Hampir Dua Bulan Belum Ada Kejelasan, Munawir Pertanyakan Kelanjutan Kasus Kebakaran MTs NU Jatipurwo

- Kontributor

Kamis, 10 September 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL, TRIBUNCAKRANEWS.COM // Kasus kebakaran yang terjadi dua kali di MTs NU Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat. Hampir dua bulan setelah kejadian, belum ada kejelasan pasti mengenai penyebab kebakaran maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir, mempertanyakan kelanjutan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai kasus tersebut, terlebih kebakaran terjadi dua kali dalam kurun waktu yang berdekatan.

“Kejadiannya sudah hampir dua bulan, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan yang pasti mengenai bagaimana perkembangan kasus ini. Kami tentu ingin mengetahui, sejauh mana pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan apakah sudah ada titik terang terkait penyebab maupun pelakunya,” ujar Munawir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munawir menegaskan, dirinya tidak bermaksud mencampuri proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat penegak hukum. Namun, sebagai wakil rakyat sekaligus tokoh masyarakat Desa Jatipurwo, ia merasa perlu menanyakan perkembangan kasus tersebut karena menyangkut keamanan lingkungan pendidikan dan keresahan masyarakat.

“Kami menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian. Tetapi karena sudah hampir dua bulan, tentunya masyarakat bertanya-tanya. Jangan sampai kasus ini kemudian tidak ada kabarnya. Kami berharap pihak kepolisian bisa memberikan informasi mengenai perkembangan penanganannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejak kejadian pertama, terdapat sejumlah temuan di lingkungan sekolah yang telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Pada kebakaran pertama, seorang guru menemukan galon air mineral yang diduga berisi bahan bakar jenis Pertamax serta sebuah korek api di lingkungan sekolah.

Kemudian pada kejadian kedua, ditemukan sisa pentol korek api di bagian belakang bangunan sekolah yang diduga menjadi salah satu titik awal munculnya api. Berbagai temuan tersebut, menurut Munawir, semestinya menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Kalau memang masih dalam proses penyelidikan, kami tentu menghormatinya. Tetapi kami berharap ada perkembangan yang jelas. Apalagi sebelumnya ada temuan-temuan di lokasi yang sudah disampaikan kepada kepolisian,” ungkapnya.

Munawir meminta kepolisian segera memberikan kejelasan apabila hasil penyelidikan sudah mengarah pada kesimpulan tertentu. Jika ditemukan bukti adanya tindak pidana, ia berharap pelaku dapat segera diungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kalau memang ada unsur kesengajaan dan ada pelakunya, kami berharap segera diungkap. Tetapi kalau hasil penyelidikan menyatakan penyebabnya bukan karena kesengajaan, itu juga perlu disampaikan secara jelas kepada masyarakat. Yang paling penting adalah adanya kepastian,” tegas Munawir.

Menurutnya, kejelasan kasus tersebut sangat penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Selain itu, kepastian hukum juga diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada para guru, siswa, pengelola madrasah, dan warga sekitar.

“Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. Semua harus berdasarkan bukti. Namun, hampir dua bulan ini tentu bukan waktu yang sebentar. Kami berharap kepolisian dapat segera memberikan kejelasan mengenai kasus ini,” pungkasnya.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu kejelasan mengenai hasil penyelidikan aparat kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran tersebut. Red/Surya (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla
Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI
Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara
Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme
Tindak Lanjuti Keluhan Nelayan, Wapres Tinjau Langsung Pendangkalan Sungai di Cilacap
Depo Pencucian Pasir Beroperasi 24 Jam, Timbulkan Keresahan Warga, Surat Pernyataan Hentikan Aktivitas Jadi Sorotan
Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2026, Pelanggaran Berisiko Kecelakaan Fatal Seperti Lawan Arus Jadi Prioritas
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme

Berita Terbaru