Dugaan Pungli dan Birokrasi Berbelit di Samsat Kabupaten Pekalongan Dikeluhkan Warga

- Kontributor

Senin, 21 September 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB PEKALONGAN, TRIBUNCAKRANEWS.COM // Senin, 21/9/2026. Dugaan adanya pungutan di luar ketentuan resmi serta alur pelayanan yang dinilai berbelit kembali menjadi sorotan masyarakat di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Pekalongan.

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui ulasan publik di platform digital. Sejumlah pengguna layanan mengaku kecewa terhadap proses pelayanan, termasuk dugaan adanya penarikan biaya pada tahapan cek fisik kendaraan yang disebut mencapai Rp50.000.

Padahal, masyarakat mempertanyakan dasar penarikan biaya tersebut karena pelaksanaan cek fisik kendaraan bermotor tidak tercantum sebagai layanan yang dikenakan tarif PNBP dalam ketentuan tarif PNBP Kepolisian yang berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain dugaan biaya pada proses cek fisik, keluhan lain juga menyinggung adanya dugaan pungutan sebesar Rp50.000 yang dikaitkan dengan pengurusan administrasi KTP di lokasi pelayanan.

Warga Keluhkan Alur Administrasi Berulang

Persoalan tidak berhenti pada dugaan pungutan. Warga juga menyoroti mekanisme administrasi yang dinilai belum sederhana.

Seorang pemohon yang hendak melakukan perpanjangan pajak sekaligus penyesuaian alamat mengaku diminta melengkapi surat rekomendasi dari desa, meskipun telah membawa KTP asli.

Kondisi tersebut disebut membuat pemohon harus kembali ke kantor Samsat hingga beberapa kali untuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena pelayanan publik semestinya memberikan kejelasan mengenai persyaratan, prosedur, waktu penyelesaian, serta biaya yang harus dibayarkan sejak awal.

Keluhan warga tersebut tentu perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah terdapat pungutan yang benar-benar dilakukan oleh petugas, apakah pungutan tersebut memiliki dasar hukum, serta siapa pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

Aturan Tarif dan Pelayanan Publik

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, masyarakat dapat melihat ketentuan mengenai jenis layanan dan tarif PNBP kepolisian.

Sementara itu, ketentuan mengenai pelayanan publik diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang antara lain mengatur kewajiban penyelenggara pelayanan untuk memberikan kepastian prosedur, persyaratan, waktu penyelesaian dan biaya pelayanan.

Terkait dugaan pungutan di luar ketentuan, aspek hukumnya juga perlu dilihat berdasarkan fakta hasil pemeriksaan dan kewenangan pihak yang melakukan penarikan. Ketentuan tindak pidana korupsi dapat diterapkan apabila unsur-unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan terbukti terpenuhi.

Perlu Transparansi dan Klarifikasi

Rangkaian keluhan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola pelayanan Samsat Kabupaten Pekalongan.

Masyarakat membutuhkan informasi yang terang mengenai biaya resmi, persyaratan administrasi, alur pelayanan, serta dasar hukum setiap dokumen yang diwajibkan.

Apabila memang terdapat pungutan di luar ketentuan, masyarakat tentu berharap dilakukan pemeriksaan dan tindakan sesuai aturan. Sebaliknya, apabila terdapat kekeliruan informasi atau prosedur yang sebenarnya memiliki dasar administratif, pihak Samsat juga perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Awak media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Kantor Bersama Samsat Kabupaten Pekalongan maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan atas keluhan dan dugaan yang disampaikan masyarakat tersebut. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga 13 Ekor Sapi Bantuan Kelompok Tani Ngudi Barokah di Banyuasin Kembaran Raib, Warga Pertanyakan Pertanggungjawaban
Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat
DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR
PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!
Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang
Alami pecah ban belakang kanan, Bus Bandung Express terguling di Ambarawa.
Siswi SMK Hamil 7 Bulan Diduga Akibat Hubungan dengan Oknum ASN, Status WD Masih Beristri Jadi Sorotan
PENYADAPAN POLITIK: KETIKA ALAT KEKUASAAN MENGAWASI PRESIDEN, DEMOKRASI BERADA DALAM ANCAMAN
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:18 WIB

Diduga 13 Ekor Sapi Bantuan Kelompok Tani Ngudi Barokah di Banyuasin Kembaran Raib, Warga Pertanyakan Pertanggungjawaban

Jumat, 6 November 2026 - 22:29 WIB

Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

Jumat, 6 November 2026 - 17:26 WIB

PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang

Berita Terbaru