Dinas Terkait Diduga Minta Jatah Pengondisian 30 Persen Dana Uppo, Pengelola Gapoktan Ungkap Berbagai Kejanggalan

- Kontributor

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang, Tribuncakranews.com | Selasa, 2 Juni 2026. Program bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) yang semestinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan kelompok tani, kini menuai sorotan setelah muncul pengakuan dari pengurus Gapoktan Karya Subur Makmur terkait dugaan berbagai permasalahan dalam pelaksanaannya.

Haer, selaku bendahara Gapoktan Karya Subur Makmur, mengungkapkan bahwa bantuan ternak kerbau yang diterima kelompoknya tidak berkembang sebagaimana yang diharapkan. Menurutnya, meskipun kandang permanen telah dibangun dan perawatan dilakukan selama bertahun-tahun, kondisi ternak justru mengalami berbagai kendala hingga berujung pada kematian sejumlah ekor kerbau.

“Kerbau sudah dipelihara hampir tiga tahun, makanannya cukup, tetapi pertumbuhannya tidak maksimal. Saat datang pun ukurannya masih kecil-kecil,” ungkap Haer kepada awak media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa program tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp200 juta, dengan rincian sekitar Rp50 juta untuk pembangunan kandang dan Rp150 juta untuk pengadaan ternak kerbau. Namun, menurutnya, pihak kelompok tidak melakukan pembelian langsung terhadap ternak tersebut.

Saat bantuan diterima, jumlah kerbau sebanyak sembilan ekor yang terdiri dari satu jantan dan delapan betina. Seiring berjalannya waktu, beberapa kerbau mengalami sakit dan mati meskipun telah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan hewan.

“Satu ekor mati meskipun sudah diobati. Ada juga yang akhirnya dijual ke jagal karena kondisinya sakit. Bahkan pernah ada satu kerbau yang hilang,” katanya.

Lebih lanjut, Haer mengaku dirinya pernah mengikuti beberapa kali pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas terkait di Kabupaten Serang. Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan adanya dugaan permintaan jatah pengondisian oleh oknum tertentu.

“Pihak dinas diduga meminta jatah sekitar 30 persen dari pencairan bantuan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:  Borong Juara LKJ TMMD Ke-128 di Mabesad, Kodam IV/Diponegoro Buktikan Dominasi Publikasi Nasional

Ia mengaku selama mengelola program tersebut telah mengeluarkan dana pribadi hingga sekitar Rp50 juta untuk menutupi berbagai kebutuhan operasional dan perawatan ternak.

Menurutnya, saat kondisi kerbau semakin memburuk dan tersisa empat ekor yang seluruhnya sakit, para anggota kelompok akhirnya menjual ternak tersebut dan menggantinya dengan 12 ekor kambing. Namun, kambing yang dibeli juga mengalami kematian.

“Saya sendiri tidak paham kenapa banyak yang sakit dan mati. Padahal sudah berusaha mengurus selama bertahun-tahun dan sangat lelah menjalaninya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hasuri mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai pelaksanaan bantuan UPPO tersebut. Ia membenarkan kemungkinan pernah menandatangani dokumen pengajuan bantuan, namun tidak mengetahui proses penyaluran maupun pengelolaannya.

“Kalau soal tanda tangan proposal mungkin saja ada, tetapi mengenai kapan bantuan datang dan bagaimana pelaksanaannya saya tidak tahu. Setahu saya bantuan itu merupakan aspirasi dari Bu Nuraeni dari Partai Demokrat dan sudah ada sebelum saya menjabat sebagai kepala desa,” jelas Hasuri.

Hasuri menambahkan dirinya mulai menjabat sebagai kepala desa pada tahun 2020 dan selama menjabat tidak pernah menerima laporan maupun koordinasi terkait pengelolaan bantuan UPPO tersebut.

“Sampai sekarang belum pernah ada serah terima ke kantor desa ataupun koordinasi dengan saya terkait program tersebut,” pungkasnya.

Atas berbagai keterangan yang muncul, sejumlah pihak mendorong agar dinas terkait, pendamping program, serta instansi pengawas melakukan klarifikasi dan audit menyeluruh guna memastikan pengelolaan bantuan UPPO berjalan sesuai ketentuan serta mengungkap kebenaran atas dugaan yang berkembang di masyarakat.

 

(Red/Mugiono/M. Amin)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dindikpora Banjarnegara Terbitkan Edaran Pakta Integritas Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
HEBOH! DANA PROGRAM 1000 SARJANA RP 27 MILIAR PER SEMESTER, DOSEN UNIVERSITAS SAPTA MANDIRI BALANGAN 5 BULAN TAK DIGAJI, RUMAH MEWAH & MOBIL LISTRIK MUNCUL DI SEBELAH KAMPUS
Lapas Pati Gelar Senam Hipertensi, Jaga Kebugaran WBP dan Kendalikan Tekanan Darah
Pangdam IV/Diponegoro Tutup Turnamen Panjat Tebing 2026 di Yogyakarta
Detasemen Intelijen Kodam IV/Diponegoro Ucapkan Selamat Kepada Letkol Arh Agus Fithriyanto, S.A.P. Mengikuti Dikjab Golongan V
Gagal Rampas Tas dan Sempat Dihakimi Warga, Lima Pelaku Jambret Diamankan Polres Semarang
Pangdam IV/Diponegoro Tutup Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 di Yogyakarta
Pameran Lalu lintas Semarakkan HUT Polantas Bhayangkara ke-71, Sat Lantas Polres Semarang Hadirkan Hiburan dan Edukasi Lalu Lintas
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 18:22 WIB

Dindikpora Banjarnegara Terbitkan Edaran Pakta Integritas Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 17:46 WIB

HEBOH! DANA PROGRAM 1000 SARJANA RP 27 MILIAR PER SEMESTER, DOSEN UNIVERSITAS SAPTA MANDIRI BALANGAN 5 BULAN TAK DIGAJI, RUMAH MEWAH & MOBIL LISTRIK MUNCUL DI SEBELAH KAMPUS

Sabtu, 19 September 2026 - 17:15 WIB

Lapas Pati Gelar Senam Hipertensi, Jaga Kebugaran WBP dan Kendalikan Tekanan Darah

Sabtu, 19 September 2026 - 16:42 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Tutup Turnamen Panjat Tebing 2026 di Yogyakarta

Sabtu, 19 September 2026 - 16:36 WIB

Detasemen Intelijen Kodam IV/Diponegoro Ucapkan Selamat Kepada Letkol Arh Agus Fithriyanto, S.A.P. Mengikuti Dikjab Golongan V

Berita Terbaru