Tragis, Petani Perempuan Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah Sragen, Polisi Bergerak Cepat Olah TKP

- Kontributor

Selasa, 28 April 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sragen-Jateng, Tribuncakranews.com – Suasana pagi yang seharusnya tenang di kawasan persawahan Dukuh Kiping, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, mendadak berubah mencekam. Seorang perempuan petani ditemukan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik yang diduga berasal dari jebakan tikus, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban diketahui bernama Sp (51), warga Dukuh Kiping Desa Banaran Ssmbungmacan, yang kesehariannya bekerja sebagai petani.

Ia ditemukan dalam kondisi tertelungkup di pinggir jalan persawahan, berdekatan dengan sepeda motor miliknya yang juga dalam posisi roboh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh Sukirno, pemilik lahan sawah, saat hendak mematikan mesin genset yang digunakan untuk mengalirkan listrik ke jebakan tikus di area tersebut.

Betapa terkejutnya ia ketika mendapati tubuh korban sudah tak bernyawa dan masih bersentuhan dengan kabel beraliran listrik.

“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan diduga kuat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang masih aktif,” ungkap Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno.

Mendapat laporan dari perangkat desa, jajaran Polsek Sambungmacan bergerak cepat menuju lokasi. Petugas piket jaga (Pamapta) bersama personel langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) guna menghindari kerumunan warga sekaligus memastikan tidak ada korban lain.

Tak berselang lama, Tim Inafis Polres Sragen turut diterjunkan untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh. Dengan peralatan lengkap, tim melakukan identifikasi, dokumentasi, serta pengumpulan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti di antaranya satu unit genset merk General Power ET2500C warna biru yang masih terhubung dengan kabel listrik, kawat bendrat sepanjang kurang lebih dua meter, serta satu bohlam lampu yang diduga menjadi bagian dari rangkaian jebakan listrik.

Baca Juga:  Panen Jagung 1,4 Ton di Sambirejo, Polres Sragen Kawal Ketahanan Pangan dari Tingkat Desa

Selain itu, sepeda motor Honda Astrea milik korban juga ditemukan di lokasi dalam kondisi terjatuh.

“Dugaan sementara, korban yang melintas dengan sepeda motor terjatuh ke sisi kiri jalan, kemudian mengenai kabel jebakan tikus yang masih dialiri listrik,” jelas AKP Warseno.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi serta melakukan koordinasi intensif dengan Satreskrim Polres Sragen untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Status perkara saat ini masih dalam tahap penyelidikan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan jebakan listrik tersebut.

Kejadian ini kembali menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya petani, terkait bahaya penggunaan aliran listrik sebagai jebakan hama yang dapat berakibat fatal dan melanggar hukum.

Polisi mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan metode berbahaya tersebut dan segera melaporkan apabila menemukan praktik serupa di lingkungan sekitar.

“Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Penggunaan listrik untuk jebakan tikus sangat berisiko dan dapat berujung pada konsekuensi hukum,” tegas Kapolsek.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi alarm keras akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas pertanian di wilayah pedesaan.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Polres Sragen,Polda Jateng

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polrestabes Semarang Ungkap Dugaan Pencabulan Anak, Korban Sempat Dibawa ke Tiga Daerah
Resmob Polrestabes Semarang Ungkap Penipuan Minyak Jelantah Rp3,29 Miliar, Satu Pelaku Ditangkap di Sukoharjo
Gerak Cepat Tim Damkar Sektor Pameungpeuk Padamkan Kebakaran Lahan 1 Hektare di Cikelet, Aset Miliaran Rupiah Terselamatkan
Jelang Pembukaan MTQ XXXI, Polrestabes Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 6.350 Personel Gabungan
Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Selama Acara MTQN XXXI di Simpang Lima, Polda Jateng Berikan Panduan Rute Alternatif Saat Pengalihan Arus
Polrestabes Semarang Siapkan 754 Personel Amankan Laga PSIS vs PSPS Pekanbaru, Tiket Tembus 15 Ribu
Sengketa Lahan di Desa Kembaran Kecamatan Kembaran Banyumas,Dugaan adanya Pemalsuan Tanda Tangan Almarhum dari Istri..SUGIARTO TERHADAP TERJADINYA JUAL BELI.
Wujud Kepedulian Sosial, Garda Mawar Gunungkidul Rutin Gelar Program “Jumat Berkah” Menyasar Masyarakat Membutuhkan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:39 WIB

Polrestabes Semarang Ungkap Dugaan Pencabulan Anak, Korban Sempat Dibawa ke Tiga Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 20:34 WIB

Resmob Polrestabes Semarang Ungkap Penipuan Minyak Jelantah Rp3,29 Miliar, Satu Pelaku Ditangkap di Sukoharjo

Jumat, 11 September 2026 - 17:56 WIB

Gerak Cepat Tim Damkar Sektor Pameungpeuk Padamkan Kebakaran Lahan 1 Hektare di Cikelet, Aset Miliaran Rupiah Terselamatkan

Jumat, 11 September 2026 - 17:42 WIB

Jelang Pembukaan MTQ XXXI, Polrestabes Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 6.350 Personel Gabungan

Jumat, 11 September 2026 - 17:38 WIB

Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Selama Acara MTQN XXXI di Simpang Lima, Polda Jateng Berikan Panduan Rute Alternatif Saat Pengalihan Arus

Berita Terbaru