Dewan Adat Kabupaten Garut, Oos Supyadin Meminta Pemda Segera Perbaiki Jembatan Irigasi Bima Eka Bungbulang

- Kontributor

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, tribunCakranews.com // Saluran irigasi Jembatan Bima Eka yang berada di wilayah Desa Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, pungsinya untuk memperlancar pasokan air yang bersumber dari sungai Cirompang, untuk lahan pertanian di Desa Cihikeu, Desa Bungbulang, Desa Hegaramah, Desa Margalaksana, dan Desa lainnya.

Namun irigasi tersebut sudah lama kondisinya rusak berat sehingga tidak berfungsi lagi untuk mencukupi air ke lahan pertanian warga.

Pemerintah desa dan para petani sempat mengadakan gotong royong untuk perbaikan irigasi tersebut dengan sumber dana yang terbatas, seperti dipasangnya pipa paralon ukuran besar agar airnya bisa mengalir kembali, namun usianya tidak bertahan lama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu tokoh adat Kabupaten Garut, Oos Supyadin, berupaya sejalan dengan harapan para petani di empat desa di Kecamatan Bungbulang, meminta terhadap pemerintah daerah agar bisa membantu memperbaiki infrastruktur irigasi yang mengalami kerusakan alias sudah tidak berfungsi lagi, khsusnya jembatan irigasi air bima eka.

Baca Juga:  Polres Jombang Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

“Masih banyak persoalan yang mendasar disektor pertanian, seperti infrastruktur irigasi yang tidak berfungsi dan rusak berat, padahal air merupakan unsur pokok dalam proses produksi pertanian,” ungkap Oos Supyadin. yang juga sebagai pengurus Forum Pangkajian Pengembangan Garut Selatan (FPPGS).

Ia juga menyampaikan bahwa sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bungbulang, hampir seluruhnya memanfaatkan saluran irigasi.

Oos pun menekankan jika saluran irigasi tidak segera diperbaiki, maka ribuan areal pesawahan yang ada di wilayah Kecamatan Bungbulang tidak mustahil akan terancam mengalami gangguan tanam atau bahkan gagal tanam.

“Tentu kondisi ini tidak memperkuat program Persiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan ketahanan pangan,”
pungkasnya.

(Enjang)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Penutupan Pendidikan 839 Prajurit Muda Infanteri
Lima Jurnalis Dikabarkan Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Berharap Segera Ditemukan dan Selamat
Pelapor Buta Huruf Disuruh Tanda Tangan, Tersangka WNA Penganiayaan Dilepas — Keluarga Akan Lapor Propam Polda Banten!
Sugiyono Menghadap Ditres Siber Polda Jateng, Dua Saksi Disiapkan untuk Perkuat Keterangan
HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Kalbar Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan dan Karhutla
Peringati HAORNAS 2026, Korem 072/Pamungkas Gelar Upacara Bendera: Tegaskan Olahraga Adalah Investasi Bangsa
BIKIN HEBOH! Nostalgia Putih Biru Meledak di Ciamis: Ratusan Alumni SMPN 1 Cikoneng Mengguncang Almamater Setelah Puluhan Tahun Terpisah!
Haornas 2026 Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Penutupan Pendidikan 839 Prajurit Muda Infanteri

Rabu, 9 September 2026 - 15:27 WIB

Lima Jurnalis Dikabarkan Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Berharap Segera Ditemukan dan Selamat

Rabu, 9 September 2026 - 15:25 WIB

Pelapor Buta Huruf Disuruh Tanda Tangan, Tersangka WNA Penganiayaan Dilepas — Keluarga Akan Lapor Propam Polda Banten!

Rabu, 9 September 2026 - 15:20 WIB

Sugiyono Menghadap Ditres Siber Polda Jateng, Dua Saksi Disiapkan untuk Perkuat Keterangan

Rabu, 9 September 2026 - 15:17 WIB

HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Kalbar Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Berita Terbaru