APH Terkesan Tutup Mata dan Bungkam, Warga Pertanyakan Peredaran Miras di Kutoarjo Purworejo

- Kontributor

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purworejo, Tribuncakranews.com // Maraknya peredaran minuman keras (miras) hingga saat ini belum terlihat langkah penertiban yang tegas dan konsisten dari pihak terkait.

Khususnya di Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo, sampai sekarang belum ada penertiban yang benar-benar tegas dan berkelanjutan Selasa, 14 April 2026.

Salah satu warga masyarakat Kecamatan Kutoarjo dengan inisial Ads (45) kepada tim media menyampaikan jika APH terkesan tutup mata dan bungkam dengan peredaran miras di wilayah Kutoarjo khususnya dan Purworejo pada umumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami heran, kenapa miras benas beredar di Kutoarjo, padahal sudah ada aturan uang melarangnya,” tutur Ads saat dikonfirmasi tim media dirumahnya pada Selasa sore Tanggal 14 April 2026 sekira Pukul 17.00 WIB.

“Peredaran minuman beralkohol ini harus kita antisipasi, karena bisa berdampak buruk bagi generasi ke depan, aparat penegak hukum serta pemerintah daerah untuk bertindak tegas dan transparan dalam melakukan penertiban, tanpa tebang pilih, demi menjaga ketertiban serta moralitas masyarakat di Kabupaten Purworejo,” imbuh Ads.

“Kondisi ini memunculkan dugaan adanya celah dalam pengawasan hingga potensi keterlibatan pihak tertentu yang membuat praktik tersebut terus berjalan dengan lancar. Padahal, secara aturan, peredaran miras di wilayah Kecamatan Kutoarjo seharusnya tidak memiliki ruang,” tegas Ads.

Ads juga menyebut jika Perda Miras Kabupaten Purworejo diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol. Perda ini menetapkan aturan “nol persen”, yang berarti melarang peredaran dan konsumsi minuman keras, yang diundangkan pada 14 Juli 2006

Larangan Produksi & Distribusi: Melarang keras memproduksi, menyimpan, mengedarkan, dan menjual minuman keras serta minuman beralkohol.

Tujuan: Memberikan perlindungan konsumen, keluarga, anak, dan perempuan dari dampak negatif miras.

Dan semestinya penegakkan dilakukan oleh Satpol PP dan Damkar Purworejo, termasuk penyitaan barang bukti miras dari berbagai merek dan jenis. Ads berharap setelah adanya pemberitaan ini penegakan aturan yang lebih konsisten dari aparat penegak hukum (APH) untuk memberantas peredaran miras tersebut, tutupnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam
Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001
Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes
Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta
Danrem 072/Pamungkas Sambut kedatangan Panglima TNI di Lanud Adisutjipto
Pengelola Terkesan Kebal Hukum, Nelayan Kuala Tambangan Desak Audit Total SPBUN 68.708.003
Kasus Mafia BBM Subsidi Sapeken, Ditpolairud Polda Jatim Kumpulkan Pulbaket, Jerat Hukum Menanti Terlapor
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Prasetya Alumni dan Passing Out Angkatan XXXIV SMA Taruna Nusantara
Berita ini 235 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:59 WIB

Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:53 WIB

Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:08 WIB

Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:44 WIB

Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:40 WIB

Danrem 072/Pamungkas Sambut kedatangan Panglima TNI di Lanud Adisutjipto

Berita Terbaru