Dokter Muda UISU Laporkan Dekan ke Polda Sumut

- Kontributor

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Tribuncakranews. com – Turut berduka cita atas matinya masa depan dokter muda di FK UISU. Habis manis sepah dibuang, pepatah ini seakan-akan menggambarkan nasib dari 196 dokter muda di FK UISU.

Matinya rasa empati dekan FK UISU, alih-alih mencarikan solusi tetapi malah mematikan masa depan dan cita-cita anak didiknya begitu saja.

Hal itu diketahui dengan dilaporkannya Dekan FK berinisial DR.dr. MS men- *DO* kan 196 dokter muda dan dugaan penahanan sertifikat profesi dokter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenyataannya pendidikan dokter (umum) dibagi menjadi dua tahapan, pendidikan akademik dan pendidikan profesi yang adalah satu kesatuan.

Mengikuti sistem pendidikan di Indonesia, diatur dalam kurikulum, dan dibebankan satuan kredit semester (SKS).

Selesai menempuh pendidikan akademik, mendapat ijasah sked, lanjut ke pendidikan profesi (koas) dan sudah menyelesaikan semua kewajiban berKurikulum (mata kuliah pendidikan profesi) dan SKS, tetapi berujung *DO*

Hal ini diketahui pada Jum’at (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wib dimana saat itu pelapor bernama Mika Wirdani dkk memberikan pernyataannya bahwa, akibat dari tidak diberikannya sertifikat profesi miliknya, beliau di *DO* padahal sudah menyelesaikan seluruh tanggung jawab program pendidikan profesi dokter. Bahkan Mika Wirdani yang mewakili sejumlah rekannya meminta agar aparat benar – benar dapat melihat dan menyelidiki kasus ini dengan objektif. Apalagi akibat adanya kejadian ini, pihaknya menderita kerugian sekitar Rp 10.000.000.000 (Sepuluh Miliar Rupiah).

Baca Juga:  Dari “Jaga Jakarta” ke Bintang Tiga: Jejak Komjen Asep Edi Suheri Menjaga Ibu Kota di Tengah Gelombang Krisis

Sementara itu, Rektor UISU Prof Dr. Safrida S.E M. Si yang mengetahui hal itu ketika diminta konfirmasi oleh awak media ini seakan bungkam.

Ini adalah cerminan kegagalan berpikir seorang pimpinan.

Hal ini seakan menambah kecurigaan para dokter yang telah berkuliah di kampus tersebut, bahkan dokter yang telah berkuliah dikampus tersebut meminta agar para orang tua yang akan memasukkan anaknya di kampus UISU untuk berfikir dua kali agar hal yang dialami oleh mereka tidak terjadi kepada anak baru nantinya. *(Tim)*

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukseskan Kunker Presiden RI, Kasdam IV/Diponegoro Pimpin Pengamanan VVIP 
Diduga Layani Pelansir Solar Subsidi, SPBU Pertamina 44.531.16 Sokaraja Kulon Kembali Jadi Sorotan
Kapolrestabes Semarang Resmi Buka Event Kedua E-Sport Cup, Hadirkan Kompetisi dan Edukasi Kebangsaan
Polres Kudus Amankan Penyebar Hoaks Teror Pocong, Pelaku Akui Cari Keuntungan Konten
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga Ditutup-Tutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Poldasu Pastikan Situasi Medan Aman Pascablackout Sumatera
Polsek Genuk Kawal Hangat Perjalanan Spiritual Bhikkhu Thudong, Wujud Harmoni dan Toleransi di Kota Semarang
Touring Explore Wisata Wonogiri 2026 Dilepas, Polres Wonogiri Kawal Promosi Wisata hingga Pantai Selatan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:39 WIB

Sukseskan Kunker Presiden RI, Kasdam IV/Diponegoro Pimpin Pengamanan VVIP 

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:57 WIB

Dokter Muda UISU Laporkan Dekan ke Polda Sumut

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:10 WIB

Diduga Layani Pelansir Solar Subsidi, SPBU Pertamina 44.531.16 Sokaraja Kulon Kembali Jadi Sorotan

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:47 WIB

Kapolrestabes Semarang Resmi Buka Event Kedua E-Sport Cup, Hadirkan Kompetisi dan Edukasi Kebangsaan

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:34 WIB

Polres Kudus Amankan Penyebar Hoaks Teror Pocong, Pelaku Akui Cari Keuntungan Konten

Berita Terbaru

Berita

Dokter Muda UISU Laporkan Dekan ke Polda Sumut

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:57 WIB