Purwokerto, Tribuncakranews.com Aksi unjuk rasa ratusan nasabah korban kasus dugaan penipuan dan kredit bermasalah di Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto hari ini Kamis(09 Juli 2026) melakukan aksi demo ke.2 di kantor Mandiri Taspen Purwokerto.
Pada aksi demo ke.2 ini,para nasabah yang menjadi korban penipuan disamping mendapat pendampingan oleh team kuasa hukum,juga mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat seperti Yudho F Soediro(Iteng) yang juga sebagai ketua MPC ormas PP( Pemuda Pancasila) Banyumas yang juga Ketua FBE(Forum Banyumas Eling),KetuaPaguyuban
PESTOL( Pemuda Stok Lama) yang diketuai oleh Agung Bawono
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, massa telah menyampaikan tuntutan tegas: pembatalan seluruh kewajiban kredit yang dinilai fiktif,serta pertanggungjawaban penuh atas kerugian, serta proses hukum yang adil terhadap oknum yang terlibat
Para korban tetap berkomitmen untuk berkumpul dan melanjutkan aksi damai. Mereka menegaskan akan terus bertahan sampai permintaan mereka didengar dan dipenuhi, mengingat beban cicilan yang harus ditanggung selama puluhan tahun sangat memberatkan kehidupan mereka sebagai pensiunan.
Pihak kepolisian dan TNI tetap mengawasi jalannya aksi damai untuk memastikan situasi tetap kondusif dan aman bagi kedua belah pihak.
Pernyataan Tegas Kuasa Hukum dan Korban: Siap Berjuang Berhari-hari Demi Keadilan
Dalam orasi di depan kantor Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto, Djoko Susanto SH menyampaikan,” Kami tidak akan menyerah sampai tuntutan kami dipenuhi yaitu pembatalan kredit serta penutupan operasional kantor Mandiri Taspen Purwokerto,apalagi masalah sudah menjadi bahasan pokok di Komisi VI DPR RI yang diketuai Adi Satrio S,juga OJK Pusat.apapun bentuknya peran Kantor cabang Mandiri Taspen Purwokerto punya tanggung jawab bukan asal lepas tanggung jawab begitu saja,” Ungkapnya
Sebagai pihak yang mendampingi, Djoko berharap manajemen Mandiri Taspen segera menyikapi masalah ini dengan sungguh-sungguh:
Kami berharap hati Mandiri Taspen terketuk untuk segera menyelesaikan masalah ini dengan baik, minimal mau bertanggung jawab. Baik oknum laki-laki maupun perempuan yang terlibat, harus kami proses secara hukum. Kami warga negara yang taat hukum, tapi setiap hari kami dibebani kebingungan: harus membayar angsuran hutang fiktif sekaligus memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.”
Korban dan tim hukum menegaskan tidak akan beranjak sebelum ada kepastian:
“Oleh karenanya, kami akan menunggu sampai malam. Jika perlu, pintu kantor ini kami gembok, Tolong dengarkan: masyarakat Banyumas sedang sakit, para purnawirawan sedang dizalimi oleh lembaga keuangan yang notabene milik negara.”Unjuk Rasa Kasus Mandiri Taspen Belum Selesai sampai tuntutan kami dipenuhi.
( Iwan/ Red )












