KENDAL — Tribuncakranews.com – Kemeriahan Kirab Budaya Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berlangsung meriah dengan melibatkan ratusan peserta dan disaksikan ribuan masyarakat, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Desa Rowosari ke-167. Perayaan Hari Jadi Desa Rowosari yang semestinya diperingati setiap 19 Agustus tersebut kemudian disatukan dengan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Kirab budaya semakin semarak dengan penampilan peserta yang mengenakan beragam busana adat Nusantara. Tidak hanya anak-anak, peserta juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan yang ada di Desa Rowosari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DPRD Kendal Sisca Meritania juga Ketua Komisi C fraksi Partai Gerindra menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme serta kekompakan warga dalam memeriahkan kirab budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Desa Rowosari.
Sisca yang hadir mewakili Mifta Reza N.P., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra, menilai kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan mempererat persatuan.
Menurut Sisca, peringatan Hari Kemerdekaan RI harus terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan, penghormatan kepada para pahlawan, sekaligus menjadi sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita harus mengenang dan selalu mengingat jasa para pahlawan atau pejuang. Di mana para pejuang telah rela berkorban jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga berpesan kepada generasi muda, khususnya di Desa Rowosari dan sekitarnya, agar tidak melupakan jasa serta perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.
“Semangat memperingati Hari Kemerdekaan RI ini sebagai sarana memupuk rasa cinta tanah air dan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, serta menyalakan kembali api perjuangan dalam bentuk kerja nyata dan mendukung program pemerintah dalam pembangunan daerah,” pesannya.
Kepala Desa Rowosari, Lukman Zakaria, bersama jajaran aparatur desa turut mengenakan busana adat Keraton Solo. Lukman bahkan ikut berjalan bersama peserta sepanjang pelaksanaan kirab budaya.
Kirab budaya tersebut diikuti 17 kontingen peserta yang berasal dari berbagai dusun, lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat. Peserta antara lain melibatkan sekolah PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK yang berada di wilayah Desa Rowosari.
Dalam keterangannya, Lukman Zakaria mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperingati dua agenda sekaligus, yakni Hari Jadi Desa Rowosari ke-167 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Karnaval kirab budaya hari ini adalah untuk memperingati Hari Jadi Desa Rowosari yang ke-167 tahun dan HUT RI yang ke-81 tahun. Yang semestinya Hari Jadi Desa jatuh pada tanggal 19 Agustus, kami sepakati untuk dijadikan satu dengan HUT RI,” ujar Lukman.
Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan seluruh dusun yang ada di Desa Rowosari, termasuk berbagai jenjang pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami melibatkan seluruh dusun yang ada di Desa Rowosari, sekolah PAUD, TK, SD, SMP dan SMK/SMA yang ada di Desa Rowosari ini. Selain itu juga semua organisasi masyarakat desa,” jelasnya.
Lukman menambahkan, pemerintah desa juga memberikan dukungan berupa subsidi sebesar Rp1 juta untuk masing-masing dusun yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Saya berharap kepada seluruh warga Desa Rowosari ke depannya bisa berbahagia bersama, berkumpul bersama, guyub rukun untuk kemajuan Desa Rowosari, sehingga pembangunan desa bisa lebih lancar lagi,” harapnya.
Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan kirab budaya juga mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga Rowosari, Dewi Saputri, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.
“Kami sangat menanti acara seperti ini setiap tahun dan saya berharap untuk tahun depan bisa lebih meriah lagi. Kalau bisa setiap peserta diberikan kupon undian supaya masyarakat lebih antusias dan acaranya semakin meriah,” tutup Dewi. (SY)














