MUI Jateng 2026–2031 Dikukuhkan, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

- Kontributor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026-2031. Komposisi kepengurusan tersebut dinilai memiliki kekuatan intelektual dan jaringan yang besar, bahkan disebut sebagai salah satu struktur kepengurusan MUI terbanyak dan paling impresif di Indonesia.

Kepengurusan baru MUI Jateng diharapkan tidak hanya berperan menjaga harmoni umat, tetapi juga mengambil bagian lebih luas dalam merespons persoalan sosial, menjaga stabilitas daerah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menempatkan MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Jawa Tengah yang aman, guyub, dan sejahtera.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi seusai menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2026-2031 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, 26 Agustus 2026. Menurut Luthfi, pergantian kepengurusan MUI bukan sekadar perubahan personel. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian ulama sekaligus upaya memperkuat persatuan umat di tengah berbagai dinamika dan tantangan kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“MUI adalah partner collaborative government dalam rangka menjadi cooling system permasalahan-permasalahan di wilayah kita, sehingga tercipta situasi aman sebagai syarat kesejahteraan masyarakat,” kata Luthfi.

Ia menegaskan pembangunan Jawa Tengah tidak mungkin dilakukan pemerintah seorang diri. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, ulama, perguruan tinggi, pelaku ekonomi, dunia usaha hingga media massa menjadi elemen penting dalam memperkuat pembangunan. Luthfi juga mengapresiasi jejaring kerja sama yang selama ini dibangun MUI Jateng dengan berbagai pihak, antara lain perguruan tinggi, Masyarakat Ekonomi Syariah, Bank Jateng Syariah, serta media massa.

“Aspek persatuan ini yang harus dikedepankan. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang terjalin itu menjadi bagian integral dan kebanggaan bersama dalam membangun wilayah,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga "Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam

Menurutnya, keberadaan MUI semakin penting karena pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus mampu menciptakan ketenteraman sosial, memperkokoh persatuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

MUI sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah

Ketua Umum MUI Pusat, KH M Anwar Iskandar, menegaskan posisi MUI sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah. Peran tersebut semakin strategis di tengah kompleksitas persoalan bangsa, mulai dari ekonomi, stabilitas sosial hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kiai Anwar, sinergi antara ulama dan umara perlu terus diperkuat sebagai modal bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan kehidupan beragama berlangsung dengan baik. Dia menilai hubungan antara ulama dan pemerintah di Jawa Tengah selama ini telah berjalan secara harmonis. Di sisi lain, Kiai Anwar mendorong MUI Jawa Tengah bersama pesantren lebih serius dalam memperkuat kaderisasi ulama perempuan. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk melahirkan ulama perempuan yang mampu mengambil peran lebih luas dalam organisasi maupun kehidupan keumatan.

“MUI Jawa Tengah juga harus fokus dalam kaderisasi ulama perempuan. Saya menantikan lebih banyak ulama perempuan lahir di Jawa Tengah dan ikut berkiprah di Majelis Ulama,” harapnya.

Kiai Anwar juga memberikan apresiasi terhadap komposisi kepengurusan MUI Jateng. Ia menyebut jumlah personel dalam kepengurusan tersebut sebagai yang terbanyak dibanding provinsi lain, dengan sekitar separuh pengurus menyandang gelar profesor.

“50 persen pengurusnya bergelar profesor. Ini menunjukkan kualitas pimpinan MUI Jawa Tengah sungguh luar biasa. Dan dan segi jumlah pengurus ini terbanyak di banding provinsi lain,” katanya.

Besarnya modal intelektual tersebut, Kiai Anwar, harus diiringi dengan niat tulus dalam menjalankan amanah sebagai khādimul ummah

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkara Dugaan Pencurian dan Perusakan Tuntas, Polres Sragen Limpahkan Penanganannya ke Denpom IV/4 Surakarta
Warung Madura di Jalan Karangjati–Pringapus Terbakar, Satu Motor Dilaporkan Ludes
Warung Madura di Jalan Karangjati–Pringapus Terbakar, Satu Motor Dilaporkan Ludes
Kandang Sapi Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Ternak di Ngrampal
Atap Ruang Kelas SDN Karanganyar 3 Roboh, Polsek Sambubgmacan Langsung Turun ke TKP
Lahan Kosong Terbakar di Kalijambe, Polisi dan Relawan Bergerak Cepat Padamkan Api
Polisi Sambangi TPA, SIKANCIL ALASKA Polsek Kedawung Bidik Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja
Berniat Cari Kayu Bakar, Seorang Kakek di Bandungan Temukan Bayi Perempuan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Perkara Dugaan Pencurian dan Perusakan Tuntas, Polres Sragen Limpahkan Penanganannya ke Denpom IV/4 Surakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:34 WIB

MUI Jateng 2026–2031 Dikukuhkan, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Warung Madura di Jalan Karangjati–Pringapus Terbakar, Satu Motor Dilaporkan Ludes

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Warung Madura di Jalan Karangjati–Pringapus Terbakar, Satu Motor Dilaporkan Ludes

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Kandang Sapi Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Ternak di Ngrampal

Berita Terbaru