Semarang, Tribuncakranews.com — Kondisi Jalan Citarum yang membentang di wilayah Kelurahan Mlatibaru hingga Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sebagai salah satu jalur strategis di kawasan bisnis perkotaan atau Central Business District (CBD), ruas jalan ini memiliki tingkat mobilitas yang tinggi karena menjadi akses menuju rumah sakit, sekolah, stadion, kawasan pertokoan, permukiman padat penduduk, hingga jalur penghubung ke Kabupaten Demak dan Grobogan.
Dengan intensitas lalu lintas yang padat, termasuk kendaraan bertonase besar, masyarakat menilai Jalan Citarum semestinya memiliki konstruksi jalan yang lebih kuat dan tahan terhadap beban berat. Namun kondisi tanah di kawasan tersebut yang memiliki karakter kembang-susut tinggi, sementara permukaan jalan masih menggunakan paving, menyebabkan banyak titik mengalami amblas dan bergelombang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi itu dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Selain menimbulkan getaran yang cukup keras, gelombang jalan juga disebut kerap menyebabkan kerusakan pada kendaraan.
“Kalau bocor masih bisa ditambal, tapi ini sering sampai pentil ban robek dan harus ganti ban dalam. Biayanya jadi lebih besar,” ujar salah seorang pengendara di sekitar Jalan Citarum.
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebenarnya dinilai cukup responsif terhadap keluhan masyarakat. Perbaikan paving beberapa kali dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Namun, warga menilai pola perbaikan yang bersifat parsial belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Pasalnya, ketika satu titik diperbaiki, gelombang jalan justru muncul di titik lain di sekitarnya akibat tekanan kendaraan berat yang terus melintas. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan efektivitas perbaikan tambal sulam yang dilakukan berulang kali.
Selain itu, Jalan Citarum juga dikabarkan telah masuk agenda pembangunan dengan konstruksi beton atau cor permanen melalui mekanisme tender. Karena itu, muncul pertanyaan dari masyarakat terkait efisiensi penggunaan anggaran pemeliharaan paving yang dilakukan menjelang proyek pembangunan baru tersebut.
Sejumlah warga berharap penanganan Jalan Citarum ke depan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berjangka panjang, agar anggaran yang digunakan benar-benar efektif serta mampu memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Penulis : Khanza Haryati
Editor : Khanza Haryati
Sumber Berita: Forum Kota Semarang













