Geger! Puluhan Siswa Diduga Kesurupan Saat Kemah di Kepurun Manisrenggo, Kegiatan Dihentikan

- Kontributor

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten, Tribuncakranews.com – Kegiatan ekstrakurikuler kemah yang diikuti siswa SMKN 2 Gedangsari di kawasan bumi perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo mendadak geger setelah puluhan siswa diduga mengalami kesurupan pada Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Insiden tersebut membuat suasana perkemahan menjadi panik dan gaduh hingga dini hari. Akibat kejadian itu, pihak guru akhirnya memutuskan menghentikan kegiatan kemah yang semula direncanakan berlangsung selama tiga hari dua malam.

Salah satu siswa yang ditemui di wilayah Klaten pada Rabu (13/5/2026) mengatakan, lokasi bumi perkemahan tersebut memang dikenal angker oleh sebagian masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menurut informasi warga, tempat itu memang angker walaupun sering dipakai untuk bumi perkemahan,” ujar salah satu siswa.

Ia juga menyoroti sikap sejumlah guru pendamping saat para siswa mengalami kesurupan. Menurutnya, salah satu guru berinisial MT justru terlihat bermain ponsel dan beristirahat saat kejadian berlangsung.

“Bukannya menolong, Pak MT malah enak-enak main HP padahal melihat siswa kesurupan. Bahkan salah satu guru lain cuma mondar-mandir tidak jelas,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wadan Satgas TMMD Reguler Pengecekan Rabat Beton Jalan 

Keluhan juga disampaikan salah satu siswi terkait minimnya pengawasan dan fasilitas selama kegiatan berlangsung. Ia menyebut jumlah guru penjaga sangat terbatas dibanding jumlah peserta kemah.

“Guru yang berjaga sekitar tujuh orang. Tenda untuk perempuan juga gelap dan kurang penerangan. Banyak tenda sudah rusak dan tidak layak pakai,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, para siswa juga diminta iuran sebesar Rp20 ribu untuk biaya pencucian tenda.

Selain itu, muncul dugaan adanya intimidasi terhadap salah satu siswi yang hendak dijemput pulang oleh keluarganya setelah insiden kesurupan terjadi. Beberapa siswa menyebut ketua panitia bernama Kusnanti diduga mengeluarkan ancaman terkait nilai kepramukaan dan kenaikan kelas.

“Katanya kalau pulang tidak akan diberi nilai pramuka dan tidak dinaikkan kelas,” kata salah satu siswa menirukan ucapan yang diduga disampaikan panitia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah siswa yang diduga mengalami kesurupan disebut mencapai lebih dari 20 orang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

 

(Tim Redaksi)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menyambut bulan kemerdekaan, PJW luncurkan HALO PJW, kanal pengaduan warga Wonogiri
Polantas Menyapa Hadirkan Pendampingan Pengisian Formulir SIM, Satlantas Polres Karanganyar Permudah Pelayanan kepada Masyarakat
Dukung Bersih-Bersih Institusi, AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH dan Pidanakan Kompol DK
Meriahkan HUT ke-7, FWJ Indonesia Lantik Pengurus Baru Periode 2026-2029
Kapolres Simalungun Bersama Kajari Kompak dan Solid Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional
Dukung Kesejahteraan Masyarakat, Kodim 0730/Gunungkidul Gelar Kegiatan Non-Fisik TMMD Ke-129 Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Umbulrejo
Kasus Dugaan Penipuan Rp1,05 Miliar Naik Babak Baru, Pasutri Pengusaha Walet Berstatus Tersangka
Kapolres Pematangsiantar Terima Piagam Penghargaan Pelayanan Prima Kategori A dari Kapolri, Diserahkan Kapolda Sumut
Berita ini 1,090 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:18 WIB

Menyambut bulan kemerdekaan, PJW luncurkan HALO PJW, kanal pengaduan warga Wonogiri

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Polantas Menyapa Hadirkan Pendampingan Pengisian Formulir SIM, Satlantas Polres Karanganyar Permudah Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:12 WIB

Dukung Bersih-Bersih Institusi, AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH dan Pidanakan Kompol DK

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:23 WIB

Meriahkan HUT ke-7, FWJ Indonesia Lantik Pengurus Baru Periode 2026-2029

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapolres Simalungun Bersama Kajari Kompak dan Solid Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Berita Terbaru