Tiap Tanggal 2 Seluruh ASN BUMN dan Siswa se-Kabupaten Sleman Wajib Pakai Busana Batik

- Kontributor

Rabu, 2 September 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta-Sleman, Tribuncakranews.com – Kebijakan pemakaian busana batik setiap tanggal 2 merujuk pada Hari Batik Nasional.

Hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009. Hal ini tetapkan oleh UNESCO. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan busana batik. Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia (bahasa Inggris: Proclamation Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) dilakukan Direktur Jenderal UNESCO sejak tahun 2001 untuk meningkatkan kesadaran tentang warisan budaya takbenda, dan mendorong masyarakat setempat agar ikut melestarikan warisan budaya beserta tokoh-tokoh lokal dan nasional ikut serta memelihara dan melestarikan Batik Nasional Indonesia.

Kita semua wajib bangga bahwa warisan budaya berupa batik telah diakui dunia sebagai Maha Karya Bangsa Indonesia. Dengan pengakuan dunia ini maka kita wajib untuk menjaga, nguri-uri, haderbeni dan melestarikan. Kalau Bangsa Indonesia tidak memiliki komitmen dan rasa peduli batik akan hilang dan diklaim Bangsa lain. Hal ini pernah terjadi bahwa batik telah diklaim oleh tetangga sebelah, hasil maha karya yang telah diklaim termasuk: wayang, keris, reog, dan lain-lain.

“Kita wajib bangga memakai busana batik karena batik hasil mahakarya bangsa Indonesia yang diakui dunia. Cara mensosialisasikan dengan mewajibkan pakai busana batik setiap Tangggal 2 dan Bulan Batik (pelaksanaan ada beberapa bulan berselang-seling).” Kata Nurul Mukaromah, S.Pd. Kepala Sekolah SDN Madusari 3 Prambanan Sleman melalui percakapan via telepon genggam.

“Tujuan diwajibkannya memakai busana batik untuk melestarikan, nguri-uri dan ngopeni batik sebagai warisan budaya nenek moyang.” Tutup wawancara kepada salah satu ASN yang tidak mau disebut namanya.

 

 

Penulis : WidDAW

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Temukan Balita 2,5 Tahun Sendirian di Indomaret Tuntang, Polisi Bergerak Cepat Temukan Orang Tuanya.
Perencanaan Strategis Holding dalam Memonitor Kinerja Subholding
Revitalisasi TK PGRI Lemahjaya Banjarnegara Rp372,7 Juta Disorot, Pengurus Mengaku Tak Mengetahui RAB
Peringati Sumpah Pemuda, HUT DPD RI dan Milad Bang Japar dengan Donor Darah, Fahira Idris: Bersama Kita Rawat Persatuan dan Persaudaraan
Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gunungkidul Gandeng Garda Mawar dan Media Salurkan 100 Paket Sembako
Tantangan Masa Depan Keamanan Ditinjau dari Kompetensi Aparat dan Kurikulum Atributif Pendidikannya
Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Wali Kota Cup Golf 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Warga Temukan Balita 2,5 Tahun Sendirian di Indomaret Tuntang, Polisi Bergerak Cepat Temukan Orang Tuanya.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Perencanaan Strategis Holding dalam Memonitor Kinerja Subholding

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Revitalisasi TK PGRI Lemahjaya Banjarnegara Rp372,7 Juta Disorot, Pengurus Mengaku Tak Mengetahui RAB

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, HUT DPD RI dan Milad Bang Japar dengan Donor Darah, Fahira Idris: Bersama Kita Rawat Persatuan dan Persaudaraan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gunungkidul Gandeng Garda Mawar dan Media Salurkan 100 Paket Sembako

Berita Terbaru