Garut, tribunCakranews.com // Saluran irigasi Jembatan Bima Eka yang berada di wilayah Desa Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, pungsinya untuk memperlancar pasokan air yang bersumber dari sungai Cirompang, untuk lahan pertanian di Desa Cihikeu, Desa Bungbulang, Desa Hegaramah, Desa Margalaksana, dan Desa lainnya.
Namun irigasi tersebut sudah lama kondisinya rusak berat sehingga tidak berfungsi lagi untuk mencukupi air ke lahan pertanian warga.
Pemerintah desa dan para petani sempat mengadakan gotong royong untuk perbaikan irigasi tersebut dengan sumber dana yang terbatas, seperti dipasangnya pipa paralon ukuran besar agar airnya bisa mengalir kembali, namun usianya tidak bertahan lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu tokoh adat Kabupaten Garut, Oos Supyadin, berupaya sejalan dengan harapan para petani di empat desa di Kecamatan Bungbulang, meminta terhadap pemerintah daerah agar bisa membantu memperbaiki infrastruktur irigasi yang mengalami kerusakan alias sudah tidak berfungsi lagi, khsusnya jembatan irigasi air bima eka.
“Masih banyak persoalan yang mendasar disektor pertanian, seperti infrastruktur irigasi yang tidak berfungsi dan rusak berat, padahal air merupakan unsur pokok dalam proses produksi pertanian,” ungkap Oos Supyadin. yang juga sebagai pengurus Forum Pangkajian Pengembangan Garut Selatan (FPPGS).
Ia juga menyampaikan bahwa sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bungbulang, hampir seluruhnya memanfaatkan saluran irigasi.
Oos pun menekankan jika saluran irigasi tidak segera diperbaiki, maka ribuan areal pesawahan yang ada di wilayah Kecamatan Bungbulang tidak mustahil akan terancam mengalami gangguan tanam atau bahkan gagal tanam.
“Tentu kondisi ini tidak memperkuat program Persiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan ketahanan pangan,”
pungkasnya.
(Enjang)













