Rotasi Mutasi di Kabupaten Bandung Barat Disinyalir Sarat Kepentingan, Reformasi Birokrasi Dipertaruhkan

- Kontributor

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BANDUNG BARAT, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali memantik kontroversi keras. Kebijakan yang semestinya menjadi instrumen penataan dan penyegaran birokrasi justru diduga kuat berubah menjadi ajang distribusi kekuasaan terselubung. Isu “ordal” mencuat tajam dan menyeret nama-nama elite birokrasi ke pusaran sorotan publik.

Aktivis muda pemerhati kebijakan publik Jawa Barat, Kang Arie Somantri, menyampaikan kritik tanpa kompromi. Ia menilai rotasi mutasi yang tengah berlangsung tidak mencerminkan prinsip sistem merit, melainkan sarat rekayasa kepentingan internal.

“Ini bukan rotasi berbasis kinerja. Ini terkesan seperti pembagian wilayah kekuasaan. Dari eselon IV sampai II, diduga sudah dikunci sebelum proses resmi berjalan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika tudingan itu benar, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan, melainkan marwah reformasi birokrasi. Pemerintah pusat telah mewajibkan penerapan sistem merit promosi dan mutasi berbasis kompetensi, integritas, serta rekam jejak. Namun praktik “orang dalam” yang tetap bercokol akan menjadikan aturan itu tak lebih dari formalitas administratif.

BKPSDM pun tak luput dari sorotan. Lembaga yang seharusnya menjadi garda profesionalisme ASN itu dituntut membuktikan integritasnya. Setiap celah teknis—dari validasi data hingga mekanisme rekomendasi berpotensi menjadi pintu kompromi jika tidak dijalankan secara transparan dan akuntabel.

Peran Sekretaris Daerah juga berada di bawah tekanan publik. Posisi strategis tersebut tidak boleh menjadi sekadar perpanjangan tangan kepentingan politik. Rekomendasi kepada bupati harus berdiri di atas objektivitas, bukan kesepakatan di balik meja.

Rekam jejak polemik rotasi mutasi di daerah ini bukan sekali dua kali terjadi. Pada masa kepemimpinan Hengky Kurniawan, kebijakan serupa menuai gelombang penolakan dan gagal terealisasi. Saat itu, jabatan Sekda dipegang oleh Ade Zakir.

Ketika Ade Zakir menjabat sebagai Penjabat Bupati, konflik kembali memuncak hingga berujung gugatan ASN ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Hasilnya sama: rotasi mutasi kembali kandas, meninggalkan preseden buruk dalam tata kelola kepegawaian.

Kini, di era kepemimpinan Jeje Ritchie Ismail, publik kembali dihadapkan pada pola yang dianggap berulang. Lima kepala dinas yang telah dipindahkan justru kembali menjabat sebagai Pelaksana Tugas di dinas yang sama. Situasi ini memicu pertanyaan mendasar: apakah rotasi ini benar-benar dirancang untuk perbaikan sistem, atau sekadar manuver taktis yang gagal dikendalikan?

“Kalau rotasi hanya berujung pada PLT di tempat yang sama, publik berhak curiga. Ini bukan lagi soal teknis, ini soal komitmen dan keberanian menegakkan aturan,” ujar Kang Arie.

Kali ini, ruang toleransi publik semakin sempit. Jika rotasi mutasi kembali berakhir tanpa kejelasan dan transparansi, maka itu akan menjadi bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di Bandung Barat masih tersandera kepentingan internal.

Bupati Jeje berada di titik krusial. Keputusan yang diambil bukan hanya menentukan komposisi pejabat, tetapi juga arah kredibilitas pemerintahannya. Publik menuntut satu hal: bersihkan prosesnya, tegakkan sistem merit, dan hentikan praktik “ordal” sebelum kepercayaan masyarakat runtuh sepenuhnya. (Ganz)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balap Liar Meresahkan Warga, Polisi Amankan 44 Motor dalam Operasi Dini Hari
Misteri Stiker ‘TS’ di Toko Obat ilegal: GWI Desak Polres Tangsel Bos Pemasok dan Pemback – Up
Polantas Sapa Warga di Car Free Day, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
Pererat Kebersamaan, Kodim 0730/Gunungkidul Gelar Nobar Piala Dunia Sepak Bola Gembira di Berbagai Koramil.
Dandim Kulon Progo Hadiri Acara Jamasan Agung
Melalui Nobar Piala Dunia 2026, Korem 072/Pamungkas Pererat Kebersamaan TNI dan masyarakat sekitar 
Patroli Dini Hari, Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Antisipasi Street Crime di Tiga Kecamatan
Kerap Terjadi Kemacetan dan Kecelakaan, Satpol PP Pekanbaru diminta Warga Untuk Menertibkan Pedagang Buah yang Menggunakan Mobil Pick Up di Jalan HR. Subrantas Panam.
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:06 WIB

Balap Liar Meresahkan Warga, Polisi Amankan 44 Motor dalam Operasi Dini Hari

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:26 WIB

Misteri Stiker ‘TS’ di Toko Obat ilegal: GWI Desak Polres Tangsel Bos Pemasok dan Pemback – Up

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:07 WIB

Polantas Sapa Warga di Car Free Day, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:54 WIB

Pererat Kebersamaan, Kodim 0730/Gunungkidul Gelar Nobar Piala Dunia Sepak Bola Gembira di Berbagai Koramil.

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:02 WIB

Dandim Kulon Progo Hadiri Acara Jamasan Agung

Berita Terbaru

Berita

Dandim Kulon Progo Hadiri Acara Jamasan Agung

Minggu, 12 Jul 2026 - 08:02 WIB