KENDAL, Tribuncakranews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal memperluas jaringan pengawasan berbasis partisipasi masyarakat dengan menyasar kalangan pelajar. Sebagai upaya membangun integritas demokrasi sejak dini menuju Pemilu 2029, Bawaslu Kendal mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Kendal, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Kendal dengan SMA Negeri 2 Kendal. Melalui program ini, Bawaslu memberikan edukasi kepada para siswa baru mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya menjadi pemilih yang berintegritas sebelum mereka menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya pada Pemilu 2029.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kendal, M. Habibi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran pengawasan partisipatif sejak usia sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tujuan utama kami adalah mengenalkan peran Bawaslu sekaligus merangkul para siswa agar menjadi pengawas partisipatif. Kami memberikan pendidikan politik dasar tentang pentingnya menjadi pemilih yang berintegritas. Pada tahun 2029 mereka sudah memiliki hak pilih, sehingga materi ini penting agar mereka dapat menyalurkan hak suaranya dengan baik, benar, dan mandiri,” ujar Habibi.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Kendal, Henny Atriani, S.Pd., M.Si., mengapresiasi inisiatif Bawaslu yang dinilai relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, kehadiran Bawaslu memberikan wawasan baru bagi para siswa mengenai demokrasi dan regulasi kepemiluan sebelum mereka menjadi pemilih pemula.
“Anak-anak mendapatkan pemahaman tentang demokrasi dan regulasi pemilu sebelum menggunakan hak pilih pada tahun 2029. Ilmu ini juga sangat aplikatif karena pada bulan Oktober nanti sekolah akan menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Kami akan menyelenggarakannya dengan mekanisme yang menyerupai pemilu sebenarnya sebagai laboratorium demokrasi bagi para siswa,” tutur Henny.
Ia berharap kerja sama antara SMA Negeri 2 Kendal dan Bawaslu Kabupaten Kendal dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan pembinaan, seperti Pramuka, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), maupun Majelis Perwakilan Kelas (MPK).
Melalui kolaborasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Kendal berharap dapat melahirkan generasi pemilih pemula yang cerdas, melek politik, serta memiliki integritas tinggi sehingga mampu menolak praktik-praktik yang mencederai demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks, maupun disinformasi.
Penulis : SY
Editor : Khanza Haryati












