UGM Hadir di Kalurahan Grogol, Mengubah Cerita Lokal Menjadi Pengalaman Digital yang Mendunia

- Kontributor

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGKIDUL, Tribuncakranews.com  – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sebuah desa wisata tidak lagi cukup hanya memiliki panorama indah atau kekayaan budaya. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana cerita di balik setiap destinasi dapat ditemukan, dipahami, dan dikenang oleh wisatawan.

Semangat itulah yang dibawa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Terapan 2026 di Desa Wisata Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Melalui tema “Membangun Fondasi Digital Storytelling”, tim pengabdian menghadirkan sebuah inovasi yang memadukan teknologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem digital.

Program ini bukan sekadar membuat aplikasi, tetapi membangun cara baru agar setiap sudut desa mampu “bercerita” kepada siapa pun yang datang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika Wisata Tak Lagi Sekadar Melihat

Selama ini, informasi mengenai destinasi wisata desa masih tersebar di berbagai media sosial. Wisatawan sering kesulitan memperoleh informasi yang utuh mengenai sejarah, budaya, lokasi, hingga aktivitas yang tersedia.

Padahal, sebuah perjalanan akan jauh lebih berkesan ketika pengunjung memahami kisah di balik tempat yang mereka datangi.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim PkM UGM merancang sistem digital yang memungkinkan wisatawan memperoleh informasi secara cepat hanya dengan memindai sebuah QR Code.

Dalam hitungan detik, layar ponsel akan menampilkan cerita sejarah, audio penjelasan, foto-foto, video, peta lokasi, hingga informasi budaya yang sebelumnya hanya diketahui masyarakat setempat.

Teknologi sederhana ini diharapkan mampu mengubah pengalaman wisata menjadi lebih interaktif, edukatif, dan bermakna.

Web-App Desa Wisata, Semua Informasi dalam Satu Genggaman

Salah satu produk utama program ini adalah pembangunan Web-App Desa Wisata Kalurahan Grogol.

Platform digital tersebut dirancang sebagai pusat informasi yang mengintegrasikan berbagai potensi desa dalam satu tempat.

Melalui web-app ini, wisatawan dapat mengakses:

Profil desa

Paket wisata

Kalender kegiatan

Daftar atraksi wisata

Galeri foto

Reservasi

Informasi lokasi wisata

Dengan demikian, promosi desa tidak lagi bergantung pada unggahan media sosial yang terpisah-pisah, tetapi hadir dalam satu sistem informasi yang lebih profesional dan mudah diakses.

QR Code yang Menjadi “Pemandu Wisata Digital”

Inovasi lain yang menjadi perhatian adalah penerapan QR Code Interpretative System.

Kode QR akan dipasang di berbagai objek wisata, situs budaya, maupun titik-titik penting di desa.

Setiap wisatawan cukup mengarahkan kamera ponsel ke QR Code tersebut, lalu berbagai informasi akan muncul secara otomatis.

Baca Juga:  Tidak Ada Kepastian, Orang Tua Korban Dugaan Tabrak Lari di Perempatan Terong Dlingo Akan Tempuh Jalur Hukum

Bukan sekadar papan penunjuk arah, tetapi sebuah “pemandu wisata digital” yang mampu menjelaskan sejarah, filosofi, budaya lokal, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Konsep ini dikenal sebagai digital storytelling, yakni menyampaikan cerita menggunakan teknologi agar lebih menarik, mudah dipahami, dan mampu membangun keterikatan emosional dengan pengunjung.

Menggali Potensi yang Selama Ini Tersembunyi

Program PkM UGM tidak berhenti pada pembangunan teknologi.

Tahapan awal justru dimulai dengan mengidentifikasi seluruh potensi desa, mulai dari:

Atraksi budaya

Agroforestry

Kuliner khas

Tradisi lokal

Jalur wisata

Seluruh potensi tersebut kemudian dikumpulkan menjadi basis data digital yang nantinya menjadi materi utama dalam web-app maupun sistem QR Code.

Dengan cara ini, kekayaan budaya lokal tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga dapat dipromosikan kepada masyarakat yang lebih luas.

Masyarakat Menjadi Aktor Utama

Hal yang menarik dari program ini adalah keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama digitalisasi.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Karang Taruna, komunitas pelestari budaya, hingga warga desa mendapatkan pelatihan mengenai:

Produksi konten digital

Digital storytelling

Pengelolaan website

Manajemen QR Code

Pendekatan ini memastikan bahwa sistem yang dibangun tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

Menuju Desa Wisata yang Berkelanjutan

Luaran program tidak hanya berupa aplikasi digital, tetapi juga lahirnya basis data budaya, sistem informasi wisata, serta sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mengelola konten digital.

Dampak yang diharapkan pun cukup luas, mulai dari meningkatnya promosi desa, bertambahnya jumlah wisatawan, berkembangnya ekonomi masyarakat, hingga terciptanya desa wisata yang berkelanjutan.

Di era ketika hampir setiap perjalanan dimulai dari pencarian di internet, kemampuan sebuah desa menghadirkan informasi digital menjadi salah satu kunci memenangkan persaingan destinasi wisata.

Dari Grogol untuk Indonesia

Apa yang dilakukan di Kalurahan Grogol menjadi contoh bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari kota-kota besar.

Dari sebuah desa di wilayah selatan Gunungkidul, teknologi justru dimanfaatkan untuk menjaga identitas budaya, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus memperkenalkan kearifan masyarakat kepada dunia.

Jika selama ini wisatawan hanya membawa pulang foto-foto indah, maka melalui program ini mereka juga akan membawa pulang cerita.

Dan bisa jadi, di masa depan, sebuah QR Code kecil yang berdiri di sudut desa akan menjadi pintu masuk bagi jutaan orang untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia yang selama ini tersembunyi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ikhtiar Spiritual, Polres Semarang gelatlr Khataman Al-Qur’an dan santuni Yatim Piatu.
Polres Purworejo Amankan 24 Remaja Diduga Terlibat Aksi Konvoi Bersenjata Tajam, Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan
TK Pertiwi Krikilan Tak Terpasang Papan Proyek, Dua TK Lain Terima Bantuan Apbn Ratusan Juta: Kementerian Diminta Buka Data
Menatap Atap yang Hampir Ambruk: Kisah Ibu An An, Janda Dhuafa di Garut yang Bertaruh Nyawa di Rumah Tak Layak Huni
Lima Bulan Dilanda Kekeringan, Air Bersih Jadi Mahal! Kapolres Sragen Turun Langsung Salurkan 5 Tangki di Dua Desa Sumberlawang
Polres Gunungkidul Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Dengan Modus Truk Boks Modifikasi dan Plat Nomor Palsu
Polres Gunungkidul Ungkap Kasus Dugaan Penyalahgunaan Pengangkutan BBM
Kenang Jasa Para Pendiri, Kapolres Karanganyar Bersama Forkopimda Ziarah Peringati Hari Jadi ke-109
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:38 WIB

Ikhtiar Spiritual, Polres Semarang gelatlr Khataman Al-Qur’an dan santuni Yatim Piatu.

Jumat, 6 November 2026 - 11:33 WIB

Polres Purworejo Amankan 24 Remaja Diduga Terlibat Aksi Konvoi Bersenjata Tajam, Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan

Jumat, 6 November 2026 - 09:10 WIB

TK Pertiwi Krikilan Tak Terpasang Papan Proyek, Dua TK Lain Terima Bantuan Apbn Ratusan Juta: Kementerian Diminta Buka Data

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

Menatap Atap yang Hampir Ambruk: Kisah Ibu An An, Janda Dhuafa di Garut yang Bertaruh Nyawa di Rumah Tak Layak Huni

Kamis, 5 November 2026 - 19:41 WIB

Lima Bulan Dilanda Kekeringan, Air Bersih Jadi Mahal! Kapolres Sragen Turun Langsung Salurkan 5 Tangki di Dua Desa Sumberlawang

Berita Terbaru