Tiga Calon, Satu Kursi Lurah: Membaca Gagasan di Balik Pilur Kanigoro 2026

- Kontributor

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGKIDUL, TRIBUNCAKRANEWS.COM —Pemilihan Lurah Kalurahan Kanigoro 2026 memasuki babak penting. Ruslan, Siswo Kasmiyanto, dan Suroso telah ditetapkan sebagai tiga calon. Di tengah kontestasi, sebuah baliho menghadirkan narasi tentang pelayanan, pemerataan pembangunan, budaya, pemuda, kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan partisipatif.

Sebuah baliho berdiri di tepi jalan kampung. Di belakangnya, pepohonan dan suasana pedesaan menjadi latar. Di permukaan baliho, pemandangan laut berpadu dengan warna merah-putih dan sosok seorang pria berkemeja putih, jas hitam, serta peci. Namanya Siswo Kasmiyanto. Ia adalah calon Lurah Kanigoro nomor urut 2 dalam Pemilihan Lurah Kanigoro Tahun 2026.

Pesan yang ditampilkan cukup sederhana: Warga Bersatu, Kanigoro Maju. Namun di balik kalimat tersebut, terdapat sejumlah gagasan yang ditawarkan kepada masyarakat. Sementara itu, kontestasi Pilur Kanigoro sendiri kini diikuti tiga calon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panitia Pemilihan Lurah Kanigoro telah menetapkan Ruslan nomor urut 1, Siswo Kasmiyanto nomor urut 2, dan Suroso nomor urut 3. Ketiganya berasal dari wilayah Kanigoro.  Tiga nama. Tiga nomor urut. Satu kursi Lurah Kanigoro. Dan satu mandat yang nantinya akan ditentukan melalui suara warga.

Dari Sebuah Baliho, Sebuah Narasi Dimulai

Baliho Siswo tidak hanya menampilkan foto dan nama. Di dalamnya terdapat slogan Bersama Kita Bisa! Untuk Kanigoro yang Lebih Baik, sekaligus sejumlah program yang menjadi bagian dari pesan kampanyenya. Ada pesan tentang melayani dengan hati. Ada pemerataan pembangunan.bAda pelestarian budaya lokal.bAda gagasan tentang pemuda dan olahraga berdaya. Ada pula perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan berkualitas, serta pemerintahan yang disebut transparan dan partisipatif.

Dengan kata lain, narasi yang ditampilkan tidak berhenti pada pembangunan fisik.bAda upaya menggambarkan Kanigoro sebagai ruang kehidupan yang membutuhkan pelayanan, pembangunan, pemberdayaan, pelestarian budaya, sekaligus keterlibatan masyarakat.

Bukan Sekadar Membangun Jalan

Pemerataan pembangunan menjadi salah satu gagasan yang ditonjolkan. Dalam materi kampanye tersebut, pembangunan diarahkan untuk seluruh padukuhan. Pesannya cukup mudah ditangkap: pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang jalan, talud, drainase atau fasilitas umum, tetapi juga tentang bagaimana perhatian pemerintah kalurahan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Gagasan berikutnya adalah melayani dengan hati. Pelayanan kepada warga digambarkan sebagai pelayanan yang mengutamakan kedekatan dan ketulusan. Sebab bagi masyarakat, wajah pemerintah kalurahan sering kali justru terlihat dari hal-hal yang sederhana: ketika mengurus administrasi, membutuhkan pelayanan, menyampaikan keluhan, atau mencari solusi atas persoalan di lingkungan masing-masing. Di titik inilah slogan kampanye bertemu dengan kebutuhan sehari-hari warga.

Ketika Budaya Menjadi Bagian dari Pembangunan

Kanigoro juga tidak hanya dibicarakan dari sisi pembangunan fisik. Dalam poster tersebut, pelestarian budaya lokal menjadi salah satu agenda. Tradisi, adat, dan nilai-nilai warisan leluhur disebut sebagai sesuatu yang perlu dirawat.

Gagasan ini menempatkan pembangunan bukan hanya sebagai perubahan fisik sebuah wilayah, tetapi juga bagaimana identitas masyarakat tetap hidup di tengah perubahan zaman. Sebuah kalurahan dapat berkembang secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi tetap memiliki akar sosial dan budaya.

Pemuda, Olahraga, Kesehatan, dan Pendidikan

Mata rantai berikutnya adalah generasi muda. Materi kampanye Siswo mencantumkan gagasan pemuda dan olahraga berdaya, dengan arah pengembangan potensi generasi muda melalui fasilitas dan pembinaan olahraga. Di bidang lain, terdapat gagasan kesehatan dan pendidikan berkualitas.

Poster menyebut perhatian terhadap pelayanan kesehatan gratis dan pemberian beasiswa bagi warga yang tidak mampu. Namun, seperti halnya seluruh gagasan dalam sebuah kontestasi politik, pelaksanaannya kelak akan bergantung pada kebijakan, kewenangan, sumber daya, serta kemampuan anggaran yang tersedia. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana gagasan-gagasan tersebut nantinya diterjemahkan menjadi program konkret apabila memperoleh mandat warga.

Pemerintahan yang Terbuka dan Partisipatif

Ada satu bagian lain yang cukup menonjol dalam baliho tersebut: Transparan dan Partisipatif. Pesan itu diterjemahkan sebagai pemerintahan yang terbuka dan melibatkan warga dalam setiap keputusan. Konsep ini membawa masyarakat tidak hanya sebagai penerima kebijakan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembangunan.

Baca Juga:  Rokok Ilegal Kuasai Anyer, Diduga Dibekingi Oknum: Negara Rugi, Aparat Tutup Mata !!

Apalagi secara administratif, Kanigoro memiliki wilayah dan masyarakat yang tersebar di sejumlah padukuhan. Data pada laman resmi Kalurahan Kanigoro mencatat antara lain Padukuhan Kanigoro, Klumpit, Kranon, Mendak, Ngresik, Sawah, dan Widoro. Dalam konteks itulah, gagasan pemerataan dan partisipasi menjadi isu yang relevan untuk dicermati warga.

Tiga Calon, Tiga Narasi

Sementara baliho Siswo menghadirkan gagasan “Warga Bersatu, Kanigoro Maju”, dua calon lainnya juga membawa nama dan nomor urut masing-masing.

Ruslan — nomor urut 1.

Siswo Kasmiyanto — nomor urut 2.

Suroso — nomor urut 3.

Nomor urut tersebut telah ditetapkan dalam tahapan Pilur Kanigoro. Pada 8 September 2026, panitia juga menggelar pengundian nomor urut sekaligus penandatanganan Deklarasi Damai Pemilihan Lurah Kanigoro. Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjalankan proses pemilihan secara jujur, adil, tertib, aman, dan damai serta menghormati seluruh tahapan dan hasil pemilihan.  Artinya, selain adu gagasan, ada pesan lain yang tidak kalah penting: kompetisi politik tidak harus memutus persaudaraan.

Dari Baliho Menuju Ujian Nyata

Baliho dapat dibaca dalam waktu kurang dari satu menit. Tetapi memimpin sebuah kalurahan tentu tidak selesai dalam satu menit. Gagasan tentang pelayanan, pemerataan pembangunan, pelestarian budaya, pemuda, olahraga, kesehatan, pendidikan, transparansi, dan partisipasi masyarakat nantinya akan berhadapan dengan realitas pemerintahan. Ada kebutuhan warga yang beragam. Ada keterbatasan anggaran. Ada prioritas pembangunan. Ada proses administrasi

Dan ada tuntutan agar program benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, menarik untuk melihat Pilur Kanigoro bukan sekadar sebagai pertarungan tiga nama, tetapi sebagai ruang bagi warga untuk membaca tiga sosok dan berbagai gagasan yang mereka tawarkan.

26 Oktober dan Babak Penentuan

Informasi tahapan yang menjadi bahan tulisan ini menyebut 26 Oktober 2026 sebagai momentum kampanye dan pemungutan suara Pilur Kanigoro. Tanggal tersebut perlu terus dirujuk pada pengumuman resmi panitia apabila terdapat pembaruan jadwal. Yang jelas, tahapan Pilur Kanigoro 2026 telah memasuki fase ketika nama-nama calon dan nomor urut sudah diketahui masyarakat. Panitia sendiri telah mempublikasikan penetapan ketiga calon melalui laman resmi Kalurahan Kanigoro.

Setelah itu, perhatian publik bergerak pada satu pertanyaan besar: Gagasan seperti apa yang akan dibawa masing-masing calon untuk Kanigoro?

Berbeda Pilihan, Tetap Satu Kanigoro

Pada akhirnya, sebuah pemilihan lurah bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan suara terbanyak. Ada kehidupan masyarakat yang tetap harus berjalan setelah proses pemilihan selesai.bWarga tetap akan bertetangga. Tetap bergotong royong. Tetap bekerja bersama. Tetap menghadiri kegiatan sosial. Tetap menjaga lingkungan. Karena itu, perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Panitia Pilur Kanigoro sendiri menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat selama proses pemilihan.

Siapa pun yang nantinya memperoleh mandat, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah pemilihan. Sebab seorang lurah bukan hanya memimpin warga yang memilihnya, tetapi menjalankan pemerintahan untuk seluruh masyarakat kalurahan.

Kanigoro Ingin Dibawa ke Mana?

Di satu sudut kampung, baliho Siswo Kasmiyanto berdiri dengan satu pesan besar: Warga Bersatu, Kanigoro Maju. Di dalamnya terdapat gagasan tentang pelayanan, pemerataan pembangunan, budaya, pemuda, olahraga, kesehatan, pendidikan, transparansi, dan partisipasi.

Di sisi lain, ada dua calon lain yang juga telah resmi berada dalam kontestasi.

Ruslan nomor 1.

Siswo Kasmiyanto nomor 2.

Suroso nomor 3.

Tiga calon dengan narasi masing-masing. Satu kursi yang diperebutkan. Dan warga Kanigoro yang akan menentukan pilihannya. Pada akhirnya, pertanyaan terpenting bukanlah sekadar siapa yang paling sering muncul di baliho. Melainkan: Gagasan mana yang paling dipahami warga? Program mana yang paling jelas? Dan seperti apa Kanigoro yang ingin dibangun dalam periode mendatang?

Jawaban atas pertanyaan itu menjadi bagian dari proses demokrasi yang akan dijalani masyarakat Kanigoro. Karena ketika baliho diturunkan, kampanye berakhir, dan suara telah dihitung, yang tersisa adalah satu hal: bagaimana Kanigoro tetap menjadi rumah bersama. (Red / Pur ) .

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Rapat Paripurna PAW Anggota DPRD DIY Sisa Masa Jabatan 2024–2029
Warung Diduga Jadi Lokasi Judi Togel, Berjarak Sekitar 50 Meter dari Sekolah
Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Polres Jepara Gelar Pembinaan Keselamatan Berkendara di SMAN 1 Jepara
Kepala Bapas Pati Mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Tahun 2026 di Jakarta
Propam Polda Jateng Distribusikan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Tangen Sragen
Dugaan Pungli dan Birokrasi Berbelit di Samsat Kabupaten Pekalongan Dikeluhkan Warga
DPD KNPI Kota Siantar: Mengajak Pemuda Bersatu dan Jadi Rumah Bersama
Srikandi Menyapa Warnai CFD Purworejo, Polisi Hadir dengan Pendekatan Humanis
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:47 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Rapat Paripurna PAW Anggota DPRD DIY Sisa Masa Jabatan 2024–2029

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

Tiga Calon, Satu Kursi Lurah: Membaca Gagasan di Balik Pilur Kanigoro 2026

Senin, 21 September 2026 - 12:02 WIB

Warung Diduga Jadi Lokasi Judi Togel, Berjarak Sekitar 50 Meter dari Sekolah

Senin, 21 September 2026 - 11:55 WIB

Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Polres Jepara Gelar Pembinaan Keselamatan Berkendara di SMAN 1 Jepara

Senin, 21 September 2026 - 11:15 WIB

Kepala Bapas Pati Mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Tahun 2026 di Jakarta

Berita Terbaru