Pracimantoro Tribuncakranews. com — Dugaan pembunuhan yang menimpa warga Dusun Nongko Suit Desa Gambir Manis Kecamatan Pracimantoro Wonogiri hari ini Selasa (26/5/2026) di Autopsi oleh jajaran Forensik Polda Jaten beserta Jajaran Kepolisian Polresta Solo.
Lokasi pemakaman di Desa Gambir Manis Pracimantoro dipenuhi warga yang membantu proses penggalian dan pemakaman kembali korban Herwanto (26).
Adapun dugaan pembunuhan di TKP Daerah Panularan, Lawean Kota Solo pada 17 Februari 2026 yang saat itu Herwanto (korban) tinggal dirumah kontrakan bersama isterinya Rani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada pemberitaan beberapa saat lalu yang beredar dibanyak Media dijelaskan bahwa Korban Herwanto ditemukan meninggal dengan kaki, tangan dan leher terjerat tali berupa senar. Korban pulang kerja Jam 17.00 WIB dan ditemukan telah tidak bernyawa sekitar Jam 20.30 dengan posisi diselimuti dan muka lebam serta gigi depan atas njepat (hampir lepas).
Saat dilakukan Outupsi warga berharap pelaku dugaan pembunuhan Herwanto segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.
“Semoga pelakunya yang sangat kejam itu segera bisa ditangkap oleh polisi,” pinta salah satu warga yang tidak bisa disebut namanya saat dijumpai di Pemakaman Umum Desa Gambir Manis pada selasa, (26/5/2026) sekira Jam 11 WIB.
Pembongkaran makam dimulai sekitar Jam 11 WIB dan selesai Outupsi sekitar Jam 15.30 WIB dengan dibantu jajaran Polsek Pracimantoro yang berjalan dengan lancar.
Dengan adanya Outopsi tersebut keluarga berharap dapat ditemukan jejak apakah meninggalnya Herwanto meninggal dengan wajar atau dengan kekerasan.
“Jika memang Herwanto meninggal dengan wajar keluarga iklas menerimanya, tetapi jika meninggal dengan adanya unsur kekerasan sebelumnya pelakunya harus bertanggung jawab dan diproses hukum yang berat,” kata Sarto (71) Kakek korban saat dijumpai di Pemakaman saat Outopsi.
Hingga berita ini dinaikan keluarga korban dugaan pembunuhan masih terus menunggu proses penyelidikan yang dilakukan Jajaran Polresta Solo. Keluarga berharap kasus tersebut dapat segera terungkap.
(Tim Red)













