WONOSOBO, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa, dinamika politik di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo mulai menunjukkan perkembangan. Salah satu figur yang disebut siap meramaikan bursa calon kepala desa adalah Fajar Asiswanto, tokoh muda yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungan desanya. Selasa, 7/7/2026.
Desa Tirip merupakan desa yang terdiri atas lima dusun, yakni Limbangan, Juru Tengah, Karangjambe, Kedawung, dan Kemutug. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar serta mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, dan aparatur sipil negara (ASN), masyarakat dinilai membutuhkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan secara merata di seluruh wilayah desa.
Fajar Asiswanto lahir di Wonosobo pada 5 Agustus 1990 dan berdomisili di Dusun Juru Tengah RT 02 RW 05, Desa Tirip. Beragama Islam, berstatus menikah, berprofesi sebagai wiraswasta, serta merupakan lulusan SMA yang saat ini masih melanjutkan pendidikan di Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo, Program Studi Manajemen Pemerintahan semester dua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya kepada awak media, Fajar menyatakan dirinya memiliki tekad untuk ikut dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Tirip. Menurutnya, tantangan pembangunan desa di era globalisasi membutuhkan sosok pemimpin yang amanah, terbuka, mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, serta fokus pada kesejahteraan warga.
Ia mengusung visi:
“Terwujudnya Desa Tirip yang mandiri, sejahtera, transparan, berdaya saing, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh komponen masyarakat.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Fajar menawarkan misi yang dirangkum dalam akronim “MAJU”, yaitu:
M – Mengutamakan Ekonomi Desa, melalui optimalisasi BUMDes, dukungan terhadap pelaku UMKM, serta peningkatan sarana pertanian guna memperkuat ketahanan pangan.
A – Amanah dalam Pelayanan, dengan menghadirkan pelayanan administrasi desa yang cepat, ramah, santun, profesional, dan bebas dari pungutan liar.
J – Jelas dan Transparan, melalui keterbukaan informasi penggunaan Dana Desa, pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, karang taruna, serta pemerintah desa dalam setiap proses musyawarah dan pengambilan kebijakan
U – Unggul dalam Infrastruktur, dengan mendorong pemerataan pembangunan jalan desa dan dusun, perbaikan jaringan irigasi, serta pembangunan fasilitas umum yang berkualitas.
Menanggapi adanya kebijakan pemangkasan Dana Desa dari pemerintah pusat, Fajar mengaku tetap optimistis.
“Kami tidak pesimis dengan adanya pemangkasan Dana Desa. Justru kami akan terus berupaya membangun komunikasi melalui jalur birokrasi bersama unsur eksekutif, legislatif, dan pihak terkait agar pembangunan tetap berjalan. Fokus utama kami adalah mendukung program ketahanan pangan melalui sektor pertanian sehingga hasil panen masyarakat meningkat dan pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh warga Desa Tirip,” ujarnya.
Red/Jatmiko













