Sorotan LHKPN: Harta ASN Bogor Ria Marlisa Aritonang Melonjak Hingga Rp3,3 Miliar

- Kontributor

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bogor, Tribuncakranews.com – Lonjakan harta kekayaan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor atas nama Ria Marlisa Aritonang (NHK 844209) menjadi perhatian. Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan kenaikan signifikan dalam kurun waktu 2021 hingga 2024.

Berdasarkan laporan awal menjabat tahun 2021, total harta tercatat sebesar Rp1.031.829.737.

Setahun kemudian, dalam laporan periodik 2022, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp1.223.653.816.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan semakin mencolok pada laporan periodik 2023. Total kekayaan melonjak menjadi Rp2.959.939.444.

Dalam periode ini, tercatat adanya penambahan aset berupa tanah seluas 487 meter persegi senilai Rp720 juta serta kendaraan premium seperti Land Rover Range Rover dan Toyota Lexus.

Tren kenaikan berlanjut pada laporan periodik 2024. Total kekayaan ASN tersebut kembali meningkat menjadi Rp3.302.377.951.

Pada periode ini, komposisi kendaraan berubah dengan tercatatnya Toyota Lexus dan Hyundai Palisade tahun 2024 senilai Rp1,065 miliar. Selain itu, kas dan setara kas juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp773 juta, meski jumlah hutang turut naik menjadi Rp1,05 miliar.

Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu, Rizwan Riswanto, menilai lonjakan tersebut patut menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas pejabat negara merupakan hal mendasar dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Setiap kenaikan harta ASN memang wajib dilaporkan melalui LHKPN. Namun ketika terjadi lonjakan yang cukup signifikan dalam waktu relatif singkat, publik tentu berharap ada penjelasan yang terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujar Rizwan, Senin (2/3)

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga integritas birokrasi. Rizwan juga mendorong agar mekanisme pengawasan berjalan optimal demi memastikan seluruh proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Transparansi harus menjadi komitmen bersama,” pungkasnya. Red/Mbah Wasis

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alun-alun Bungbulang di Padati Ribuan Orang Hadir Menyaksikan Acara Ramadan Pasti Nikmati 
Terbangun dari Ledakan, Nenek di Lubuklinggau Selamatkan Cucu Saat Rumah Dilalap Api, Kerugian 480 juta Rupiah
Polsek Bosar Maligas Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden RI, Monitoring Penggilingan Jagung di Nagori Parbutaran
Kejari Simalungun Lakukan Rakor Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat Tahun 2026
Diduga Polsek Cibungbulang Intimidasi Keluarga Korban Meninggal Dunia Aksi Tauran Antar Pelajar 
Kabid Investigasi GNP Tipikor Jateng Laporkan Dugaan Penyalahgunaan LPG Subsidi untuk Peternakan Ayam Potong di Semarang
SPPG Bener Terbaik Sebagai Percontohan, Ketua GNPK Purworejo Berikan Apresiasi 
Kasus Dugaan Perampasan dan Pemerasan di Semarang Mandek Hampir 3 Tahun, Korban Tuntut Kepastian Hukum
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:40 WIB

Alun-alun Bungbulang di Padati Ribuan Orang Hadir Menyaksikan Acara Ramadan Pasti Nikmati 

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:25 WIB

Terbangun dari Ledakan, Nenek di Lubuklinggau Selamatkan Cucu Saat Rumah Dilalap Api, Kerugian 480 juta Rupiah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:22 WIB

Polsek Bosar Maligas Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden RI, Monitoring Penggilingan Jagung di Nagori Parbutaran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:20 WIB

Kejari Simalungun Lakukan Rakor Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat Tahun 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:08 WIB

Sorotan LHKPN: Harta ASN Bogor Ria Marlisa Aritonang Melonjak Hingga Rp3,3 Miliar

Berita Terbaru