Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

- Kontributor

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Jateng-Kota Semarang, Tribuncakranews.com | Dalam upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan humanis bagi masyarakat, Polda Jawa Tengah mematangkan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 melalui kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latief Usman dan diikuti para pejabat utama serta personel yang akan terlibat dalam operasi di seluruh jajaran Polda Jateng.

Dalam sambutannya, Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latief Usman menyebut bahwa Latpraops digelar untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kesiapan personel, serta memastikan pelaksanaan operasi berjalan secara profesional, terukur dan tepat sasaran.

“Melalui kegiatan ini, personel dibekali pemahaman mengenai pola bertindak, strategi pelaksanaan tugas, hingga pendekatan yang akan dikedepankan selama operasi berlangsung,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wakapolda, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa dan tingginya penggunaan kendaraan bermotor, diperlukan langkah-langkah yang tepat guna menjaga keamanan dan keselamatan para pengguna jalan.

“Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kita mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan represif secara humanis. Harapannya dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik,” ujar Wakapolda.

Ia juga menekankan kepada seluruh personel yang terlibat agar memahami rencana operasi dengan baik sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan melaksanakan tugas secara profesional selama operasi berlangsung.

“Laksanakan tugas secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dimanapun dan kapanpun. Setiap personel harus memahami rencana operasi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya tujuan operasi,” tegasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol. Pratama Adhyasastra menjelaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 akan digelar secara serentak selama 14 hari di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah dan polres jajaran. Operasi ini bertujuan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korbannya, sekaligus mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan berkeselamatan bagi masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan operasi dilakukan secara sinergis bersama berbagai pemangku kepentingan terkait dengan mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis yang didukung penegakan hukum lalu lintas secara elektronik maupun konvensional.

“Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Karena itu kegiatan preemtif, preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaannya,” ujar Kombes Pol. Pratama Adhyasastra.

Baca Juga:  KPKM RI Apresiasi Respons Bupati Dairi Soal Air Bersih Dusun Ingin Maju, Tegaskan Tetap Awasi Realisasi Tahun 2026

Ia menjelaskan, kegiatan operasi akan dilaksanakan melalui pendekatan preemtif sebesar 20 persen, preventif 30 persen dan represif atau penegakan hukum sebesar 50 persen. Adapun penindakan dilakukan dengan komposisi 60 persen melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 30 persen tilang manual terhadap pelanggaran tertentu, serta 10 persen teguran simpatik dan edukatif kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Pratama menyebut sasaran operasi tidak hanya menyentuh pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga berbagai bentuk pelanggaran yang menghambat efektivitas sistem penegakan hukum elektronik atau ETLE.

“Salah satu perhatian kami saat ini adalah maraknya penggunaan penutup, pelipatan maupun modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang bertujuan menghindari tangkapan kamera ETLE. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan yang berlaku, tetapi juga menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya tertib berlalu lintas dan kepatuhan hukum di jalan raya,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan operasi. Dirlantas menyebut tujuan akhir dari Operasi Patuh Candi 2026 bukan sekadar melakukan penindakan, tetapi membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto mengajak masyarakat untuk memandang Operasi Patuh Candi 2026 sebagai upaya bersama dalam menciptakan keselamatan di jalan raya, bukan semata-mata sebagai kegiatan penegakan hukum.

“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa mematuhi aturan lalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Pol. Artanto.

Selain Operasi Patuh Candi 2026, Kabid Humas mengungkap bahwa Polda Jateng saat ini juga tengah mempersiapkan Operasi Pekat Candi 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas situasi kamtibmas menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kedua operasi tersebut dengan mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan kolaborasi antara Polri dan masyarakat, kita berharap situasi kamtibmas dan Kamseltibcarlantas di Jawa Tengah tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkas Kabid Humas.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Bid Humas Polda Jateng

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danramil 03 Serengan Terjun Langsung & Semangati Satgas TMMD, Ormas, Warga Dalam Pengecoran Begesteng Sasaran Saluran Air
GEMPAR! API MENGAMUK, RUMAH PANGGUNG DI MEKARBAKTI BUNGBULANG LUDES DILAHAP SI JAGO MERAH!
POLRES REJANG LEBONG LAKSANAKAN PENGAMANAN JALUR LINTAS CURUP – LUBUK LINGGAU
VIRAL DI MEDIA SOSIAL: Tabrakan “Adu Banteng” Truk di Garut, 1 Meninggal dan 3 Kritis!
Seleksi Sekretaris Daerah Cilacap Disorot, Diduga Abaikan Prosedur dan Timbulkan Diskriminasi
Malam Tirakatan Sedekah Dusun Dukuh Ngargotirto Dikemas Sederhana dan Meriah
Tidak Ada Kepastian, Orang Tua Korban Dugaan Tabrak Lari di Perempatan Terong Dlingo Akan Tempuh Jalur Hukum
Temu Pelajar Katolik dan Kristen di Slogohimo Berlangsung Kondusif, Polres Wonogiri Pastikan Keamanan dan Perkuat Toleransi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:42 WIB

Danramil 03 Serengan Terjun Langsung & Semangati Satgas TMMD, Ormas, Warga Dalam Pengecoran Begesteng Sasaran Saluran Air

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:39 WIB

GEMPAR! API MENGAMUK, RUMAH PANGGUNG DI MEKARBAKTI BUNGBULANG LUDES DILAHAP SI JAGO MERAH!

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:36 WIB

POLRES REJANG LEBONG LAKSANAKAN PENGAMANAN JALUR LINTAS CURUP – LUBUK LINGGAU

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:10 WIB

VIRAL DI MEDIA SOSIAL: Tabrakan “Adu Banteng” Truk di Garut, 1 Meninggal dan 3 Kritis!

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:04 WIB

Seleksi Sekretaris Daerah Cilacap Disorot, Diduga Abaikan Prosedur dan Timbulkan Diskriminasi

Berita Terbaru