Tribuncakranews.com-Simalungun.
Dewan Pimpinan Cabang Siantar-Simalungun Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Nasional ( LSM GARNAS ) Soroti Bangunan Gedung Tempat Belajar Mengajar SMP Negeri 1 Siantar, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dan Dugaan adanya Tindak Pidana Korupsi Dana Bos.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC LSM GARNAS Siantar Simalungun Hamdan Nasution Mendesak BPK , Kejaksaan, KPK dan Kepolisian Tidpikor untuk segera mengusut tuntas dugaan Korupsi Dana Bos di Sekolah itu.
Berawal dari kondisi bangunan SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun,, Sumatera Utara menjadi tanda tanya besar bagi LSM GARNAS dan perhatian publik, di tengah kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai ratusan juta rupiah, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi sarana dan prasarana yang sangat memprihatinkan,” belum lagi dugaan pungli,” Ujar Hamdan.
Hasil pantauan awak media pada Rabu 01/04/2026 memperlihatkan dinding sekolah dipenuhi lumut dan cat mengelupas, plafon mengalami kebocoran dengan bekas rembesan air yang menghitam, serta lantai yang retak hingga berlubang. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya ketidaksesuaian antara anggaran pemeliharaan dan realisasi di lapangan dan Dugan Korupsi Dana Bos.
Aliran Dana BOS Jadi Sorotan.
Data yang dihimpun menunjukkan pada tahun 2024, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah mencapai:
Tahap I: Rp 51.115.000
Tahap II: Rp 78.980.100
Memasuki tahun 2025, anggaran kembali digelontorkan:
Tahap I: Rp 52.037.000
Tahap II: Rp 40.445.000
Besarnya angka tersebut berbanding terbalik dengan kondisi fisik sekolah yang masih jauh dari kata layak.
Indikasi Masalah dan Minim Transparansi
Perbedaan antara besarnya anggaran dan kondisi riil di lapangan memunculkan dugaan adanya:
Pemeliharaan yang tidak maksimal
Perencanaan anggaran yang tidak tepat sasaran. Hingga potensi penyimpangan penggunaan dana. Hingga saat ini, belum terlihat adanya transparansi terbuka kepada publik terkait rincian penggunaan dana tersebut.
Inspektorat Disorot, Pengawasan Dinilai Mandul.
LSM GARNAS juga Soroti Inspektorat Kabupaten Simalungun yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Lemahnya kontrol internal, ini diduga membuka celah terjadinya pembiaran terhadap kondisi sekolah yang rusak, kenapa seeolah adanya pembiaran. ?,” apakah dugaan korupsi dana bos itu berjamaah ?,” kata Hamdan
Bupati Simalungun Dinilai Abai?
Nama Bupati Simalungun, Anton Ahmad Saragih, turut menjadi perhatian. Publik menilai kepala daerah belum menunjukkan langkah tegas dalam memastikan pengelolaan anggaran pendidikan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.
LSM GARNAS Mendesak APH Segera Lakukan Tugas nya untuk mengusut secara tuntas persoalan ini.
Melalui LSM GARNAS Masyarakat kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS di SMPN 1 Dolok Batu Nanggar.
Langkah ini dianggap penting untuk:
Mengungkap potensi penyimpangan,
Menjamin transparansi anggaran
Serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan
Jika tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan merugikan siswa sebagai pihak yang paling terdampak.
Awak media telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah, Mairelli Brayani Sianturi, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan Jum’at 03/04/2026 Mairelli Bungkam meskipun tanda pesan ceklis dua dan sudah dibaca.
( Andy Alfiano )













