Kapolres Sragen Teken PKS, Keselamatan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum Wajib SMP

- Kontributor

Selasa, 15 September 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN, Jateng, Tribuncakranews.com  – Upaya membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda Kabupaten Sragen memasuki babak baru.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Purwanti, M.Pd., menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan kurikulum keselamatan berlalu lintas bagi peserta didik tingkat SMP.

Penandatanganan PKS berlangsung di Hall Sibara Polres Sragen, Senin (14/9/2026) siang. Langkah tersebut menjadi terobosan dalam upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak bangku sekolah, sehingga keselamatan di jalan tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya dibangun melalui penegakan hukum.

Pendidikan sejak usia sekolah dinilai menjadi kunci untuk membentuk perilaku pengguna jalan yang disiplin dan bertanggung jawab.

“Keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan budaya disiplin dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar AKBP Dewiana.

Menurut Kapolres, siswa SMP perlu dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan dan sikap yang tepat ketika berada di jalan raya. Materi yang diberikan nantinya tidak berhenti pada pengenalan rambu dan marka jalan, tetapi juga mencakup penggunaan perlengkapan keselamatan, risiko berkendara, hingga pentingnya menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Skema pengembangan kurikulum tersebut dirancang secara bertahap. Polres Sragen bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan perencanaan, dilanjutkan rapat bersama kepala sekolah serta koordinasi teknis dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

Setelah PKS ditandatangani, akan dibentuk tim penyusun materi ajar keselamatan berlalu lintas. Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi guru kokurikuler SMP se-Kabupaten Sragen.

Baca Juga:  Polres Purworejo Ungkap Pencurian Rumah di Bener, Satu Tersangka Ditangkap

Para guru yang telah mendapatkan pembekalan selanjutnya akan menjadi penggerak edukasi keselamatan berlalu lintas di sekolah masing-masing. Dengan pola tersebut, pesan keselamatan diharapkan tidak hanya datang dari kepolisian, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Kapolres menilai sekolah mempunyai posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Guru bukan hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan budaya tertib berlalu lintas.

“Anak-anak perlu mendapatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap yang benar dalam berlalu lintas. Edukasi harus dibangun melalui pembiasaan dan keteladanan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Purwanti, M.Pd., menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, terlebih semakin banyak anak usia sekolah yang telah beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor.

“Program ini sangat penting karena pendidikan karakter dan keselamatan harus ditanamkan sejak dini. Kami mendukung pengembangan kurikulum keselamatan berlalu lintas agar dapat diterapkan di sekolah,” kata Purwanti.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, para kepala SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Sragen Kota, pejabat utama Polres Sragen serta sejumlah pihak terkait.

Melalui kerja sama ini, Polres Sragen dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen tidak sekadar menanamkan pengetahuan tentang aturan lalu lintas. Lebih jauh, keduanya ingin membentuk kebiasaan baru: generasi muda yang memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Dari ruang kelas, budaya keselamatan itu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan di jalan raya—membentuk pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, menghargai pengguna jalan lain, dan menjadikan keselamatan sebagai bagian dari karakter mereka.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Polres Sragen

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Apresiasi Masyarakat, Konser dan Penyampaian Aspirasi di Borobudur Berlangsung Kondusif
Apel Gabungan KRYD Malam Minggu di Bungbulang: Sinergi Kuat TNI-Polri dan Stakeholder Demi Keamanan Warga
Pengisian Dukuh Yang Kosong Di Empat Wilayah Karangmojo Berjalan Lancar, Hasil Ujian Bisa Diterima Semua Peserta
Dukung Ketahanan Pangan Masyarakat, Kasrem 072/Pamungkas Hadiri Penyaluran Bantuan Beras di Gedongtengen
Diduga Pengerukan Sawah di Desa Sumberejo Bonang Demak , Anggaran Belum Jelas dan Penggunaan Solar Subsidi Dipertanyakan
Saat Kebijakan Pilah Sampah dari Dapur Berubah Menjadi “Terapi Jiwa” Warga
BARESKRIM SITA 103 ASET PT DSI DI SUKOHARJO, 86 KAVLING DAN 17 RUMAH DITAKSIR RP10,23 MILIAR
GERAK CEPAT TIM URC POLRES SRAGEN! Dua Pelaku Penyelewengan Solar Subsidi Dibekuk, Lima Mobil Modifikasi dan 923 Liter Solar Disita
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:16 WIB

Polda Jateng Apresiasi Masyarakat, Konser dan Penyampaian Aspirasi di Borobudur Berlangsung Kondusif

Minggu, 1 November 2026 - 09:07 WIB

Apel Gabungan KRYD Malam Minggu di Bungbulang: Sinergi Kuat TNI-Polri dan Stakeholder Demi Keamanan Warga

Minggu, 1 November 2026 - 09:03 WIB

Pengisian Dukuh Yang Kosong Di Empat Wilayah Karangmojo Berjalan Lancar, Hasil Ujian Bisa Diterima Semua Peserta

Minggu, 1 November 2026 - 09:01 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Masyarakat, Kasrem 072/Pamungkas Hadiri Penyaluran Bantuan Beras di Gedongtengen

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Diduga Pengerukan Sawah di Desa Sumberejo Bonang Demak , Anggaran Belum Jelas dan Penggunaan Solar Subsidi Dipertanyakan

Berita Terbaru