GAWARIS Desak BGN Audit Investigatif SPPG Neglasari 2 Usai Dugaan Temuan Ulat pada Menu MBG di SDN Tegalgede 3

- Kontributor

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Tribuncakranews.com – Hendi Heryana dari GAWARIS (Gabungan Wartawan Indonesia Satu) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif dan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Neglasari 2 setelah adanya laporan dugaan temuan ulat pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke SDN Tegalgede 3, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 itu memicu perhatian masyarakat karena Program MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik dengan tetap mengedepankan standar keamanan pangan.

Berdasarkan hasil konfirmasi awak media kepada Aca, guru SDN Tegalgede 3, ia membenarkan adanya temuan tersebut. Menurut keterangannya, makanan yang diduga terdapat ulat ditemukan pada dua porsi, yakni satu porsi milik guru bernama Ibu Ani dan satu porsi milik seorang siswa bernama Sahla.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi mengenai asal makanan tersebut, Aca menjelaskan bahwa menu MBG berasal dari SPPG Neglasari 2.

Awak media kemudian menghubungi Kepala SPPG Neglasari 2, Abdul Wahid, melalui sambungan WhatsApp. Ia membenarkan telah menerima laporan dan langsung mendatangi sekolah untuk melakukan pengecekan.

Menurut Abdul Wahid, setelah menerima informasi tersebut pihaknya segera berkoordinasi dengan sekolah. Ia menyebut terdapat sekitar 166 penerima manfaat Program MBG di SDN Tegalgede 3.

“Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut. SPPG siap bertanggung jawab dan siap mengganti menu makanan yang bermasalah. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan persoalan tersebut telah kami tindak lanjuti. Kami juga menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya.

Sementara itu, Korcam SPPI Kecamatan Pakenjeng, Abdul Azid, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp menyampaikan harapannya agar seluruh pihak menjaga komunikasi dengan baik apabila ditemukan permasalahan di lapangan.

Menurutnya, setiap temuan sebaiknya segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat tanpa mengabaikan proses evaluasi. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh dapur MBG tentu tidak menginginkan kejadian seperti itu, namun dengan volume produksi makanan yang besar, potensi kelalaian tetap harus diantisipasi melalui pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Lautan Jamaah Padati Alun-Alun Bungbulang, Gema Tabligh Akbar "Generasi Digital" Sukses Memukau Publik

Menanggapi peristiwa tersebut, Hendi Heryana dari GAWARIS menilai bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa karena menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik sebagai penerima manfaat Program MBG..

Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan audit investigatif terhadap seluruh proses operasional SPPG Neglasari 2, mulai dari pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, distribusi makanan, hingga sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan.

Menurut Hendi Heryana, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.

Apabila dari hasil pemeriksaan resmi nantinya ditemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan, maka pihak yang bertanggung jawab diharapkan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Beberapa ketentuan yang dapat menjadi dasar evaluasi apabila terbukti terdapat pelanggaran antara lain Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta ketentuan mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan standar higiene sanitasi pangan.

Perlu ditegaskan bahwa ada atau tidaknya pelanggaran hukum merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan instansi berwenang berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

Hendi Heryana berharap dugaan temuan ulat pada menu MBG yang berasal dari SPPG Neglasari 2 ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Pakenjeng agar kualitas pelayanan, keamanan pangan, dan perlindungan terhadap peserta didik benar-benar menjadi prioritas utama.

 

Red***

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga 13 Ekor Sapi Bantuan Kelompok Tani Ngudi Barokah di Banyuasin Kembaran Raib, Warga Pertanyakan Pertanggungjawaban
Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat
DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR
PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!
Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang
Alami pecah ban belakang kanan, Bus Bandung Express terguling di Ambarawa.
Siswi SMK Hamil 7 Bulan Diduga Akibat Hubungan dengan Oknum ASN, Status WD Masih Beristri Jadi Sorotan
PENYADAPAN POLITIK: KETIKA ALAT KEKUASAAN MENGAWASI PRESIDEN, DEMOKRASI BERADA DALAM ANCAMAN
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:18 WIB

Diduga 13 Ekor Sapi Bantuan Kelompok Tani Ngudi Barokah di Banyuasin Kembaran Raib, Warga Pertanyakan Pertanggungjawaban

Jumat, 6 November 2026 - 22:29 WIB

Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

Jumat, 6 November 2026 - 17:26 WIB

PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang

Berita Terbaru