Diduga 13 Ekor Sapi Bantuan Kelompok Tani Ngudi Barokah di Banyuasin Kembaran Raib, Warga Pertanyakan Pertanggungjawaban

- Kontributor

Jumat, 6 November 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Keberadaan 13 ekor sapi yang disebut-sebut merupakan bantuan untuk Kelompok Tani Ngudi Barokah, Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawatengah, menjadi pertanyaan sejumlah anggota kelompok dan masyarakat setempat.

Berdasarkan keterangan salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada tim investigasi pada Jumat (6/11/2026), Kelompok Tani Ngudi Barokah telah terbentuk sejak tahun 2013 dan hingga saat ini masih aktif dengan jumlah anggota sebanyak 28 orang.

Narasumber tersebut menjelaskan, kelompok tani itu pernah menerima bantuan sebanyak delapan ekor sapi sekitar tahun 2019. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber maupun instansi pemberi bantuan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, sekitar tahun 2024, kelompok tani kembali menerima bantuan sebanyak lima ekor sapi. Menurut informasi yang didengar narasumber, bantuan tahap kedua tersebut berasal dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Purworejo.

“Awalnya, untuk perawatan dan pemberian pakan sapi, seluruh anggota kelompok bergotong royong mencari rumput atau ngarit. Namun, seiring berjalannya waktu, pengurusan pakan kemudian diambil alih oleh kepala desa karena saat itu ada sedikit permasalahan,” ungkap narasumber.

Persoalan mulai menjadi perhatian anggota kelompok ketika seluruh sapi bantuan, baik delapan ekor dari tahap pertama maupun lima ekor dari tahap kedua, disebut sudah tidak terlihat lagi di lokasi kandang.

Menurut narasumber, hingga saat ini keberadaan keseluruhan 13 ekor sapi tersebut menjadi tanda tanya bagi anggota kelompok. Mereka mengaku belum mendapatkan penjelasan yang dianggap jelas mengenai keberadaan maupun pengelolaan sapi-sapi bantuan tersebut.

Masyarakat berharap ada penjelasan dan pertanggungjawaban yang transparan dari pihak-pihak terkait, khususnya kepala desa, mengingat bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani dan melibatkan kepentingan seluruh anggota.

Tim Investigasi Lakukan Pengecekan ke Lokasi Kandang

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim investigasi bersama sejumlah warga melakukan pengecekan langsung ke kandang sapi yang berlokasi di Dukuh Gupaan, Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Baca Juga:  Sena Kroya Disorot, Pemkab Jangan Cuma Razia Pengunjung

Dari hasil peninjauan di lokasi, tim mendapati kandang yang dimaksud dalam keadaan kosong dan tidak terlihat adanya sapi. Sementara itu, di area sekitar kandang terlihat puluhan kambing jenis kambing Jawa.

Lokasi kandang tersebut diketahui berada di sebelah rumah Kepala Desa Banyuasin Kembaran.

Tim investigasi kemudian berupaya menemui kepala desa secara langsung untuk meminta klarifikasi terkait informasi bantuan 13 ekor sapi tersebut. Namun, saat didatangi, rumah kepala desa dalam keadaan kosong sehingga tim belum berhasil bertemu secara langsung.

Tidak berhenti sampai di situ, tim juga berupaya menghubungi kepala desa melalui pesan WhatsApp guna meminta konfirmasi dan penjelasan mengenai asal-usul bantuan, pengelolaan, serta keberadaan sapi-sapi tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan maupun keterangan resmi dari Kepala Desa Banyuasin Kembaran.

Transparansi dan Klarifikasi Diharapkan dari Pihak Terkait

Masyarakat dan anggota Kelompok Tani Ngudi Barokah berharap persoalan ini dapat memperoleh kejelasan. Mereka menginginkan adanya keterbukaan informasi mengenai bantuan delapan ekor sapi pada sekitar tahun 2019 dan lima ekor sapi pada sekitar tahun 2024, termasuk mekanisme pengelolaan, kondisi terakhir, serta keberadaan seluruh ternak tersebut.

Apabila memang terdapat perubahan status, pemindahan, penjualan, kematian, atau bentuk pengelolaan lainnya, masyarakat berharap hal tersebut dapat dijelaskan secara terbuka dengan disertai dokumen atau bukti pendukung.

Hingga kini, keberadaan 13 ekor sapi yang menurut keterangan narasumber pernah diterima kelompok tani tersebut masih menjadi pertanyaan yang membutuhkan klarifikasi.

Tim investigasi membuka ruang seluas-luasnya bagi Kepala Desa Banyuasin Kembaran maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang serta mengungkap fakta secara objektif. ( Surjono )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat
DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR
PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!
Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang
Alami pecah ban belakang kanan, Bus Bandung Express terguling di Ambarawa.
Siswi SMK Hamil 7 Bulan Diduga Akibat Hubungan dengan Oknum ASN, Status WD Masih Beristri Jadi Sorotan
PENYADAPAN POLITIK: KETIKA ALAT KEKUASAAN MENGAWASI PRESIDEN, DEMOKRASI BERADA DALAM ANCAMAN
Perkuat Karakter Kebangsaan Mahasiswa, Danrem 072/Pamungkas Sambut Audiensi UNJAYA Yogyakarta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:18 WIB

Diduga 13 Ekor Sapi Bantuan Kelompok Tani Ngudi Barokah di Banyuasin Kembaran Raib, Warga Pertanyakan Pertanggungjawaban

Jumat, 6 November 2026 - 22:29 WIB

Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

Jumat, 6 November 2026 - 17:26 WIB

PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang

Berita Terbaru