Ratusan Massa Geruduk PN Wonosari, Soroti Tuntutan Kasus Pencabulan Balita

- Kontributor

Rabu, 22 April 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wonosari, | tribuncakranews.com |Ratusan massa yang tergabung dalam sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di wilayah Kabupaten Gunungkidul dan Yogyakarta kembali menggelar aksi di depan Kantor Pengadilan Negeri Wonosari, Selasa (21/04/2026) siang.

Ketua Ormas FJI, Suyadi menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap tuntutan hukuman dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dinilai terlalu ringan.

Massa menyuarakan keberatan atas tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan. Massa menilai tuntutan tersebut tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan terhadap korban, yang diketahui masih berusia balita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksinya, para peserta membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang lebih berat kepada pelaku. Mereka juga menyerukan pentingnya keadilan bagi korban, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan anak-anak.

“Kami rasa ini sangatlah tidak adil, pelaku kejahatan yang sangat kejam ini hanya mendapatkan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara,” ujarnya.

Pengacara korban, Nur Hamidah Fauziah menyampaikan bahwa hukuman yang ringan dikhawatirkan tidak memberikan efek jera, sehingga berpotensi membuka peluang terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

“Kami ingin keadilan ditegakkan. Korban adalah anak kecil yang harus dilindungi. Hukuman yang dijatuhkan harus benar-benar memberikan efek jera,” ujarnya.

Kasus yang menjadi perhatian publik ini diketahui terjadi pada 2025 yang lalu di wilayah Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Terduga pelaku disebut masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.

Kasus ini mencuat ke publik setelah pihak keluarga korban, khususnya ibu korban, melaporkan kejadian tersebut secara resmi serta menyuarakannya melalui media sosial.

Sejak saat itu, kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, termasuk berbagai elemen organisasi dan pegiat perlindungan anak. Banyak pihak mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan, terutama bagi korban dan keluarganya.

Dalam aksi di Pengadilan Negeri Wonosari tersebut, massa juga mendesak aparat penegak hukum, baik dari kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga peradilan, untuk lebih serius dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Mereka menekankan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi prioritas.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif. Massa secara bergantian menyampaikan aspirasi, melakukan orasi, serta menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap korban.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa penegakan hukum dalam kasus kekerasan terhadap anak harus dilakukan secara tegas dan berkeadilan.

Masyarakat berharap, melalui perhatian dan pengawalan publik, proses hukum yang berjalan dapat memberikan putusan yang benar-benar mencerminkan rasa keadilan serta memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak sebagai kelompok rentan.

 

(red.pur)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Purwodadi Hadiri Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Secara Virtual, Teguhkan Semangat Kerja Nyata dan Pelayanan Prima
Tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Pegawai Bapas Pati Mengikuti Secara Virtual, Perkuat Komitmen “Kerja Nyata, Pelayanan Prima”
Perjuangan Usai, Kontingen IGTKI Bungbulang Tutup Ajang Gebyar Prestasi TK Raih Pengalaman Berharga 
Respon Cepat Dishub (LLAJ), Lampu PJU Taman Stadion Jombang Kembali Terang
Masyarakat Keluhkan Arena Judi Sabung Ayam di Wates Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Tegas
DARURAT TAMBANG KENDAL! Saatnya Pemkab Tak Lagi Reaktif, Tapi Bertindak Tegas
KEBAKARAN PT AGRO JAYA, KETUM GNI: PERLU TINJAU ULANG INSTALASI KESELAMATAN DI SELURUH PABRIK
Nyalip di Jalan Lurus, Pick-Up Tabrak Motor di Purwantoro Wonogiri, Satu Orang Luka Berat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:20 WIB

Lapas Purwodadi Hadiri Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Secara Virtual, Teguhkan Semangat Kerja Nyata dan Pelayanan Prima

Senin, 27 April 2026 - 14:01 WIB

Tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Pegawai Bapas Pati Mengikuti Secara Virtual, Perkuat Komitmen “Kerja Nyata, Pelayanan Prima”

Senin, 27 April 2026 - 13:20 WIB

Perjuangan Usai, Kontingen IGTKI Bungbulang Tutup Ajang Gebyar Prestasi TK Raih Pengalaman Berharga 

Senin, 27 April 2026 - 13:17 WIB

Respon Cepat Dishub (LLAJ), Lampu PJU Taman Stadion Jombang Kembali Terang

Senin, 27 April 2026 - 11:26 WIB

Masyarakat Keluhkan Arena Judi Sabung Ayam di Wates Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Tegas

Berita Terbaru