Dari Lumbung ke Kesejahteraan: Bendung Semin Siap Jadi Pusat Ekonomi Produktif Berbasis Keuangan Inklusif

- Kontributor

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungkidul, Tribuncakranews.com — Di tengah hamparan lahan pertanian yang hijau di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, sebuah langkah besar tengah dipersiapkan. Bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah gerakan kolaboratif yang diharapkan mampu mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan sekaligus memperkuat ekonomi desa dari akar rumput.

Pada 21 Juli 2026, kawasan Lumbung Mataraman Bendung Semin akan menjadi tuan rumah kegiatan bertajuk “Penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif pada Ekonomi Produktif di Lumbung Mataraman.” Acara ini akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan diproyeksikan dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai unsur pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat.

Membangun Desa dari Akses Keuangan yang Lebih Mudah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era ketika akses permodalan menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi, desa tidak lagi cukup hanya memiliki potensi alam. Dibutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan petani, pelaku UMKM, lembaga keuangan, dan pemerintah dalam satu ruang kolaborasi.

Lumbung Mataraman Bendung dipilih karena dinilai menjadi contoh bagaimana kawasan pertanian dapat berkembang menjadi pusat ekonomi produktif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya literasi keuangan, tetapi juga memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pengembangan usaha, hingga peluang pemasaran.

Talkshow, Business Matching hingga Penyaluran Bantuan

Agenda kegiatan disusun cukup padat sejak pagi.

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari sejumlah pejabat. Salah satu momen penting adalah penyerahan bantuan CSR kepada Lumbung Mataraman, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Setelah itu, tamu VIP akan melakukan peninjauan kawasan Lumbung Mataraman untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas ekonomi produktif yang telah berkembang.

Dua sesi talkshow menjadi inti kegiatan. Para narasumber berasal dari berbagai instansi strategis, antara lain:

Bank BPD DIY

Bank Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dinas Pertanian DIY

Dinas Koperasi dan UKM

Akademisi

Lurah Bendung Semin

 

Diskusi akan membahas bagaimana membangun sistem keuangan yang inklusif sehingga masyarakat desa semakin mudah memperoleh akses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing usaha.

Baca Juga:  Operasi Pekat Berhasil Ungkap 5 Perkara Diwilayah Hukum Mapolres Purworejo

 

Business Matching, Membuka Peluang Kerja Sama Baru

Tidak berhenti pada diskusi, panitia juga menghadirkan sesi Business Matching.

Forum ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dengan berbagai lembaga pendukung seperti:

Bank BPD DIY

Dinas Pertanian DIY

Dinas Koperasi dan UKM DIY

Harapannya, berbagai potensi usaha desa dapat bertemu dengan sumber pembiayaan, pendampingan, maupun jaringan pemasaran yang lebih luas.

Dengan demikian, hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi menghasilkan peluang kerja sama yang benar-benar dapat diwujudkan.

Dihadiri Tokoh Penting DIY

Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri sejumlah tamu undangan dan pejabat penting, di antaranya:

Sekretaris Daerah DIY

Bupati Gunungkidul

Otoritas Jasa Keuangan

Bank Indonesia

Direksi Bank BPD DIY

Dinas Pertanian DIY

Dinas Koperasi dan UKM DIY

Forkopimda

Perangkat Kalurahan Bendung

Pengurus dan anggota Lumbung Mataraman dari Bendung, Wukirsari, Giripeni, hingga Glagaharjo.

Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi desa kini menjadi perhatian bersama lintas sektor.

Lumbung Mataraman, Wajah Baru Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

Selama ini Lumbung Mataraman dikenal sebagai kawasan yang memadukan pertanian, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, edukasi, hingga wisata berbasis desa.

Melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi model pengelolaan ekonomi desa yang mampu menghubungkan sektor pertanian dengan lembaga keuangan, dunia usaha, dan pemerintah.

Jika kolaborasi ini berjalan optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pelaku UMKM, kelompok perempuan, generasi muda, hingga masyarakat luas.

Menjadikan Desa sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi

Di balik hamparan sawah dan kebun yang membentang di Bendung Semin, tersimpan harapan besar bahwa desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masa depan.

Ketika akses keuangan semakin terbuka, kolaborasi semakin kuat, dan inovasi terus didorong, desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran. Justru dari desa lah lahir kekuatan ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Kegiatan Penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif pada Ekonomi Produktif di Lumbung Mataraman menjadi bukti bahwa membangun Indonesia dapat dimulai dari desa—dengan memperkuat akses keuangan, memberdayakan masyarakat, dan membuka peluang usaha yang lebih luas demi kesejahteraan bersama.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kedatangan Awang ke Rumah Mata Jateng Sisakan Sejumlah Pertanyaan, dari Mobil hingga Sosok Wanita Muda
Instruksi Presiden, Tim Alfa TNI Terjun dari Udara Buru Titik Panas Padamkan Bara Karhutla Way Kambas
Lantunan Shalawat di Tengah Keasrian Alam: Komunitas Radio RJ Sukses Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Berikan Bantuan Mushaf Al-Quran 
Satreskrim Unit 2 Polres Jepara Gerebeg Gudang Penimbunan diduga BBM Jenis Solar Bersubsidi di Desa Banjar Agung Bangsri Jepara.
Tudingan Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Berujung Klarifikasi Habibur Rochman
Permasalahan Pajak Kendaraan dan Miskomunikasi Diselesaikan Secara Kekeluargaan, FWJ Jateng Dan Bintang Romadhon Kembali Bersinergi
Klarifikasi Mantan Ketua Masjid As-Salam Lubuklinggau, Sebut Chat Viral Hanya Candaan
Klarifikasi dan Hak JawabvTerkait Pemberitaan Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Cilosari
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Kedatangan Awang ke Rumah Mata Jateng Sisakan Sejumlah Pertanyaan, dari Mobil hingga Sosok Wanita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Instruksi Presiden, Tim Alfa TNI Terjun dari Udara Buru Titik Panas Padamkan Bara Karhutla Way Kambas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Lantunan Shalawat di Tengah Keasrian Alam: Komunitas Radio RJ Sukses Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Berikan Bantuan Mushaf Al-Quran 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Satreskrim Unit 2 Polres Jepara Gerebeg Gudang Penimbunan diduga BBM Jenis Solar Bersubsidi di Desa Banjar Agung Bangsri Jepara.

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Tudingan Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Berujung Klarifikasi Habibur Rochman

Berita Terbaru