Hakim Kabulkan Rekomendasi Pembimbing Kemasyarakatan, Anak Berhadapan dengan Hukum Jalani Pidana Pelayanan Masyarakat di Masjid

- Kontributor

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kudus, Tribuncakranews.com  – Pengadilan menjatuhkan pidana pelayanan masyarakat kepada seorang Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam perkara pencurian, sejalan dengan rekomendasi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan yang tertuang dalam Laporan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas).

Sejak tahap penyidikan di kepolisian, penuntutan oleh kejaksaan, hingga proses persidangan, PK secara aktif memberikan pendampingan kepada anak. Berdasarkan hasil asesmen dan Litmas yang dilakukan secara komprehensif, PK menilai bahwa anak masih memiliki potensi besar untuk dibina dan diperbaiki, sehingga lebih tepat dikenai pidana yang berorientasi pada pembinaan daripada pemenjaraan.

Dalam persidangan, hakim mempertimbangkan rekomendasi tersebut dan meminta dihadirkan para pihak yang akan berperan dalam pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat, di antaranya pemerintah desa setempat dan takmir masjid sebagai lokasi pelaksanaan pidana. Dukungan seluruh pihak menjadi salah satu pertimbangan penting hingga akhirnya hakim menjatuhkan pidana pelayanan masyarakat kepada anak.

Melalui pidana tersebut, anak tidak hanya diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya, tetapi juga diberi kesempatan untuk memperbaiki diri melalui kontribusi nyata bagi lingkungan. Selama menjalani pidana, anak akan melaksanakan kegiatan pelayanan masyarakat di masjid, seperti menjaga kebersihan lingkungan masjid, mengumandangkan adzan, serta mengikuti kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan secara rutin.

Putusan ini menjadi wujud penerapan sistem peradilan pidana anak yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, dengan tetap memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah desa, pengurus masjid, dan masyarakat, diharapkan anak dapat kembali berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab, produktif, dan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Bapas Pati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Depo Pencucian Pasir Beroperasi 24 Jam, Timbulkan Keresahan Warga, Surat Pernyataan Hentikan Aktivitas Jadi Sorotan
Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2026, Pelanggaran Berisiko Kecelakaan Fatal Seperti Lawan Arus Jadi Prioritas
Danrem 072/Pamungkas Ajak Mahasiswa Pesantren Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
Warga Desa Plumutan’ Lega: Bantuan Air Bersih Tiba di Tengah Kekeringan Berbulan-bulan
Polres Jepara Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Kapolres Ingatkan Pentingnya Kedekatan dengan Masyarakat
Satlantas Polres Sragen Bekali Siswa SMP MTA Gemolong Edukasi Lalu Lintas dan Bahaya Bullying
Kecelakaan di Kutoarjo, Pemotor 21 Tahun Meninggal Dunia Usai Tabrak Belakang Truk
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Depo Pencucian Pasir Beroperasi 24 Jam, Timbulkan Keresahan Warga, Surat Pernyataan Hentikan Aktivitas Jadi Sorotan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2026, Pelanggaran Berisiko Kecelakaan Fatal Seperti Lawan Arus Jadi Prioritas

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Danrem 072/Pamungkas Ajak Mahasiswa Pesantren Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:05 WIB

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Warga Desa Plumutan’ Lega: Bantuan Air Bersih Tiba di Tengah Kekeringan Berbulan-bulan

Berita Terbaru