PSDA Jratunseluna Bangun Tanggul Darurat Sungai Bodri, Pemdes Pidodokulon Kerahkan Alat Berat Secara Swadaya

- Kontributor

Senin, 27 Juli 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL, Tribuncakranews.com – Upaya penanganan darurat terhadap tanggul jebol di Sungai Bodri, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mulai dilakukan oleh PSDA Jratunseluna bersama Pemerintah Desa Pidodokulon dan masyarakat setempat, Senin (27/7/2026).

Staf PSDA Jratunseluna, Kisro, mengatakan kegiatan diawali dengan pembersihan jalur menuju lokasi tanggul yang jebol agar proses penanganan dapat segera dilaksanakan.

“Untuk sementara ini kami hanya dapat membuat tanggul darurat sebagai akses bagi petani sawah dan petani tambak. Penanganan ini belum bisa maksimal sesuai harapan Pemerintah Desa Pidodokulon karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, penanganan darurat dilakukan sebagai tindak lanjut atas jebolnya tanggul di Sungai Bodri. Dalam pelaksanaannya, PSDA menyediakan material berupa bambu, sasak bambu, dan jumbo bag yang akan dipasang di lokasi.

Sementara itu, Pemerintah Desa Pidodokulon membantu dengan menyediakan alat berat untuk mempercepat proses pekerjaan, termasuk pengisian jumbo bag menggunakan material tanah di lapangan.

“Untuk teknis pekerjaan dari kami, mulai dari pemasangan sasak, bambu hingga tenaga kerja. Sedangkan pengisian jumbo bag dan penyediaan tanah dibantu menggunakan alat berat dari pemerintah desa,” jelas Kisro.

Terkait penanganan permanen, Kisro menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kapan akan dilaksanakan karena seluruh anggaran berasal dari pemerintah pusat.

“Kami juga tidak dapat menyampaikan besaran anggarannya karena saya hanya bertugas di lapangan dan menjalankan arahan dari kantor,” tambahnya.

Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara PSDA Jratunseluna dengan Pemerintah Desa Pidodokulon serta masyarakat selama proses penanganan berlangsung.

Baca Juga:  Ditolak & Disuruh Pindah ke RS Ngawen di RSUD Salatiga, M. Sholeh Langsung Dapat Penanganan Memuaskan di RSI Tingkir — Dugaan Pengabaian Mencuat

“Alhamdulillah selama ini kerja sama dengan pemerintah desa tidak ada kendala. Saya mewakili PSDA Jratunseluna mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penanganan darurat ini,” ucapnya.

Perwakilan petani tambak, Maskur, mengaku bersyukur atas langkah cepat yang dilakukan pemerintah desa dan PSDA dalam menangani tanggul yang jebol.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa Pidodokulon yang secara swadaya mendatangkan alat berat untuk penanganan darurat, juga kepada PSDA yang telah turun langsung ke lokasi. Mudah-mudahan pemerintah pusat segera membangun tanggul permanen agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

Menurut Maskur, lokasi tanggul yang jebol berada dekat dengan permukiman warga dan lahan pertanian sehingga membutuhkan penanganan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ia menyebut biaya mendatangkan alat berat dilakukan secara swadaya dengan nilai sekitar Rp50.000.000.

Sementara itu, Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiyawan, berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan tanggul darurat dan akses jalan petani, tetapi segera merealisasikan pembangunan tanggul permanen.

“Kami berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat segera membangun tanggul permanen, minimal dengan pemasangan bronjong sebagai pondasi agar mampu menahan arus sungai. Jika hanya penanganan seperti sekarang, kami khawatir saat musim hujan datang tanggul kembali jebol,” tegas Didik.

Pemerintah Desa Pidodokulon berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi pembangunan tanggul permanen demi melindungi permukiman, lahan pertanian, serta tambak warga di sepanjang aliran Sungai Bodri.

Penulis : SY

Editor : Khanza Haryati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahmi Febrianti Sumbang Emas untuk Kendal di Porprov Jateng XVII 2026, Atlet Putra Raih Perunggu
Dua Pemimpin Solo Bertemu, Satu Tekad Wujudkan Kota Aman dan Harmonis
Sasar Pusat Perbelanjaan, Satlantas Polres Sragen Gencarkan Operasi Patuh Candi 2026
Tujuh Tahun Koma Usai Dikeroyok Saat Bertugas, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten
Tragedi Berdarah Usai Menolong Doni Pacek! AS Jadi Korban Penyerangan Brutal, Keluarga Tuntut Keadilan
Sambut HKGB ke-74, Polda DIY Gelar Pasar Pangan Murah Bantu Ekonomi Warga
Jamin Hak Utarakan Aspirasi Sumpah Pemuda, Polda DIY Siapkan Pelayanan Humanis Dan Rekayasa Lalu Lintas Situasional
SINERGI TNI AL DAN INSTANSI TERKAIT, 15.000 LITER AIR BERSIH DISALURKAN UNTUK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN DI PATI
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rahmi Febrianti Sumbang Emas untuk Kendal di Porprov Jateng XVII 2026, Atlet Putra Raih Perunggu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Dua Pemimpin Solo Bertemu, Satu Tekad Wujudkan Kota Aman dan Harmonis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Sasar Pusat Perbelanjaan, Satlantas Polres Sragen Gencarkan Operasi Patuh Candi 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Tujuh Tahun Koma Usai Dikeroyok Saat Bertugas, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tragedi Berdarah Usai Menolong Doni Pacek! AS Jadi Korban Penyerangan Brutal, Keluarga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru