Pernyataan “Duel” Suparman Dinilai Picu Kegaduhan, Narasi VS Berpotensi Seret Masyarakat ke Arah Benturan

- Kontributor

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, Tribuncakranews. com – Situasi polemik antara Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, dan mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Pernyataan terbuka Suparman yang menantang duel satu lawan satu dinilai bukan sekadar emosi sesaat, tetapi berpotensi memantik kegaduhan luas di tengah masyarakat.

Disampaikan di hadapan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (4/5/2026), pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik. Dalam narasinya, Suparman tidak hanya menyatakan siap menghadapi Iwan Pansa, tetapi juga membuka ruang konfrontasi langsung di luar jalur formal.

Di tengah kondisi sosial yang sensitif, narasi “adu satu lawan satu” dan framing “VS” dinilai berbahaya. Sejumlah kalangan menilai, ucapan tersebut bisa ditafsirkan sebagai legitimasi konflik terbuka, yang berpotensi menyeret massa pendukung ke arah benturan fisik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar pernyataan biasa. Ini bisa menjadi pemantik. Kalau tidak dikendalikan, efeknya bisa meluas ke bawah,” ujar seorang pengamat sosial di Pekanbaru.

Ironisnya, di saat yang sama Suparman juga mengklaim telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polda Riau, serta mengimbau masyarakat tetap tenang. Namun, kombinasi antara ajakan menahan diri dan tantangan duel justru dinilai kontradiktif dan membingungkan publik.

Dalam perspektif budaya Melayu, sikap seperti itu dinilai jauh dari nilai adab dan kebijaksanaan. Negeri Melayu dikenal menjunjung tinggi diplomasi, musyawarah, dan penyelesaian bermartabat—bukan konfrontasi terbuka.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan 1447 Hijriah, Ketua MPC Pemuda Pancasila Deliserdang Junaidi Bagikan Daging Dan Beras

“Kalau bicara marwah Melayu, tidak ada ruang untuk duel. Yang ada itu duduk bersama, bicara baik-baik, atau serahkan ke hukum,” tegas tokoh masyarakat setempat.

Kekhawatiran lain yang mencuat adalah potensi kepanikan sosial. Narasi keras dari tokoh publik dapat dengan cepat menyebar di media sosial, memicu spekulasi liar, hingga membentuk opini yang memecah masyarakat.

Jika situasi ini terus dibiarkan tanpa klarifikasi dan penurunan tensi, bukan tidak mungkin konflik personal akan berkembang menjadi konflik kelompok. Hal inilah yang mulai diwaspadai berbagai pihak.

Sejumlah elemen masyarakat pun mendesak agar semua pihak, khususnya figur publik, lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan. Mereka mengingatkan bahwa konflik ini pada dasarnya adalah persoalan pribadi, bukan persoalan adat atau marwah Melayu.

“Jangan sampai negeri ini gaduh hanya karena ego dua orang. Rakyat tidak butuh tontonan konflik, rakyat butuh ketenangan,” tutupnya.

Di sisi lain, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang terjadi. Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar situasi tidak semakin memanas dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan, demi menjaga kondusivitas di Kota Pekanbaru.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dindikpora Banjarnegara Terbitkan Edaran Pakta Integritas Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
HEBOH! DANA PROGRAM 1000 SARJANA RP 27 MILIAR PER SEMESTER, DOSEN UNIVERSITAS SAPTA MANDIRI BALANGAN 5 BULAN TAK DIGAJI, RUMAH MEWAH & MOBIL LISTRIK MUNCUL DI SEBELAH KAMPUS
Lapas Pati Gelar Senam Hipertensi, Jaga Kebugaran WBP dan Kendalikan Tekanan Darah
Pangdam IV/Diponegoro Tutup Turnamen Panjat Tebing 2026 di Yogyakarta
Detasemen Intelijen Kodam IV/Diponegoro Ucapkan Selamat Kepada Letkol Arh Agus Fithriyanto, S.A.P. Mengikuti Dikjab Golongan V
Gagal Rampas Tas dan Sempat Dihakimi Warga, Lima Pelaku Jambret Diamankan Polres Semarang
Pangdam IV/Diponegoro Tutup Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 di Yogyakarta
Pameran Lalu lintas Semarakkan HUT Polantas Bhayangkara ke-71, Sat Lantas Polres Semarang Hadirkan Hiburan dan Edukasi Lalu Lintas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 18:22 WIB

Dindikpora Banjarnegara Terbitkan Edaran Pakta Integritas Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 17:46 WIB

HEBOH! DANA PROGRAM 1000 SARJANA RP 27 MILIAR PER SEMESTER, DOSEN UNIVERSITAS SAPTA MANDIRI BALANGAN 5 BULAN TAK DIGAJI, RUMAH MEWAH & MOBIL LISTRIK MUNCUL DI SEBELAH KAMPUS

Sabtu, 19 September 2026 - 17:15 WIB

Lapas Pati Gelar Senam Hipertensi, Jaga Kebugaran WBP dan Kendalikan Tekanan Darah

Sabtu, 19 September 2026 - 16:42 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Tutup Turnamen Panjat Tebing 2026 di Yogyakarta

Sabtu, 19 September 2026 - 16:36 WIB

Detasemen Intelijen Kodam IV/Diponegoro Ucapkan Selamat Kepada Letkol Arh Agus Fithriyanto, S.A.P. Mengikuti Dikjab Golongan V

Berita Terbaru