Semarang, Tribuncakranews.com — Koramil 02 Semarang Tengah menggelar kegiatan Karya Bakti pembersihan Sungai Semarang Tengah secara serentak bersama dinas terkait dan komponen masyarakat, Jumat (6/2/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 10.30 WIB ini menyasar aliran sungai dari kawasan Wotgandul hingga Jembatan Purwadinatan.
Karya bakti ini merupakan lanjutan dari Tahap Pertama yang sebelumnya telah dilaksanakan dengan sasaran Jembatan Jalan Thamrin hingga Wotgandul. Kegiatan tahap awal tersebut ditinjau langsung oleh Ibu Wali Kota Semarang bersama para asisten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Program pembersihan sungai secara serentak ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Semarang dan dipimpin langsung oleh Danramil 02 Semarang Tengah, Mayor Inf Sugiyarto, S.IP.
Pada Tahap Kedua ini, Koramil 02 Semarang Tengah bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Disperkim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Tim Orange Kecamatan, Linmas, serta warga di sekitar lokasi sasaran. Kegiatan juga dihadiri oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang, para lurah dari Kelurahan Gabahan, Jagalan, Kranggan, Pekunden, dan Karang Kidul, serta LPMK Semarang Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Danramil 02 Semarang Tengah, Mayor Inf Sugiyarto, S.IP, menjelaskan bahwa kegiatan karya bakti pembersihan Sungai Semarang Tengah ini dilaksanakan berdasarkan perintah komando atas serta arahan dari Ibu Wali Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan sungai dan jalan inspeksi yang bersih, indah, sehat, dan nyaman, sekaligus memastikan aliran sungai tetap lancar dan bebas dari sampah.
Menariknya, kegiatan pembersihan sungai ini juga didukung oleh Kemenag Kota Semarang dan FKUB Kota Semarang melalui inisiasi gerakan ekoteologi bertajuk “Kebersihan Sungai Iman Harmoni (KASIH)”. Program ini bertujuan merawat lingkungan sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama sebagai wujud nyata penerapan nilai-nilai ekoteologi, yakni hubungan antara iman dan pelestarian lingkungan.
Rencananya, kegiatan karya bakti pembersihan sungai akan kembali dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, sebagai Tahap Ketiga, dengan sasaran aliran sungai dari Jembatan Purwadinatan hingga Jembatan Jalan Agus Salim. Red/Fandex













