Polres Semarang Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Keagamaan, 8 Santriwati Jadi Korban

- Kontributor

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Semarang, Tribuncakranews.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan keagamaan di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Seorang pria berinisial AJS (56) kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah korban yang masih berusia anak-anak memberanikan diri menyampaikan pengalaman yang mereka alami kepada keluarga. Informasi tersebut kemudian berkembang menjadi laporan resmi kepada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Tedja Lelana, didampingi Kasi Humas Polres Semarang Iptu Budiyono, Unit PPA serta perwakilan DP3KAB Kabupaten Semarang, menjelaskan bahwa tersangka diduga melakukan perbuatan tersebut dalam rentang waktu 2023 hingga 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penyidik, tersangka yang berperan sebagai pengurus sekaligus pengajar di lembaga keagamaan tersebut diduga memanfaatkan kedudukan, kepercayaan, dan relasi kuasa terhadap para korban.

“Dugaan modus yang digunakan antara lain melalui dalih pengobatan spiritual, terapi tertentu, serta pemberian doktrin yang membuat korban sulit menolak atau melawan,” ungkap AKP Bodia dalam konferensi pers di Polres Semarang, Kamis (11/6/2026).

Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan, polisi mencatat sedikitnya delapan korban yang seluruhnya merupakan santriwati di bawah umur. Para korban berasal dari wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali.

Baca Juga:  Polantas Menyapa Satpas Karanganyar, Layanan SIM Lebih Jelas, Cepat, dan Akuntabel

Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta mengumpulkan sejumlah alat bukti yang menjadi dasar penetapan tersangka. Setelah melalui proses penyidikan, AJS resmi diamankan dan ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Atas kasus tersebut, tersangka dijerat dengan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), serta ketentuan pidana lainnya yang relevan. Ancaman hukuman yang dikenakan mencapai maksimal 15 tahun penjara disertai pidana denda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Polres Semarang menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya perkembangan baru, termasuk potensi tambahan korban maupun saksi yang belum melapor.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait perkara ini atau merasa pernah menjadi korban agar tidak takut melapor. Identitas korban akan dilindungi dan penanganannya dilakukan secara profesional,” tegas AKP Bodia.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Semarang melalui DP3KAB turut memberikan pendampingan psikologis dan layanan pemulihan trauma kepada para korban. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak-hak anak tetap terlindungi selama proses hukum berlangsung.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama terhadap lingkungan pendidikan dan aktivitas yang melibatkan anak-anak, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mencegah serta menindak tegas segala bentuk kekerasan seksual terhadap anak. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kudus Gandeng BPJS Kesehatan, 548 Warga Rentan Diverifikasi untuk Perlindungan JKN
Penerangan Jalan Pemkab Jombang Sukses Rampungkan Mayoritas Paket PJU PIK Fokus pada Dampak Masyarakat
Sosialisasikan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis dan Antipungli
Pangdam IV/Diponegoro Sambut Kepulangan Prajurit Purna Satgas Pamtas RI-PNG dengan Penuh Kebanggaan
Irdam IV/Diponegoro Pimpin Entry Meeting Verifikasi Sertijab Pangdam dan Ketua YKJ Cabang III Diponegoro
Dugaan Gudang Penimbunan Solar Ilegal di Demak Terbongkar
Sengketa Pelayanan Medis Anak dengan Klinik All About Care Berakhir Damai, Orang Tua Sebut Ada Permintaan Maaf dan Ganti Rugi
Progres Disebut Capai 87 Persen, Muhammad Rofiq dan Purwanto Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembangunan kepada Satpol PP Kota Salatiga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Polres Kudus Gandeng BPJS Kesehatan, 548 Warga Rentan Diverifikasi untuk Perlindungan JKN

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Penerangan Jalan Pemkab Jombang Sukses Rampungkan Mayoritas Paket PJU PIK Fokus pada Dampak Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Sosialisasikan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis dan Antipungli

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Sambut Kepulangan Prajurit Purna Satgas Pamtas RI-PNG dengan Penuh Kebanggaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Irdam IV/Diponegoro Pimpin Entry Meeting Verifikasi Sertijab Pangdam dan Ketua YKJ Cabang III Diponegoro

Berita Terbaru