WASPADA MODUS PENIPUAN: GNI Imbau Warga Hati-hati Pakai Aplikasi Kencan Daring, Bisa Jadi Sasaran Pemerasan

- Kontributor

Kamis, 23 April 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, Tribuncakranews. com – Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP GNI), Rules Gajah, SKom mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan aplikasi kencan daring. Hal ini menyusul maraknya modus kejahatan yang memanfaatkan platform tersebut untuk menjerat korban dalam aksi pornografi demi tujuan pemerasan.

“Saat ini cukup banyak aplikasi kencan daring yang bisa disalahgunakan untuk seks bebas. Tapi yang perlu diwaspadai, banyak juga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan pemerasan,” kata Rules Gaja kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

Menurut Rules Gaja, modus operandi pelaku biasanya dimulai dengan perkenalan hingga pertukaran nomor WhatsApp. Setelah cukup akrab, korban diajak melakukan panggilan video (video call). Di sinilah korban dipancing untuk melakukan hal-hal yang menjurus pada tindakan pornografi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah rekaman didapat, barulah pelaku mengancam akan menyebarkan konten tersebut ke media online dan melaporkan korban ke pihak kepolisian dengan tuduhan melanggar UU ITE dan UU Pornografi,” jelasnya.

Mengaku Polisi dan Catut Media Nasional

Untuk menambah efek penakutkan, pelaku tidak segan-segan mencatut nama besar media online nasional dan mengaku sebagai anggota Polri. Pelaku menawarkan jasa untuk “men-take down” berita atau menyelesaikan masalah di kepolisian dengan cara damai, asalkan korban bersedia mentransfer sejumlah uang.

“Sebaiknya tidak usah lah bermain aplikasi kencan daring karena lebih besar dampak negatifnya daripada positifnya,” imbau Rules Gaja tegas.

Kasus di Deli Serdang

Peringatan ini disampaikan menyusul kasus yang baru saja menimpa seorang pria berinisial R alias G, warga Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Korban menjadi korban pemerasan setelah menggunakan aplikasi kencan daring bernama SUGO.

Dalam kejadian tersebut, korban dipancing melakukan adegan yang menjurus pornografi saat video call. Tak lama berselang, korban menerima ancaman via WhatsApp yang menagih uang damai sebesar Rp1.650.000 dengan alasan telah melanggar UU ITE.

Pelaku mengaku kasus korban sudah dimuat di media nasional dan akan ditangkap polisi jika tidak membayar. Bahkan, pelaku mengirimkan video sosok pria berseragam polisi serta narasi bahwa pasangan kencan korban sudah ditangkap, untuk semakin menekan mental korban.

Pelaku menghubungi korban menggunakan sejumlah nomor WhatsApp, di antaranya 0857-0898-3508 dengan nama akun AIPDA RULLY ADITIA, serta nomor lainnya 0812-9754-5366, 0838-8933-6257, dan 0601-6857-5661.

Mendesak Polisi Tindak Tegas

Melihat fakta di lapangan, Rules Gaja mendesak pihak Kepolisian agar segera melakukan pengusutan mendalam dan menangkap pelaku secepatnya.

“Perbuatan tersebut bukan hanya pelanggaran pidana, tapi bisa merusak citra Kepolisian karena oknum tersebut menyebarkan video yang seolah-olah anggota Polri. Selain itu juga merusak reputasi media online nasional yang dicatut namanya,” tegas Rules Gaja.

Ia berharap masyarakat semakin waspada dan tidak mudah tergiur atau terprovokasi sehingga tidak menjadi korban kejahatan siber yang merugikan secara materi maupun mental.

 

 

(tim)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus BLT Palsu di Getasan, Lansia Kehilangan Emas dan HP, Pelaku Kabur Tinggalkan Korban di Tengah Jalan
Korcam sppg sekaligus kepala sppg gunung sari satu Aan Indrayani SA.K bungkam saat di konfirmasi terkait dugaan semerawut nya tata kelola MBG di wilayah gunung sari 
Tim Wasev dan BPKP Laksanakan Monitoring dan Evaluasi KDKMP di Wilayah Kodim 0701/Banyumas
Operasi Cipta Kondisi, Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan Pesta Miras Pemuda Asal Boyolali
Polres Wonogiri Kawal Ketat Kegiatan Tes Jago PSHT di Sejumlah Kecamatan, Situasi Aman dan Kondusif
DPC FERADI WPI Jakarta Timur Gelar Pelantikan Pengurus Ketua Umum FERADI WPI Hadir Langsung
Turnamen Voli Sumber Cup II di Purwantoro Berlangsung Meriah, Polsek Purwantoro Lakukan Pengamanan
Negara Tak Boleh Kalah!! PT. Agrinas Palma Nusantara Mendesak Pihak Kepolisian Menindak Tegas KSO CV. ETK yang Memanen Paksa Padahal KSO nya Sudah Dibatalkan.
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:43 WIB

Modus BLT Palsu di Getasan, Lansia Kehilangan Emas dan HP, Pelaku Kabur Tinggalkan Korban di Tengah Jalan

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:06 WIB

Korcam sppg sekaligus kepala sppg gunung sari satu Aan Indrayani SA.K bungkam saat di konfirmasi terkait dugaan semerawut nya tata kelola MBG di wilayah gunung sari 

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:02 WIB

Tim Wasev dan BPKP Laksanakan Monitoring dan Evaluasi KDKMP di Wilayah Kodim 0701/Banyumas

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:10 WIB

Operasi Cipta Kondisi, Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan Pesta Miras Pemuda Asal Boyolali

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:50 WIB

Polres Wonogiri Kawal Ketat Kegiatan Tes Jago PSHT di Sejumlah Kecamatan, Situasi Aman dan Kondusif

Berita Terbaru