Sumba Barat Daya, NTT, Tribuncakranews.com – Keberadaan gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Loko Tali, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan pantauan tim media pada 28 Juli 2026, gedung yang merupakan aset desa tersebut tampak kosong dan tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.
Selain gedung yang tidak digunakan, fasilitas pendukung berupa kandang ayam petelur juga terlihat kosong. Tidak ditemukan ternak ayam maupun material usaha seperti pupuk, benih, atau sarana produksi lainnya yang sebelumnya diharapkan menjadi bagian dari unit usaha BUMDes.
BUMDes dibentuk sebagai lembaga ekonomi desa yang bertujuan mengelola potensi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai unit usaha. Namun kondisi fasilitas yang terbengkalai memunculkan pertanyaan warga mengenai keberlanjutan program dan pemanfaatan anggaran yang telah dialokasikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga mengaku sudah lama tidak mengetahui adanya aktivitas BUMDes.
«”Dulu sempat ada kegiatan, tapi sekarang sudah sepi. Gedungnya juga sudah lama kosong,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.»
Tim media kemudian meminta konfirmasi kepada Ketua BUMDes, Petrus Pati Kaha, melalui WhatsApp. Dalam keterangannya, ia mengaku pernah menyerahkan uang sebesar Rp20.000.000 kepada Penjabat Kepala Desa saat itu, Benyamin Rangga Mone, ketika pencairan dana BUMDes di kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) dekat GKS Mata Waitabula. Menurut Petrus, penyerahan uang tersebut tidak disertai kuitansi atau tanda bukti penerimaan.
Dua hari kemudian, tim media mengonfirmasi pernyataan tersebut kepada mantan Penjabat Kepala Desa Loko Tali, Benyamin Rangga Mone. Ia membantah telah meminjam uang sebesar Rp20.000.000 dan menyatakan bahwa jumlah yang dipinjam hanya Rp2.000.000.
Perbedaan keterangan antara Ketua BUMDes dan mantan Penjabat Kepala Desa tersebut hingga kini belum memperoleh penjelasan resmi maupun bukti yang dapat memperjelas duduk persoalan.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Loko Tali, pihak Kecamatan Kodi Balaghar, maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Barat Daya mengenai tidak beroperasinya BUMDes serta langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengaktifkan kembali aset desa tersebut.
Masyarakat berharap Penjabat Kepala Desa Adriana Jappa Wiwi, Pemerintah Kecamatan Kodi Balaghar, serta Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat Daya segera melakukan pendampingan, evaluasi, dan penelusuran terhadap pengelolaan aset BUMDes agar dapat kembali berfungsi untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga Desa Loko Tali.
Penulis: Matius Ndara Manu.












