Boyolali, tribuncakranews.com — Satuan Tugas (Satgas) pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Boyolali melakukan pemantauan terhadap sejumlah dapur penyedia makanan atau Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari hasil pengawasan tersebut, ditemukan beberapa permasalahan terkait menu makanan dan standar pengelolaan dapur.
Ketua Satgas SPPG Boyolali yang juga Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, dari hasil pemantauan di lapangan terdapat sekitar lima hingga enam dapur SPPG yang masih dalam pengawasan karena dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi menu maupun tata kelola operasional dapur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa dapur kami klasifikasikan dalam kategori pengawasan dan evaluasi. Fokus kami memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi serta pengelolaan dapur berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, temuan Satgas di antaranya berkaitan dengan kesesuaian menu dengan standar gizi, gramasi makanan, serta aspek teknis pengelolaan dapur yang masih perlu diperbaiki oleh pengelola SPPG. Meski demikian, Satgas tidak langsung menghentikan operasional dapur tersebut, melainkan memberikan pembinaan agar segera melakukan perbaikan.
Dwi Fajar menegaskan, kewenangan untuk menghentikan operasional dapur MBG berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara Satgas di daerah bertugas melakukan pengawasan, evaluasi, serta pembinaan terhadap pelaksana program di lapangan.
Ia juga meminta pihak sekolah untuk turut mengawasi pelaksanaan program tersebut. Jika ditemukan menu yang tidak sesuai ketentuan, sekolah dapat memberikan teguran kepada pengelola dapur. Apabila dalam waktu satu pekan tidak ada perbaikan, laporan dapat diteruskan kepada Satgas untuk ditindaklanjuti.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Oleh karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan agar kualitas makanan dan standar pelaksanaannya tetap terjaga.
Satgas berharap seluruh pengelola dapur SPPG dapat segera melakukan perbaikan sesuai standar, sehingga pelaksanaan program MBG di Boyolali dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Jatmiko













