Yogyakarta, Tribuncakranews.com – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., menghadiri kegiatan Pemberian Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) DIY Tahun Penetapan 2025 dalam rangka Agenda Puncak Bulan Warisan Dunia Daerah Istimewa Yogyakarta bertajuk “Manjing Ajur-Ajer” Jogja Heritage Alive 2026, di Gerbang Barat Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan DIY tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga, merawat, dan melestarikan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia kepada Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat serta pemerintah kabupaten dan kota se-DIY. Penyerahan tersebut merupakan bentuk pengakuan sekaligus amanah untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 33 sertifikat WBTb Indonesia Tahun Penetapan 2025 diserahkan kepada sejumlah penerima, meliputi Kota Yogyakarta sebanyak 11 karya budaya, Kabupaten Bantul enam karya budaya, Kabupaten Kulon Progo lima karya budaya, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat empat karya budaya, serta Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul masing-masing tiga karya budaya.
Selain penyerahan sertifikat, kegiatan puncak Bulan Warisan Dunia DIY juga diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya, di antaranya workshop batik, jamu, dan kebaya, pameran serta sarasehan keris, pertunjukan wayang, festival seni pertunjukan, pencak silat, hingga berbagai kompetisi bertema kebudayaan.
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa warisan budaya bukan sekadar angka atau pengakuan administratif, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang tumbuh melalui kebiasaan, tradisi, gotong royong, tata krama, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, semangat Manjing Ajur Ajer menggambarkan kemampuan kebudayaan Yogyakarta untuk terus hadir dan menyatu dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar serta nilai-nilai luhurnya.
“Budaya bukanlah kata benda, ia adalah kata kerja,” demikian pesan Sri Sultan yang menegaskan bahwa pelestarian kebudayaan membutuhkan keterlibatan nyata seluruh elemen masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, Kabinda DIY Brigjen TNI Firyawan, Kajati DIY Sri Kuncoro, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Forkopimda DIY, tokoh budaya, dan tamu undangan lainnya. (Penrem072Pmk)














