Dilaporkan Sejak 2023, Kasus Pengeroyokan Jurnalis Di Majalengka Mandek: 6 Terduga Pelaku Bebas, Polres Bungkam di 3 Era Kapolres

- Kontributor

Sabtu, 11 April 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalengka, Tribuncakranews. com – Mandeknya penanganan kasus pengeroyokan terhadap jurnalis di Kabupaten Majalengka memicu tanda tanya besar publik. Lebih dari dua tahun sejak laporan dilayangkan, aparat kepolisian belum juga menetapkan satu pun tersangka, meski identitas para terduga pelaku telah dikantongi. Sabtu, 11/4/2026.

Korban, Ivan Afriandi, jurnalis media Jurnal Investigasi, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya pada 29 Desember 2023. Namun hingga April 2026, proses hukum seolah jalan di tempat.

Peristiwa kekerasan itu terjadi sehari sebelumnya, Kamis (28/12/2023), saat Ivan bersama dua rekannya melakukan tugas jurnalistik di sebuah warung yang diduga menjual minuman keras (miras) di depan SMPN 1 Kadipaten, Blok Sawala, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, di jalur utama Bandung–Cirebon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih mendapat klarifikasi, Ivan justru menjadi korban pengeroyokan. Ia dipukul di bagian wajah dan kepala hingga mengalami luka, bahkan sempat dikejar dan dilempari botol oleh sekelompok orang yang diduga pedagang miras beserta rekannya.

“Saya dipukul, dikejar, dilempari botol. Saya hanya menjalankan tugas jurnalistik. Tapi sampai sekarang, pelaku belum juga ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Ivan.

Laporan resmi tercatat dengan Nomor: LP / B / 531 / XII / 2023 / SPKT / POLRES MAJALENGKA / POLDA JABAR. Namun ironisnya, sejak laporan itu dibuat, penanganan kasus tak menunjukkan perkembangan signifikan.

Mandek di Tiga Kapolres, Polisi Bungkam

Lebih mencengangkan, upaya konfirmasi dari berbagai organisasi wartawan justru menemui jalan buntu.

Sedikitnya enam surat resmi telah dilayangkan ke Polres Majalengka, melintasi tiga masa kepemimpinan Kapolres:

AKBP Indra Novianto

AKBP Willy Andrian

AKBP Rita Suwadi

Namun tak satu pun surat tersebut mendapat respons.

Tak hanya itu, sejumlah awak media yang mencoba mendatangi langsung Mapolres Majalengka pun mengaku tidak pernah berhasil menemui pejabat berwenang untuk meminta klarifikasi.

“Kami sudah bersurat berkali-kali, bahkan datang langsung. Tapi tidak pernah ada jawaban. Ini bukan sekadar lambat, tapi terkesan diabaikan,” ujar perwakilan organisasi wartawan.

Ada Apa dengan Polres Majalengka?

Mandeknya kasus ini memunculkan dugaan serius di tengah publik. Apakah ada pembiaran terhadap praktik penjualan miras ilegal? Atau ada faktor lain yang membuat kasus ini tak kunjung diproses?

Lebih jauh, muncul sorotan tajam terhadap komitmen aparat dalam melindungi jurnalis yang menjalankan tugasnya. Jika kekerasan terhadap wartawan saja tak diusut, bagaimana dengan kasus masyarakat biasa?

Publik pun mulai mempertanyakan integritas penegakan hukum di wilayah ini.

Korban Masih Menunggu Keadilan

Ivan berharap negara hadir dalam kasus yang menimpanya. Ia meminta perhatian dari pimpinan tertinggi, mulai dari Kapolri hingga Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Saya hanya ingin keadilan. Sudah lebih dari dua tahun, tapi tidak ada kepastian hukum. Saya mohon kasus ini ditindaklanjuti,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Majalengka belum memberikan keterangan resmi. Redaksi menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum. (Marno)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Remaja Pengendara Beat Terluka Usai Terserempet Truk saat Menyalip di Pracimantoro
Kedudukan UU Pers Semakin Tak Berfungsi, Aktifis Pers: Perlu Adanya Kajian Ulang
Respon Cepat Polsek Jaten Selamatkan Pria Diduga Hendak Bunuh Diri di Jembatan Jurug
Gusdur Teb4s Tetangganya Hingga Tak Bernyawa, Nasibnya Tertangkap di Pelarian 
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
Direktur RSUD Drs H Amri Tambunan , dr Erlinda Yani Bantah Isu Dugaan Pasien tertahan Karna tidak punya biaya Berobat 
Sumur Bor TMMD Bawa Kebahagiaan Baru, Air Bersih Kini Mengalir ke Rumah Warga
Guru di Papua Selatan Mengadu ke Presiden Prabowo, Sebut SK Mutasi Bupati Mappi Cacat Hukum dan TPG Rp70 Juta Tak Cair
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:11 WIB

Remaja Pengendara Beat Terluka Usai Terserempet Truk saat Menyalip di Pracimantoro

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:03 WIB

Kedudukan UU Pers Semakin Tak Berfungsi, Aktifis Pers: Perlu Adanya Kajian Ulang

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:13 WIB

Respon Cepat Polsek Jaten Selamatkan Pria Diduga Hendak Bunuh Diri di Jembatan Jurug

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:48 WIB

Gusdur Teb4s Tetangganya Hingga Tak Bernyawa, Nasibnya Tertangkap di Pelarian 

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:38 WIB

Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba

Berita Terbaru