Garut, Tribuncakranews.com
Gemuruh air terjun membelah kesunyian di pelosok Garut Selatan. Di sanalah berdiri anggun Curug Sanghyang Taraje, sebentuk kemewahan alam yang bak tangga dewa jatuh ke bumi. Sabtu pahit (1/8/2026), giliran Pimpinan Daerah Garut, Bupati Abdusy Syakur Amin, yang ngaguar (menjelajahi) keindahan tatar Pamulihan ini secara langsung.
Kunjungan seba kerja ini bukan sekadar pelesir biasa. Langkah kaki sang Bupati di tanah Pamulihan membawa misi besar: menata potensi sport tourism tanpa merusak warisan leuhur yang asri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cag, Urang Jaga Alamna!”
Di bawah naungan rimbunnya dedaunan dan hempasan embun curug, Bupati Garut tak henti-hentinya bertutur kagum akan pesona alam yang terhampar.
”Konon ini salah satu yang tercantik di Jawa Barat, bahkan mungkin di Indonesia. Ieu kedah dipelihara, dijaga, tur dikembangkan benghar manfaatna kagem masyarakat,” tutur Bupati penuh semangat.
Untuk mempercantik sang “mempelai alam”, Pemerintah Kabupaten Garut siap meracik formulasi terbaik.
Namun, prinsipnya tetap silih asih, silih asasa, silih asuh—harus ada kolaborasi manunggal antara pemkab dan warga desa. Lewat semangat gotong royong, kesadaran berpartisipasi (termasuk kepatuhan pajak daerah) akan bermuara kembali menjadi fasilitas yang memanjakan wisatawan.
Baju Boleh Modern, Jalan Tetap Ngarumat Alam
Menanggapi niat baik Pemkab, Deni Tamrin selaku pengelola Curug Sanghyang Taraje menyambut hangat penuh sukacita.
Bahu-membahu bersama warga, ia merawat curug ini dengan asas sakadarna—biarkan alam tampil jujur apa adanya tanpa polesan beton berlebih.
Aspirasi utama warga dan pengelola sebetulnya sederhana: akses jalan yang mulus.
Jarak Akses: Kurang lebih 2,5 kilometer dari jalan desa.
Kebutuhan Utama: Pembenahan bahu jalan dan penerangan jalan umum (PJU).
Konsep Wisata: Tetap mempertahankan aura alami (back to nature).
”Pami konsep mah kita hayang alami, opnam apa adanya. Ieu ge tos mewah, tos sae alami kitu. Mung abdi nyuhunkeun ka Pak Bupati, infrastruktur jalanna wae dipang-muluskeun,” puji Deni dengan nada lugas khas pedesaan.
Dari Tanah Pasundan hingga Mancanegara
Curug Sanghyang Taraje bukan sekadar tempat ngadem warga lokal di akhir pekan. Magnet keindahan “Tangga Para Dewa” ini rupanya sudah tercium hingga ke mancanegara.
Pelancong jauh dari Benua Australia hingga Prancis pun rela melintasi samudera demi menyaksikan keagungan air terjun kembar di tatar Garut ini.
Dengan pembenahan akses jalan yang ciamik, Curug Sanghyang Taraje diproyeksikan tak hanya jadi primadona anyar wisata Garut, tapi juga ikon sport tourism Pasundan yang tersohor ke seantero jagat.
(Enjang)












