Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Ajak Masyarakat yang beragama Buddha Rayakan Imlek Tanpa Euforia

- Kontributor

Senin, 26 Januari 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Tribuncakranews.com // Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Indra Wahidin mengimbau agar momen Imlek 2026 tidak dirayakan secara berlebihan, seperti dengan pesta kembang api dan besar-besaran dan sejenisnya.

“Kita mengimbau untuk tidak dilaksanakan secara euforia yang berlebihan,” kata Indra dalam keterangannya di Kantor Inti Sumut, Senin 26/1/2026.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang tengah berduka akibat bencana yang menerpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbauan tersebut disampaikan Indra pada kegiatan rapat bersama para Tokoh Buddha Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Wilayah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Polonia Medan.

Sejumlah Perhimpunan Indonesia Tionghoa daerah juga menyatakan akan meniadakan ada pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026, salah satunya Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Medan.

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Jenly menegaskan bahwa tidak ada pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026 di Medan.

Jenly menegaskan bahwa imbauan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi nasional, khususnya bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar bagi masyarakat setempat.

“Kepekaan sosial menjadi penting agar perayaan tidak melukai rasa kemanusiaan saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” tegas Jenly.

Selain mengajak menahan euforia, Jenly juga meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama momentum pergantian tahun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan maupun risiko kebencanaan di wilayah masing-masing.

Kendati demikian, Jenly menyebutkan perayaan Imlek harus tetap diadakan di Medan meski dengan cara sederhana. Sebab, kata Jenly, Medan merupakan Kota terbesar ke tiga di Indonesia dan merupakan kota global sehingga Medan akan disorot oleh dunia.

“Tetapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” kata Jenly.

Penulis : Red/Tim

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Polri Kawal Ketahanan Pangan, Pertanian Jadi Prioritas Nasioanal
Hari Buruh Nasional, Polres Lubuklinggau Apel Gabungan Jaga Kantibmas
Sentuhan Humanis Polisi, Polwan Polres Kendal Bagikan Bunga saat May Day
Sinergi TNI-Polri di Juwangi, Patroli Malam Jaga Kondusifitas Wilayah
AKTIVIS HMI APRESIASI PENGAMANAN MAY DAY 2026, NEGARA HADIR JAGA DEMOKRASI
Aksi Partai Buruh Suarakan Nasib Buruh TPL
Pengamanan Hari Buruh Internasional 2026, Polres Semarang Kerahkan 400 Personel di Ungaran
Tiga Oknum Anggota Polisi Lubuklinggau Dipecat, Satu Kasus Selingkuh 
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:12 WIB

Komitmen Polri Kawal Ketahanan Pangan, Pertanian Jadi Prioritas Nasioanal

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:20 WIB

Hari Buruh Nasional, Polres Lubuklinggau Apel Gabungan Jaga Kantibmas

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:37 WIB

Sentuhan Humanis Polisi, Polwan Polres Kendal Bagikan Bunga saat May Day

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sinergi TNI-Polri di Juwangi, Patroli Malam Jaga Kondusifitas Wilayah

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:53 WIB

AKTIVIS HMI APRESIASI PENGAMANAN MAY DAY 2026, NEGARA HADIR JAGA DEMOKRASI

Berita Terbaru