Perkara KDRT Mandek Sejak 2024, Kuasa Hukum Korban Soroti Kinerja Unit PPA Polres Tangerang Selatan

- Kontributor

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Selatan, Tribuncakranews.com // Penanganan perkara dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebagaimana diatur dalam Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT, yang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan, menuai sorotan tajam dari kuasa hukum korban.

Perkara tersebut telah dilaporkan sejak tahun 2024 dan teregistrasi berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/B/1849/VIII/2024/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA, tertanggal 14 Agustus 2024. Namun hingga kini, perkara dinilai belum menunjukkan kejelasan hukum.

Kuasa hukum korban, Hario Setyo Wijanarko, S.H., CNSP., CCL, menyampaikan bahwa lambannya penanganan perkara telah menimbulkan ketidakpastian hukum bagi kliennya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Klien kami, Saudari Vera Ika Febriyanti, yang merupakan korban KDRT atas dugaan perbuatan mantan suaminya berinisial WCA, telah melaporkan peristiwa tersebut sejak 14 Agustus 2024. Namun hingga hampir dua tahun berjalan, belum ada penetapan status tersangka,” ujar Hario saat ditemui awak media di kantornya di kawasan Parigi Baru, Pondok Aren, Jumat (13/2/2026).

Menurut Hario, secara normatif pembuktian perkara ini tergolong sederhana. Pihak korban telah melengkapi alat bukti berupa resume medis, keterangan saksi, serta bukti pendukung lainnya. Namun hingga saat ini, penyidik disebut belum melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum terlapor.

Selain itu, pihaknya juga telah melayangkan surat permohonan kepada Kapolres Metro Tangerang Selatan sejak 10 November 2025 agar perkara tersebut mendapat atensi khusus.

“Korban KDRT adalah perempuan yang secara hukum berada pada posisi rentan. Namun hingga kini, perkara klien kami seolah tidak ditangani secara sungguh-sungguh,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, rekan satu tim kuasa hukum dari LAW FIRM DSW, Mohamad Faisal, S.H., M.H., CPCLE., CNSP., CPM, menegaskan bahwa aparat penegak hukum seharusnya tidak menunggu tekanan publik untuk menuntaskan perkara.

“Apakah sebuah perkara harus viral terlebih dahulu agar mendapat keadilan? Prinsip equality before the law harus ditegakkan tanpa diskriminasi,” tegas Faisal.

Faisal juga menyampaikan, apabila dalam waktu dekat perkara ini masih belum menunjukkan perkembangan signifikan, pihaknya akan mengajukan permohonan gelar perkara khusus kepada Kabag Wasidik Polda Metro Jaya. Bahkan, upaya praperadilan akan ditempuh atas dugaan penundaan penanganan perkara tanpa alasan hukum yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 158 huruf d Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Sorotan Publik dan Desakan Pengawasan

Kasus ini mulai mendapat perhatian dari publik, pemerhati hukum, serta media. Banyak pihak menilai perkara tersebut menjadi ujian serius bagi komitmen aparat dalam melindungi korban KDRT.

Di tempat terpisah, pemerhati hukum Muhamad Ardiansyah mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum.

“Kami meminta aparat penegak hukum bekerja profesional, transparan, dan tanpa intervensi. Kasus ini harus dibuka seterang-terangnya agar keadilan benar-benar ditegakkan,” ujarnya.

Kini, publik menantikan langkah tegas dari Polres Tangerang Selatan untuk segera memberikan kepastian hukum melalui penetapan tersangka hingga proses peradilan, demi menghadirkan keadilan bagi korban dan keluarganya. (Red/Khanza)

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Pelaku Pembobol Minimarket Diamankan Polres Garut Setelah 19 kali Beraksi
Rapat Persiapan Pelantikan PWI LS Jawa Tengah Berjalan Lancar & Kondusif, Gus Miftah Targetkan Hadirkan Presiden Prabowo serta Raja dan Sultan Se-Nuswantoro
Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba 
Janda Lansia dan Dua Anak Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, DPP LAI & Aktivis Pers Desak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang Turun Tangan
Personel Polsek Ngoro Dampingi Petani Meninjau Tanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan
Kodim 0703/Cilacap Berbagi melalui Kegiatan Ladang Sedekah
Polrestabes Semarang Ungkap Dugaan Pencabulan Anak, Korban Sempat Dibawa ke Tiga Daerah
Resmob Polrestabes Semarang Ungkap Penipuan Minyak Jelantah Rp3,29 Miliar, Satu Pelaku Ditangkap di Sukoharjo
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:21 WIB

3 Pelaku Pembobol Minimarket Diamankan Polres Garut Setelah 19 kali Beraksi

Sabtu, 12 September 2026 - 10:18 WIB

Rapat Persiapan Pelantikan PWI LS Jawa Tengah Berjalan Lancar & Kondusif, Gus Miftah Targetkan Hadirkan Presiden Prabowo serta Raja dan Sultan Se-Nuswantoro

Sabtu, 12 September 2026 - 09:30 WIB

Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba 

Sabtu, 12 September 2026 - 07:13 WIB

Janda Lansia dan Dua Anak Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, DPP LAI & Aktivis Pers Desak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 22:48 WIB

Personel Polsek Ngoro Dampingi Petani Meninjau Tanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan

Berita Terbaru