Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Perintahkan Wapres Audit 32 Ribu korban BB Bireiuen Baru 4000 Tersalur Diduga Nguap!!

- Kontributor

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH – BIREUEN Tribuncakranews.com – Tata kelola penyaluran bantuan pascabanjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, memicu polemik setelah munculnya selisih data distribusi yang signifikan. Berdasarkan informasi yang bersumber dari pernyataan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, dari total 32.000 warga terdampak banjir, baru sekitar 4.000 korban yang dilaporkan telah menerima bantuan. Kondisi ini menyisakan tanda tanya besar mengenai status penanganan 28.000 korban lainnya yang diduga belum tersentuh bantuan logistik.

Ketimpangan data tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik dan pengamat. Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera memerintahkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta kementerian terkait guna melakukan audit menyeluruh terhadap skema distribusi bantuan di Kabupaten Bireuen.

Keterangan Warga Blang Awe Jadi Titik Uji LapanganDugaan tersendatnya bantuan ini diperkuat oleh kesaksian dari tingkat tapak. Sejumlah warga di Arabungong, Dusun Blang Awe, Kecamatan Peudada, mengaku belum menerima paket bantuan logistik apa pun dari pemerintah daerah sejak banjir melanda permukiman mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini yang kami alami sendiri. Di Arabungong, Dusun Blang Awe, bantuan belum kami terima,” ujar salah seorang perwakilan warga setempat saat memberikan keterangan kepada awak media.

Keterangan sepihak dari warga Peudada ini menjadi salah satu sampel krusial yang memerlukan verifikasi faktual segera oleh otoritas terkait. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa administrasi pendataan di atas kertas belum sepenuhnya selaras dengan realisasi pemenuhan kebutuhan di lapangan.

Urgensi Transparansi dan Audit DistribusiMenyikapi polemik ini, Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa akuntabilitas penyaluran bantuan bencana bersifat mutlak demi menjaga integritas pemerintah sekaligus melindungi hak-hak dasar warga negara.

“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Wapres bersama menteri terkait untuk mengaudit dan mengurai hambatan penyaluran bantuan di Kabupaten Bireuen. Transparansi tata kelola bencana sangat krusial. Penyelesaian masalah ini tidak boleh mandek pada klaim ketersediaan anggaran, melainkan harus dipastikan bahwa bantuan fisik benar-benar sampai ke tangan yang berhak,” tegas Prof. Sutan.

Baca Juga:  Nanik Susanti Resmi Gantikan Akhmat Suyuti, DPRD Kendal Gelar Pengucapan Sumpah Pengganti Antarwaktu

Secara matematis, deviasi sebesar 28.000 korban yang belum menerima bantuan memerlukan evaluasi multi-institusi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Pusat. Langkah verifikasi lapangan mendesak dilakukan untuk menjawab lima indikator utama:

(1) Validasi jumlah riil penerima manfaat.

(2) Identifikasi identitas korban yang telah terakomodasi.

(3) Jenis dan volume bantuan yang didistribusikan.

(4) Garis waktu (timeline) penyaluran.

(5) Pemetaan kendala teknis yang menyebabkan puluhan ribu korban lainnya tertahan.

Hak Korban dan Komitmen PengawalanBencana alam bukan sekadar persoalan statistik atau urusan administrasi birokrasi semata. Di balik angka selisih 28.000 jiwa tersebut, terdapat masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, aset produktif, serta akses logistik utama. Publik kini menuntut adanya skema distribusi yang berkeadilan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Audit teknis yang didesak oleh berbagai pihak ini tidak bertujuan untuk mencari kesalahan institusional, melainkan sebagai langkah mitigasi dan perbaikan sistemik agar bantuan kedaruratan dapat disalurkan secara presisi. Masyarakat terdampak membutuhkan kepastian konkret, bukan sekadar pembaruan data di atas kertas.

Redaksi PT. PATROLI SERGAP NEWS TV akan terus mengawal perkembangan penyaluran bantuan banjir di Kabupaten Bireuen secara berkala. Redaksi juga membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan respons resmi berimbang mengenai dinamika data penyaluran ini.

 

REDAKSI: PT. PATROLI SERGAP NEWS TV

EDITOR: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT Ke-81 RI, Korem 072/Pamungkas Gelar Perlombaan Meriah 
Danrem 072/Pamungkas Silaturahmi dengan Gubernur DIY, Bahas Persiapan Merah Putih Malioboro
13 Calon Ulu-Ulu Kalurahan Siraman Ikuti Pembekalan
Korem 072/Pamungkas Gelar “Jogja Merah Putih”, Bentangkan Bendera Merah Putih 481 Meter Sambut HUT RI ke-81
‎KABB Masih Menunggu Tindak Lanjut Kemendagri Soal Nikah Siri Gubernur
Tambang Diduga Ilegal di Sambirutung Mojorejo Sukoharjo Terus Beroperasi, Warga Desak APH Bertindak Tegas
Kopi Cangkruk Polsek Sragen Kota: Polisi Sambangi Pos Kamling, Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan
“Hallo Ojol” Polsek Sragen Kota: Rangkul Driver Ojol Jadi Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, Korem 072/Pamungkas Gelar Perlombaan Meriah 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Danrem 072/Pamungkas Silaturahmi dengan Gubernur DIY, Bahas Persiapan Merah Putih Malioboro

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:25 WIB

13 Calon Ulu-Ulu Kalurahan Siraman Ikuti Pembekalan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Perintahkan Wapres Audit 32 Ribu korban BB Bireiuen Baru 4000 Tersalur Diduga Nguap!!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Korem 072/Pamungkas Gelar “Jogja Merah Putih”, Bentangkan Bendera Merah Putih 481 Meter Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Berita

13 Calon Ulu-Ulu Kalurahan Siraman Ikuti Pembekalan

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:25 WIB