SEMARANG, TRIBUNCAKRANEWS.COM | — Persoalan pelayanan kesehatan yang dialami seorang anak di Klinik All About Care pada 2025 akhirnya menemui titik penyelesaian. Meivita, orang tua pasien, menyatakan bahwa sengketa dengan pihak klinik telah diselesaikan melalui kesepakatan yang mencakup permohonan maaf secara terbuka dan pembayaran ganti rugi.
Penyelesaian tersebut disampaikan Meivita melalui siaran pers yang diterima redaksi. Ia menjelaskan, persoalan bermula dari dugaan kesalahan diagnosis dan tindakan medis yang menurut pihak keluarga berdampak terhadap kondisi kesehatan anaknya.
Dalam pernyataan tertulisnya, Meivita menyebut pihak Klinik All About Care telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media massa. Permohonan maaf itu disebut telah dimuat di Radar Semarang, halaman 2, edisi 29 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain permohonan maaf, kesepakatan tersebut juga mencakup pembayaran ganti rugi kepada keluarga pasien. Menurut Meivita, kompensasi itu dimaksudkan sebagai penggantian biaya pengobatan dan tindakan operasi rekonstruksi yang harus dijalani anaknya akibat penanganan medis yang dipersoalkan.
Bukan Sekadar Ganti Rugi, Keluarga Menuntut Tanggung Jawab
Meivita menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh keluarga sejak awal bukan semata-mata untuk memperoleh kompensasi finansial. Pihak keluarga, menurutnya, menginginkan adanya pengakuan dan pertanggungjawaban yang jelas atas persoalan yang dialami anaknya.
“Yang kami inginkan sejak awal bukan semata soal ganti rugi, melainkan pengakuan yang jujur dan tanggung jawab yang nyata atas apa yang terjadi pada anak kami,” demikian pernyataan Meivita dalam siaran persnya.
Ia berharap penyelesaian ini menjadi pelajaran bagi seluruh penyedia layanan kesehatan agar semakin mengutamakan kehati-hatian, kompetensi, dan keselamatan pasien, terutama ketika menangani pasien anak.
Bagi keluarga, persoalan tersebut dinyatakan selesai setelah kesepakatan tercapai. Meivita juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penyelesaian serta tim medis yang menangani pemulihan anaknya.
Keselamatan Pasien Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya standar pelayanan medis, kejelasan kompetensi tenaga kesehatan, serta kepatuhan terhadap perizinan praktik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan tidak hanya menuntut kemampuan teknis tenaga medis, tetapi juga kehati-hatian dalam menetapkan diagnosis, menentukan tindakan, serta menyampaikan informasi yang memadai kepada pasien dan keluarga.
Terlebih ketika pasien merupakan anak-anak, setiap keputusan medis membutuhkan perhatian serius karena menyangkut keselamatan, kondisi kesehatan, dan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.














