Teror Bersenjata di Warkop Tembung: Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Jaringan Togel Mulai Terkuak

- Kontributor

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, Tribuncakranews. com — Tragedi memilukan di sebuah warung kopi kawasan Tembung kini berubah menjadi sorotan serius publik. Kematian seorang warga yang diduga akibat syok usai aksi intimidasi sekelompok pria berbadan tegap, mulai membuka tabir dugaan praktik gelap perjudian togel yang disebut-sebut dibekingi oknum aparat.

Peristiwa itu terjadi saat suasana warkop masih ramai oleh warga yang tengah menikmati malam dan bermain catur. Namun ketenangan mendadak berubah mencekam ketika sekitar delapan pria datang dengan sikap arogan. Mereka disebut menggebrak meja, membuat keributan, hingga diduga mempertontonkan senjata api di hadapan pengunjung.

Aksi yang disebut warga sebagai bentuk “show of force” itu sontak memicu kepanikan. Seorang pria yang sedang bermain catur dikabarkan kolaps dan meninggal dunia di lokasi akibat dugaan serangan jantung setelah mengalami syok berat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah duka keluarga korban, muncul desas-desus yang berkembang luas di masyarakat terkait identitas pria cepak yang disebut memimpin rombongan tersebut. Sosok itu dikenal dengan sejumlah nama alias, mulai dari Yoga, Harahap, Ardian hingga Syah. Ia diduga merupakan oknum TNI yang selama ini disebut-sebut bergerak di lapangan sebagai pihak keamanan jaringan perjudian togel.

Tak berhenti di situ, nama besar “Jakson” alias Rudi alias Hori alias Son alias Morang turut menyeret perhatian publik. Sosok dengan banyak nama samaran itu disebut dalam berbagai informasi warga sebagai bagian dari gurita bisnis togel yang telah lama beroperasi di kawasan Medan dan Deliserdang.

Banyaknya alias yang digunakan memunculkan dugaan adanya pola sistematis untuk mengaburkan identitas dan jejak jaringan perjudian ilegal tersebut. Warga pun mempertanyakan, mengapa bisnis haram seperti togel bisa terus hidup dan diduga memiliki pengaruh kuat hingga menghadirkan aksi intimidasi terbuka di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Pengrusakan Tembok Pagar, Berujung Pidana, Kasus Tidak Layak Disidang Tapi Kejari dan PN Klaten Ngotot Menyidangkan

Tragedi di Warkop Tembung kini bukan lagi sekadar perkara keributan biasa. Publik menilai ada persoalan yang jauh lebih besar: dugaan praktik premanisme, intimidasi, hingga kemungkinan keterlibatan oknum aparat dalam melindungi bisnis ilegal.

Kemarahan masyarakat pun mulai meluas. Banyak pihak mendesak agar aparat penegak hukum, termasuk Polisi Militer dan kepolisian, tidak berhenti hanya pada pemeriksaan insiden kematian warga, tetapi juga mengusut tuntas dugaan jaringan togel yang disebut-sebut berada di balik peristiwa tersebut.

Kalau benar ada oknum yang membekingi, maka ini sangat berbahaya.

Negara tidak boleh kalah dengan perjudian dan aksi teror yang meresahkan rakyat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga kini, desakan terhadap Pangdam I/Bukit Barisan agar turun tangan terus menguat. Publik berharap institusi TNI bertindak tegas dan transparan apabila benar ditemukan keterlibatan anggotanya, demi menjaga marwah institusi dan mengembalikan rasa aman masyarakat.

Sementara itu, pihak redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Pangdam I/Bukit Barisan terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban maupun klarifikasi yang diterima.

Masyarakat kini menunggu: apakah kasus ini akan dibongkar hingga ke akar, atau kembali tenggelam di tengah kuatnya dugaan jaringan dan kekuasaan di balik bisnis togel yang selama ini meresahkan warga. *(Tim)*

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius
Polisi Peduli pendidikan, Kapolres Semarang sambangi SD Negeri 01 Susukan
Ketua Umum DPP. Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Beserta Humas Tegaskan : Jangan Jadikan Stempel “ Wartawan Bodrex ” sebagai Alat Mendiskreditkan Marwah Profesi Pers Indonesia
Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla
Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI
Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara
Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:53 WIB

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Polisi Peduli pendidikan, Kapolres Semarang sambangi SD Negeri 01 Susukan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Ketua Umum DPP. Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Beserta Humas Tegaskan : Jangan Jadikan Stempel “ Wartawan Bodrex ” sebagai Alat Mendiskreditkan Marwah Profesi Pers Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Berita Terbaru

Breaking News

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius

Selasa, 27 Okt 2026 - 02:53 WIB