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru