Pesta Laut Santolo 2026: Ribuan Nelayan Garut Larung Syukur dalam Harmoni Budaya “Ngarumat Sagara”

- Kontributor

Senin, 6 Juli 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Tribuncakranews.com 

Gemuruh ombak Pantai Santolo berpadu sempurna dengan riuh sorak ribuan warga dan wisatawan yang memadati pesisir selatan Kabupaten Garut pada Minggu (5/7/2026).

Pesisir eksotis di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet ini seketika berubah menjadi lautan manusia yang merayakan Tasyakur Nelayan Santolo 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengusung tema puitis dan mendalam, “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir Santolo” (Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo), gelaran tahun ini tampil beda, lebih megah, dan sarat akan nilai filosofis tanah Sunda.

​Sinergi Pejabat dan Rakyat di Sisi Samudra

​Acara adat yang sakral sekaligus meriah ini dibuka resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Beni Yoga Gunasantika.

​Hadir pula jajaran Forkopimcam Cikelet, Pengurus DPC HNSI Garut, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan Kodim 06/11 Garut, Danpolairud, hingga tokoh pemuda setempat yang melebur bersama masyarakat pesisir.

​Dalam sambutannya yang hangat, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, menyebut acara ini sebagai ruang refleksi spiritual yang agung.

​”Ini adalah momentum sakral. Sebuah perwujudan rasa syukur yang luar biasa dari para nelayan kepada Allah SWT atas berkah samudera Pantai Santolo yang melimpah. Tugas kita sekarang adalah menjaga keindahan dan kelestarian alam ini,” ujar Aris.

​Infrastruktur Digas, Ekosistem Dijaga, Bidik Kalender Wisata Nasional

​Sektor kelautan adalah urat nadi ekonomi Garut Selatan. Menanggapi aspirasi nelayan, Kepala Disparbud Garut, Beni Yoga Gunasantika, membawa kabar segar terkait komitmen pemerintah daerah untuk membenahi aksesibilitas menuju kawasan wisata ini.

​”Kami di pemerintah daerah bersama Pak Bupati dan Pak Ketua DPRD akan serius berdiskusi untuk mendongkrak infrastruktur menuju Santolo agar semakin mantap. Tapi ingat, komitmennya harus dua arah: ekonomi maju, ekosistem laut tetap terjaga. Kalau bukan kita yang merawat laut ini, siapa lagi?” tegas Beni.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kudus Gandeng PWI dan IJTI Gelar Turnamen Bulutangkis

​Tak main-main, Disparbud Garut juga membidik tradisi Tasyakur Nelayan ini untuk naik kelas secara berkala agar masuk dalam kalender rujukan agenda kepariwisataan daerah bahkan nasional.

“Tahun depan, dengan kolaborasi semua pihak, kita kemas acara ini jauh lebih meriah lagi. Ini bukan sekadar ritual, tapi atraksi budaya magnetis bagi wisatawan,” tambah Beni optimis.

​Dukungan penuh pun mengalir dari Ketua DPD Paguyuban Sundawani Garut, Evan Saepul Rohman, dan Tokoh Nelayan Santolo, Hj. Ninih Sumarni, yang mengaku bangga dan siap habis-habisan mendukung event tahun depan agar tampil lebih spektakuler.

​Dari Larung Sajen hingga Wayang Golek Giriharja 3 Putra

​Ketua Panitia Pelaksana, Pudin Marjoko, mengungkapkan rasa harunya atas kehadiran para pejabat publik.

“Kehadiran pemerintah di sini adalah suntikan energi bagi kami. Ini adalah jembatan sinergi dan wadah aspirasi nyata masyarakat pesisir,” tuturnya.

​Kemeriahan Tasyakur Nelayan Santolo 2026 kali ini benar-benar memanjakan mata dan hati lewat rangkaian acara yang unik dan multisektoral:

​Karnaval & Estetika Laut: Parade budaya tradisional berpadu apik dengan riuhnya lomba hias perahu nelayan yang mewarnai cakrawala Santolo.

​Inti Tradisi: Prosesim ritual adat larung sajen ke tengah laut sebagai simbol penghormatan dan syukur atas hasil laut.

​Aksi Sosial & Pelayanan Publik: Festival ini juga peduli sesama dengan menghadirkan layanan gratis (Kesehatan, Adminduk Disdukcapil, dan BPJS Ketenagakerjaan) di lokasi, serta santunan anak yatim piatu.

​Sentuhan Spiritual: Gema Istigosah berjamaah yang menggetarkan sanubari.

​Pesta Rakyat Paripurna: Malam puncak ditutup dengan gelak tawa dan petuah bijak lewat pagelaran Wayang Golek oleh lingkung seni legendaris, Giriharja 3 Putra, yang sukses mengocok perut sekaligus menghibur ribuan pasang mata hingga akhir acara.

 

​(Enjang)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam IV/Diponegoro Perkuat Kesiapan Satuan, Tinjau Fasilitas dan Kebugaran Prajuritqq
Green Policing, Kapolres Kudus Pimpin Kerja Bakti Bersama Masyarakat di Balai Jagong
Akun Instagram Diduga Promosikan Judi Online, Ditressiber Polda Jateng Lakukan Penindakan
Kapolres Jombang Buka Kejurprov Bola Voli U-19 Antar Klub se-Jawa Timur
Tinjau Kesiapan KDKMP di Kabupaten Tegal, Pangdam IV/Diponegoro Targetkan Operasional Tahun Ini
Sebanyak 24 Tim PKM UNDIP Siap Melaju Ajang PIMNAS ke-39
Mayat Perempuan Pantai Krakal Teridentifikasi, Korban Berasal dari Magelang 
VIRAL DI TIKTOK! Dugaan Asusila Oknum Jaksa Gunungkidul, Kejari Ungkap Pemeriksaan Berjalan Sejak 3 September
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Perkuat Kesiapan Satuan, Tinjau Fasilitas dan Kebugaran Prajuritqq

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Green Policing, Kapolres Kudus Pimpin Kerja Bakti Bersama Masyarakat di Balai Jagong

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Akun Instagram Diduga Promosikan Judi Online, Ditressiber Polda Jateng Lakukan Penindakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Kapolres Jombang Buka Kejurprov Bola Voli U-19 Antar Klub se-Jawa Timur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Tinjau Kesiapan KDKMP di Kabupaten Tegal, Pangdam IV/Diponegoro Targetkan Operasional Tahun Ini

Berita Terbaru