Sidoharjo, tribuncakranews.com | Di balik upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera, terdapat kerja sama dan kepedulian yang terus tumbuh dari tingkat kalurahan. Semangat itulah yang terlihat dalam Rapat Koordinasi Rumah Desa Sehat (RDS) Kalurahan Sidoharjo yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu forum kolaborasi.
Sebanyak 65 peserta hadir mengikuti kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Puskesmas Tepus I. Mulai dari PKK, Tuwanggana, Gapoktan, Karang Taruna, Pengurus RDS, hingga kader posyandu dari berbagai padukuhan bersama-sama menyampaikan laporan kegiatan dan perkembangan program yang telah berjalan di wilayah masing-masing.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Berbagai informasi kesehatan, capaian program, hingga persoalan yang dihadapi masyarakat menjadi bahan evaluasi sekaligus perencanaan untuk langkah berikutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu fokus pembahasan adalah upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai program yang telah disepakati dalam hasil Musyawarah Masyarakat Kalurahan dan rembuk stunting. Beberapa program prioritas meliputi kawasan bebas asap rokok, peningkatan layanan kesehatan, pelatihan pola asuh balita, pemenuhan asupan protein hewani, pemberian tablet tambah darah bagi remaja, penguatan bank sampah, hingga pembangunan sistem pembuangan air limbah (SPAL) rumah tangga.
Forum juga mencatat adanya 26 calon orang tua yang masuk kelompok sasaran pendampingan, serta perhatian khusus bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), baduta, dan balita yang berisiko mengalami masalah gizi.
Lurah Sidoharjo, Evi Nurcahyani, menegaskan bahwa Rumah Desa Sehat bukan hanya berbicara tentang stunting. Lebih dari itu, RDS menjadi ruang berbagi informasi, koordinasi program, dan penguatan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan secara menyeluruh.
Pemerintah Kalurahan Sidoharjo juga akan mengakomodasi berbagai usulan masyarakat melalui Musyawarah Dusun sebagai bagian dari penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2027. Selain itu, penguatan Posbindu dan pelaksanaan kelas kesehatan oleh Puskesmas menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.
Dari sebuah ruang pertemuan sederhana, lahir komitmen besar untuk menjaga kesehatan bersama. Sebab desa yang maju tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas kesehatan warganya.
Ketika pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat berjalan beriringan, harapan untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang semakin dekat untuk diwujudkan.
(red.pur)













