Darurat Rangkap Jabatan ,MAKI dan ICW Soroti Dugaan Transaksi Jabatan Dorong KPK Tindak Tegas

- Kontributor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK, TRIBUNCAKRANEWS.COM – (29/10/2026) – Kontroversi seputar dugaan transaksi jabatan dengan modus rangkap jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak semakin bergema setelah lembaga antirasuah nasional MAKI dan ICW turut menyoroti persoalan ini. Bersama koalisi masyarakat sipil, keduanya mendesak aparat penegak hukum turun tangan dan bahkan mendatangi Gedung Merah Putih KPK untuk menyerahkan berkas‑berkas temuan di lapangan.

Di lingkaran terdekat Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, terlihat sejumlah manuver untuk meredam isu yang muncul. Namun hingga kini, baik Bupati maupun Sekda Ahmad Sugiarto, ST, MT, tetap belum memberikan pernyataan apa pun. Permintaan konfirmasi yang dikirim melalui pesan dan telepon tidak mendapatkan jawaban, meskipun pesan berhasil terkirim dan panggilan tersambung.

Koalisi yang didukung MAKI dan ICW tidak berhenti di situ. Mereka terus memperkuat jaringan nasional, sementara KP2KKN menerjunkan tim dan relawan untuk memantau serta mendalami modus‑modus yang diduga berlangsung sejak periode pertama kepemimpinan sekarang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rangkap jabatan karena keadaan darurat masih logis. Tetapi jika dipertahankan bertahun‑tahun, pasti ada yang salah,” ujar Prof Dr Trubus Rahardiansah, pakar kebijakan publik Universitas Tri Sakti Jakarta.

Boyamin Saiman, penggiat antikorupsi dari MAKI, menegaskan, “Jika rangkap jabatan dijadikan kebiasaan berkelanjutan, hal itu tidak dapat dibenarkan. Legislatif perlu memanggil pihak terkait, karena hal ini merusak sistem meritokrasi birokrasi.”

Baca Juga:  Panjat Pagar Kantor DLH, Pencuri 4 Accu Truk Sampah Dibekuk Satreskrim Polres Sragen

Senada dengan itu, ICW mendorong gerakan masyarakat sipil untuk terus menyuarakan indikasi maladministrasi dan dugaan penyimpangan proyek ke KPK.

Mohamad Abror, tokoh asal Demak yang bermukim di Jakarta, mengungkapkan keprihatinan atas kemandegan pembangunan. “Demak makin kumuh, lalu lintas semrawut, dan potensi wisata religi belum tergarap maksimal. Diduga ada distorsi akibat praktik dugaan jual‑beli jabatan melalui rangkap jabatan,” ujarnya.

Sejumlah politisi senior DPRD Demak juga menyoroti kinerja Sekda yang dinilai belum mampu mengonsolidasi birokrasi, sehingga kebijakan sering saling bertabrakan. Mereka menyarankan evaluasi mendalam, bahkan pergantian jika diperlukan demi kepentingan masyarakat.

Jajaran DPRD Demak menyatakan mendukung langkah koalisi sipil. “Kami akan mengkaji, mengoordinasikan dengan komisi terkait, dan menjalankan fungsi pengawasan demi perbaikan layanan publik,” tegas salah satu pimpinan fraksi PKB.

Harapan dari masyarakat terkait dugaan persoalan yang menyangkut pejabat publik dipemerintahan Kabupaten Demak,Segera ada tindakan tegas dari pemangku kebijakan dari Aparat Penegak Hukum,masyarakat berharap ada kepastian hukum yang jelas terkait polemik ini.

Hingga berita ini ditulis,belum ada tanggapan konfirmasi resmi dari Sekda Kabupaten demak serta Bupati Demak

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi dan Bijak Menyikapi Informasi di Media Sosial
Jogja Aman dan Kondusif, Kapolda DIY Apresiasi Masyarakat yang Jaga Situasi Tetap Damai
Kronologi Penggerebekan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Dinilai Penuh Kontroversi, Aparat Diduga Lakukan Intimidasi pada Santriwati dan Ustadzah
PLN Demak Tagih PT Jianhua Precast Semarang Rp50,4 Juta, Bukti Penggantian Trafo Dipertanyakan
AKTIVITAS USAHA DI JATIROGO TUBAN DISOROT! BAHAN BAKU DIDUGA DARI GALIAN PASIR KUARSA ILEGAL, SOLAR SUBSIDI DAN IZIN DIPERTANYAKAN
Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
Pangdam IV/Diponegoro Dampingi Wamentan Tinjau Sentra Sapi Perah, Dukung Target Swasembada Susu Nasional
PISEW 2026 Sasar 12 Desa di Jombang, Anggaran Rp3 Miliar dan Progres Capai 40 Persen
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi dan Bijak Menyikapi Informasi di Media Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Jogja Aman dan Kondusif, Kapolda DIY Apresiasi Masyarakat yang Jaga Situasi Tetap Damai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kronologi Penggerebekan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Dinilai Penuh Kontroversi, Aparat Diduga Lakukan Intimidasi pada Santriwati dan Ustadzah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

PLN Demak Tagih PT Jianhua Precast Semarang Rp50,4 Juta, Bukti Penggantian Trafo Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Darurat Rangkap Jabatan ,MAKI dan ICW Soroti Dugaan Transaksi Jabatan Dorong KPK Tindak Tegas

Berita Terbaru