DR. FACHRUL RAZI: AMERIKA SUDAH MENEMUKAN POTENSI MIGAS DAN EMAS DI INDONESIA TERMASUK DI ACEH SEJAK TAHUN 1960

- Kontributor

Senin, 6 Juli 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Tribuncakranews.com 5 Juli 2026 – Tokoh politik nasional asal Aceh sekaligus Mantan Senator DPD RI periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, M.I.P., mengungkapkan analisis geopolitik yang mendalam terkait rekam jejak penguasaan sumber daya alam (SDA) Indonesia oleh kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara di kanal Unpacking Indonesia Podcast, Dr. Fachrul Razi membeberkan bahwa Amerika Serikat telah memetakan kekayaan alam Indonesia—termasuk emas dan minyak bumi—sejak era 1960-an.

“Amerika itu sudah memotret potensi sumber daya alam Indonesia dari tahun 1960-an. Sumber daya minyak dan sumber daya emas. Aceh memiliki dua potensi besar itu,” ujar Fachrul Razi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Fachrul, peta potensi SDA ini menjadi motor penggerak kepentingan geopolitik Amerika Serikat di Asia dan Pasific. Ia mencontohkan bagaimana eksplorasi besar-besaran mulai masuk ke Aceh pada era 1970-an melalui berdirinya PT Arun yang kemudian dilanjutkan oleh raksasa migas asing, Mobil Oil. Sementara di wilayah timur Indonesia, potensi emas raksasa mulai dikuasai melalui Freeport.

Lebih lanjut, Fachrul mengaitkan dinamika transisi politik nasional pada era 1960-an dengan kepentingan ekonomi global tersebut. Berdasarkan hasil kajiannya, jatuhnya Presiden Soekarno tidak lepas dari sikap tegas sang proklamator yang menolak utang luar negeri dan berusaha menjaga kedaulatan SDA Indonesia.

Baca Juga:  Lautan Jamaah Padati Alun-Alun Bungbulang, Gema Tabligh Akbar "Generasi Digital" Sukses Memukau Publik

Pascaperalihan kekuasaan pada tahun 1966, peta hukum Indonesia mengalami pergeseran radikal. Pada tahun 1967, lahirlah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA).

“Dari sistem negara kesatuan (yang protektif), kita langsung jadi liberal. Asing masuk. PT Arun masuk, Freeport masuk, Chevron masuk. Semua perusahaan asing. Mengapa? Karena asing punya kepentingan terhadap potensi sumber daya alam kita,” urai mantan Senator dua periode tersebut.

Menutup analisisnya, Dr. Fachrul Razi menekankan bahwa tantangan kedaulatan ini terus membayangi setiap pemimpin Indonesia hingga hari ini. Isu kedaulatan bukan lagi sekadar masalah domestik kedaerahan seperti di Aceh atau Papua, melainkan ancaman menyeluruh terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia pun memberikan catatan kritis agar kepemimpinan nasional saat ini, di bawah Presiden Prabowo Subianto, senantiasa waspada dan hati-hati dalam menavigasi kebijakan ekonomi dan diplomasi global.

“Soeharto pun jatuhnya juga karena asing. Ini Prabowo juga harus hati-hati. Jangan sampai jatuh karena tidak mau kompromi dengan kepentingan asing. Ini adalah persoalan kedaulatan,” pungkasnya tegas. Demikian hasil wawancara Dr. Fachrul Razi dalam kanal online https://youtu.be/Kp5pndAeSkI?si=IADu7a8xKkZ7ZLyC .

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ojol Nusantara Sampaikan Terima Kasih dan Rasa Kehilangan atas Berakhirnya Masa Jabatan Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho
Anak Perempuan 11 Tahun Dilaporkan Hilang, Keluarga Mohon Bantuan Masyarakat
Sambut Tantangan Abad ke-21, PC PERGUNU Garut Sukses Gelar Seminar Nasional ‘Deep Learning’ dalam Pendidikan Islam
Pesta Laut Santolo 2026: Ribuan Nelayan Garut Larung Syukur dalam Harmoni Budaya “Ngarumat Sagara”
Disdamkar Garut Raih Nilai Sempurna SPM, Pemkab Juga Borong Penghargaan di PKJB 2026
Demo Unik Relawan MBG di Garut: Bawa Chef Profesional ke Lokasi Aksi untuk Patahkan Stigma Negatif
JAMAS Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek DPU Kab Semarang, Lapor Kejati Jateng Bawa Data LHP BPK Rp3,26 Miliar
JAMAS Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek DPU Kabupaten Semarang, Lapor Kejati Jateng Bawa Data LHP BPK Rp3,26 miliar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 21:10 WIB

Ojol Nusantara Sampaikan Terima Kasih dan Rasa Kehilangan atas Berakhirnya Masa Jabatan Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho

Senin, 6 Juli 2026 - 20:45 WIB

Anak Perempuan 11 Tahun Dilaporkan Hilang, Keluarga Mohon Bantuan Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 20:38 WIB

Sambut Tantangan Abad ke-21, PC PERGUNU Garut Sukses Gelar Seminar Nasional ‘Deep Learning’ dalam Pendidikan Islam

Senin, 6 Juli 2026 - 20:32 WIB

Pesta Laut Santolo 2026: Ribuan Nelayan Garut Larung Syukur dalam Harmoni Budaya “Ngarumat Sagara”

Senin, 6 Juli 2026 - 19:27 WIB

Disdamkar Garut Raih Nilai Sempurna SPM, Pemkab Juga Borong Penghargaan di PKJB 2026

Berita Terbaru