Garut, Tribuncakranews.com
Suasana lapang upacara MTs. Bungbulang mendadak tegang pada Rabu sore (3/6/2026). Asap mengepul dan kobaran api tampak membumbung di tengah lapangan. Namun, alih-alih panik dan berlarian menyelamatkan diri, sekitar kurang lebih 90 siswa justru bersorak kompak saat api berhasil dipadamkan dalam hitungan detik.
Pemandangan seru tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Dini Kebakaran yang diinisiasi oleh petugas Damkar UPT Wilayah 2 Bungbulang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan edukatif ini berlangsung intensif selama 90 menit, dimulai pukul 15.00 hingga 16.30 WIB. Mental baja siswa dari takut jadi berani yang
dipandu langsung oleh personel Damkar yang berpengalaman, para siswa diajak untuk memahami teori dasar terbentuknya api (Segitiga Api) serta cara memutus rantainya.
Tidak sekadar teori di dalam kelas, petugas Damkar langsung menantang para siswa untuk mempraktikkan cara menjinakkan api secara tradisional maupun modern.
Satu per satu perwakilan siswa maju ke tengah lapangan. Dengan menggunakan karung goni basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mereka belajar mengendalikan rasa takut demi memadamkan api yang berkobar.
”Awalnya gemetaran pas disuruh maju.
Tapi bapak-bapak dari Damkar mendampingi terus dan ngasih tahu caranya. Kuncinya jangan panik dan perhatikan arah angin. Begitu api padam, rasanya lega dan bangga banget!” ungkap salah seorang siswa yang ikut mencoba simulasi.
Maksud Damkar masuk sekolah untuk antisipasi Bahaya kebakaran dari Rumah.
Pihak Damkar UPT Wilayah II Bungbulang menegaskan bahwa edukasi usia remaja seperti ini sangat krusial. Banyak kasus kebakaran berskala besar berawal dari kepanikan penghuni rumah saat melihat api kecil, seperti kebocoran regulator gas atau korsleting listrik.
Melalui sosialisasi ini, petugas menanamkan prosedur keselamatan utama yaitu, kenali potensi bahaya dengan cara mengecek kebocoran gas LPG dengan air sabun.
Dan untuk penanganan pertama menggunakan kain/karung basah jika api masih berskala kecil.
Untuk tanggap darurat segera menghubungi pos Damkar terdekat jika api mulai tak kendali, tanpa harus menunggu api membesar.
Ketika jam menunjukkan pukul 16.30 WIB, acara pun ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, kurang lebih 90 siswa MTs Bungbulang tidak hanya pulang membawa cerita seru, tetapi juga pulang sebagai
“Siswa ini sebagai agen keselamatan” yang siap membagikan ilmu berharga ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar mereka” ungkap Yaumal Asri, S.E Kepala Pemadam Kebakaran UPT Wilayah 2 Bungbulang
(Enjang)













