PURWOREJO Tribuncakranews. com – Dinas Sosial Kabupaten Purworejo mencatatkan prestasi membanggakan dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Andang Nugerahatara Sutrisno, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi pada 22 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Semarang pada 13–14 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
“Rakorda ini menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap program pembangunan keluarga. Pada hari pertama, kami mewakili Kabupaten Purworejo dan mendapatkan apresiasi dari Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah,” ujar Andang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, apresiasi tersebut diberikan karena capaian program pembangunan keluarga di Kabupaten Purworejo sepanjang 2025 dinilai melampaui target. Beberapa program unggulan bahkan mencatatkan capaian di atas 100 persen.
Di antaranya, Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) mencapai 118,54 persen, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) sebesar 125,24 persen, serta SIDAYA (Lansia Berdaya) sebesar 110,88 persen. Sementara itu, Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) berhasil mencapai target 100 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor, dukungan kebijakan daerah, serta kerja keras tenaga lini lapangan mampu memberikan hasil yang positif dalam pembangunan keluarga,” jelasnya.
Atas capaian tersebut, Purworejo juga diminta untuk memaparkan praktik baik (best practice) dalam pembangunan keluarga sebagai referensi bagi daerah lain.
Selain itu, pada hari kedua Rakorda, peserta mendapatkan arahan dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah yang mewakili Gubernur. Dalam kesempatan itu juga dibahas program prioritas nasional, termasuk intervensi bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah dua tahun (baduta) sebagai bagian dari penguatan 1.000 hari pertama kehidupan.
Andang menambahkan, sejumlah poin penting hasil Rakorda akan menjadi tindak lanjut bersama, di antaranya penguatan peran strategis seluruh lini dalam pembangunan keluarga, penguatan kebijakan kependudukan berbasis dinamika demografi, serta peningkatan sinergi pemerintah daerah.
“Pembangunan keluarga menjadi fondasi penting dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, dukungan DPRD, serta kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan yang adaptif terhadap dinamika demografi, seperti penurunan angka kelahiran, meningkatnya populasi lansia, serta peluang bonus demografi.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Purworejo menargetkan penyusunan dokumen peta jalan pembangunan keluarga yang komprehensif sebagai pedoman pelaksanaan program di tahun 2026 dan seterusnya.
Selain itu, penguatan kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat—dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi program Bangga Kencana di daerah.
“Komitmen pembangunan keluarga tidak bisa dilakukan pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh elemen, termasuk tim pendamping keluarga di tingkat desa dan kelurahan,” pungkasnya. ( Surjono )













